
Pagi harinya Mira bangun dari tidurnya. Dia tidak menemukan keberadaan Zaki di tempat tidur. Mira hanya punya dua jawaban keman perginya suaminya.
"Bisa jadi dia tidak pulang atau dia pergi sepagi mungkin untuk menghindari aku." ucap Mira tersenyum penuh kecewa.
Mira hari ini tidak berangkat kerja karena ia ingin beristirahat sejenak. Sebenarnya ia tau bahwa dia tidak bisa beristirahat dengan tenang di rumah ini. Tapi ia tidak mau memancing pertanyaan teman - temannya.
Ketika jam 10 pagi tiba - tiba pintu kamarnya terdengar ada yang mengetuknya. Mira segera membuka pintunya. Ia agak terkejut ketika yang berdiri di balik pintu adalah ibu mertuanya.
"Ada apa ma?"tanya Mira dengan ragu.
"Hari ini papakan pulang dari luar negeri, kamu keberatan nggak masak buat papa, sekalian menyambut kehadiran papa." ucap mama mertuanya senang ramah.
"Aneh, tidak ada hujan kenapa tiba-tiba ramah sekali." pikir Mira.
"Mama tau kamu curiga dengan mama, padahal mama hanya ingin papa senang aja." ucap mamanya mulai cemberut.
"Iya ma, aku bersedia dengan senang hati." jawab Mira dengan cepat.
"Jika kamu nggak bisa juga nggak apa-apa, mama nggak akan memaksa." ucap mama mertuanya lagi.
__ADS_1
"Nggak ma, aku akan senang hati memasak untuk papa, mama tidak perlu memintanya." ucap Mira mulai tertarik.
"Ini kesempatan aku mencari perhatian dari papa."
Mira bergegas pergi ke pasar untuk mencari sesuatu yang akan dia masak untuk papa mertuanya.
Malam ini Mira akan memasak banyak untuk menyambut papa mertua. Ia akan mencari perhatian papa mertuanya. Lalu ia akan menarik perhatian Zaki.
"Mungkin dengan makanan yang enak,mas Zaki akan mulai mencintai aku." ujarnya dengan senang.
Setelah selesai belanja yang di butuhkan, Mira mulai memasak apa yang akan ia sajikan. Ia tampak bersemangat sekali. Para bibi hanya membantu memotong-motong sayuran dan lainnya. Hari ini masakan di serahkan kepada Mira.
Setelah selesai memasak Mira kembali kekamarnya untuk bersiap-siap. Ia menggunakan baju terbaiknya malam ini.
Papa mertuanya sudah sampai di rumah sebelum magrib tadi. Mereka terbiasa makan malam jam 8 malam.
Zaki juga sudah pulang dari jam 6 tadi. Akan tetapi dia hanya cuek kepada Mira. Mira selalu menyapanya akan tetapi Zaki sama sekali tidak menggubrisnya.
Zaki hanya sibuk dengan ponselnya. Mira melihat bahwa Zaki sedang sibuk video call dengan Eliza. Mereka bahkan sudah tidak segan bermesraan di depan Mira. Hati Mira sedikit sakit melihat situasi ini.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu kayak gini mas." gerutu Mira dengan pelan sekali
Ia masuk ke kamar mandi hanya untuk menenangkan dirinya. Ia tidak ingin malam ini menjadi malam yang menyedikan.
Mira kembali keluar dari kamar mandi dengan wajah seperti biasa. Ia saat ini sudah bisa menjadi artis profesional dengan aktingnya. Entah dari mana ia belajar tapi saat ini dia sangat pandai menyembunyikan semua rasa.
Ketika jam delapan malam semua sudah berkumpul di meja makan. Semua hidangan di hidangkan oleh Mira sendiri. Ia sangat senang sekali malam ini, karena semua hidangan makan malam sukses ia kerjakan dengan tangannya sendiri.
"Ini kamu semua yang masak Mir?" tanya papanya tersenyum.
"Iya pa, semoga papa dan yang lainnya suka." jawab Mira
Di atas meja nampak ada banyak hidangan. Ada pesmos Ikan, capcay seafood, Steak Salmon saus krim, burrito isi daging dan sayur dan ada juga ayam bakar madu.
"Kayaknya lezat ni." ucap papanya mulai menyantap makanan terlebih dahulu.
Mamanya hanya diam melihat suaminya, begitu juga dengan Zaki. Dia masih terdiam melihat ekspresi senang papanya ketika memakan masakan Mira.
"Masakannya pasti enak, kemaren aja enak." ucap Zaki dalam hatinya.
__ADS_1
Saat Zaki mengambil sendok makan, tiba - tiba ia kaget melihat papanya jatuh tumbang. Semua yang ada di meja makan heboh termasuk Mira.