Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 93


__ADS_3

Mira terbangun dari tidurnya dan lansung bangkit. Ia melihat sudah pukul 8 malam. Dia berjalan keluar dari kamar,tapi tidak menemukan Zaki.


Mira membuka pintu lalu berjalan dengan hati - hati. Dia melihat ke kiri dan kanan karena takut ada karyawan yang melihatnya.


Saat melewati ruang Zaki, dia melihat pintu ruangan itu terbuka. Dia mendengar ada suara perempuan di dalam ruangan itu.


Karena penasaran Mira mengintip di cela pintu yang terbuka. Namun ketika dia mau mengintip, Ia sudah ketahuan oleh Zaki.


"Nggak usah ngintip sayang, masuk aja." ujar Zaki dari dalam.


Mira yang ketahuan mengintip jadi malu. Ia masuk kedalam ruangan Zaki dengan menundukkan kepalanya.


"Karin, kenalkan ini Mira istri saya." ucap Zaki mengenalkan Mira kepada Karin.


"Dia istri kamu?" ekspres Karin kaget melihat sosok yang menjadi istri bosnya itu.


Mira hanya diam melihat ekspresi kaget dari wajah manager keuangan. Zaki udah terlanjur mengenalkan dia ke wanita itu. Dia tidak yakin bahwa besok semua karyawan akan heboh.


"Iya, makanya saya memanggil kamu tadi siang, laporan yang kamu kasih tadi siang di kerjakan oleh saya sendiri, kalian memberikan pekerjaan itu kepada istri saya yang seharusnya kalian buat." ucap Zaki dengan wajah dingin.


Karin baru mengerti kenapa banyak laporan dan proposal yang di bawa oleh divisinya di tolak oleh bosnya. Dia mulai takut dengan amukan bosnya yang terkenal mengerikan bagi seluruh karyawannya.


"Maaf pak, saya tidak pernah memberikan pekerjaan ini kepada Mira."


"Lancang kamu menyebut namanya."

__ADS_1


"Maaf pak, maksud saya adalah Bu Mira." jawab Karin memohon maaf dengan cepat menyadari kesalahannya.


"Kamu memang tidak memberi dia tugas, tapi kamu tidak mengawasi semua bawahan kamu sehingga memberikan pekerjaan numpuk kepadanya." ucap Zaki membuat Karin semakin terancam.


"Jika kamu tidak becus mengurusi divisi kamu, silahkan buat surat pengunduran diri." ucap Zaki lagi.


"Maaf pak saya akan memperbaiki semuanya, tolong beri saya waktu." ucap Karin.


"Dan saya tidak mau jika ada berita istri saya sampai bocor kepada karyawan lain." ucap Zaki degan tegas.


"Baik pak." ucap Karin segera mengangguk.


"Silahkan keluar dari ruangan saya, mulai besok saya akan liat perkembangan pekerjaan kamu."


"Baik pak, saya pamit undur diri."


"Yuk pulang." ajak Zaki mengulurkan tangannya.


"Kenapa harus kasih tau orang lain tanpa pembicaraan sih?" tanya Mira dengan manyun.


"Biar kamu tidak di tindas lagi."


"Tapi itu biasa aja, nanya dunia kerja."


"Kamu itu istri aku, tidak akan aku biarkan satu orangpun menindas kamu, apalagi mereka karyawan aku."

__ADS_1


Mira hanya diam mendengar jawaban Zaki. Melihat Mira yang diam, dia duduk memeluk istrinya.


"Kamu ini kenapa?" tanya Zaki dengan lembut.


"Aku nggak apa-apa, ayo pulang." Mira berdiri dari duduknya.


"Jika kamu nggak jujur, kita akan tetap aja di sini." Zaki menarik Mira kepelukannya.


"Ayo ngomong, jika nggak mas akan hukum kamu di sini." ucap Zaki mendekatkan wajahnya ke wajah Mira.


Mira merasa deg deg an ketika nafas Zaki menerpanya. Jantungnya bergetar lebih cepat dari biasanya. Ia tenggelam ketika melihat gagahnya wajah Zaki.


"Gagah." ucapnya spontan.


"Suamimu ini emang gagah sayang." jawab Zaki dengan tersenyum geli mendengar pengakuan istrinya.


"Tapi bukan milikku." Mira tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan karena pikirannya sudah tenggelam di mata Zaki.


"Aku milikmu sayang, udah buka segel masa masih meragukan milik siapa lagi."Jawab Zaki.


Mira merasa malu ketika ia sadar dengan apa yang ia ucapkan. Dia segera mengalihkan pandangannya agar tetap fokus.


"Apa yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Zaki lagi.


Mira ragu menjawab pertanyaan Zaki. Akan tetapi ia tidak bisa lagi memendam terlalu lama apa yang ada di hatinya.

__ADS_1


"aku tau kamu masih mencintai Eliza mas, tadi malam ketika kamu mau sampai kamu menyebut namanya." ucap Mira mulai menjatuhkan air matanya.


__ADS_2