Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 60


__ADS_3

"Ada masalah apa ini? sampai ribut-ribut diluar rumah."tanya Ayah Abian.


"Masalah keluarga yah." jawab Abian.


"Memang aku bukan keluarga kamu sekarang?" tanya Faiz Arkarna dengan nada tinggi.


"Ini masalah anak kami." jawab ayah Mira dengan segan dengan mantan suami istrinya.


"Emang masalah serius apa sampai didepan gerbang, kamu tau Bian dengan kamu memukul dia, bisa - bisa media atau orang melihat kamu, kamu ini CEO di Arkarna Group, itu akan menggiring orang ke opini jelek, dan yang kamu pukul ini juga bukan sembarangan orang." ucap ayahnya Abian.


"Ayah mengenalnya?" tanya Abian menatap ayahnya.


"Siapa yang tidak kenal anaknya Iskandar, dulu dia adalah teman akrab Rama Arkarna yaitu mendiang mertua kamu." jawab ayahnya.


"Tapi dia sudah membuat Mira hampir mati yah." ucap Abian tidak mau kalah.


"Apakah kamu sudah selidiki?" tanya ayahnya.


"Bagaimanapun saya tidak Sudi anak saya kembali kepada lelaki itu, anak saya hampir meregang nyawa di penjara." ucap ayah Mira.


"Saya tidak tau masalah itu." jawab Zaki.


"Pasti kamu yang menyuruh orang agar kamu bisa berpisah dari dia, atau sebagai ajang balas dendam kamu karena Mira di tuduh meracuni ayah kamu." ucap ayah Mira.


"Bapak tidak bisa menuduh tanpa bukti."


"Bukti apa lagi? jelas dia yang memasukkan anak saya kesana, kami sudah selidiki dan memang ada yang menyuruh narapidana itu untuk membunuh anak saya, bapak jangan mentang-mentang kenal ayahnya lalu membela dia." ujar ayah Mira terpancing emosi.


"Saya tidak membela siapapun di sini, tapi bapak ataupun Abian harus punya bukti untuk membuktikan orang itu salah, jika tidak bisa dipidanakan." jawab ayah Abian.


"Mira sekarang ayah tanya, apakah pernah dia melakukan hal baik untuk kamu selama pernikahan?" tanya ayahnya dengan emisi.


Karena takut Mira menggelengkan kepalanya.


"Apakah mertuanya atau saudaranya pernah memperlakukan kamu dengan baik juga?" tanya ayahnya lagi.


Lagi - lagi Mira menjawab dengan jujur dengan menggelengkan kepala.


"Nah terbukti jika keluarganya tidak menginginkan Mira."


"Kenapa keluarganya tidak menyukai kamu?" tanya Ayah Abian kali ini.


"Karena saya wanita miskin om." jawab Mira jujur lagi.


Mira ingin menepuk mulutnya karena tidak bisa bekerja sama. Ayah Abian menarik nafas sedalam-dalamnya.

__ADS_1


"Zaki lebih baik kamu pulang dulu, kamu buktikan bahwa kamu tidak terlibat dalam masalah percobaan pembunuhan Mira." ucap ayah Abian.


"Baik om, terima kasih." jawab Zaki dengan sopan.


Zaki sebenarnya anaknya yang dingin dengan siapapun kecuali dengan keluarganya. Tapi kali ini dia bersikap sangat sopan sekali.


Dita berjalan mengikuti Zaki membuat Abian semakin naik darah. Abian hendak mengikuti langkah Dita akan tetapi ayahnya menarik tangan Abian agar kembali duduk.


"Biarkan dia mengantar tamunya dan teman masa kecilnya." ucap ayahnya dengan tegas.


"Tapi yah dia laki-laki, aku ini suaminya." jawab Abian.


"Ikut saya." ucap ayahnya menarik tangan Abian.


Semua terdiam melihat Abian berjalan mengikuti langkah kaki ayahnya. Mereka tau bahwa ada perbincangan antara dan anak itu yang tidak boleh di dengar oleh keluarga Mira.


"Ada apa sih yah? aku mau menyusul Dita." ucap Abian.


Jika dulunya Abian agak keras kepada ayahnya tapi tidak setelah dia menikah. Abian yang sekarang sangat patuh kepada ayahnya.


"Jika kamu suaminya lalu kenapa kamu mempermalukan dia di depan keluarga kamu."ucap ayahnya dengan kesal.


"Aku tidak mempermalukan dia." jawab Abian.


"Itu karena dia membantah yah."


"Itu juga karena kamu terlalu ikut campur urusan Mira."


"Ayah ini kenapa sih? mana mungkin karena Mira, itu karena dia saudara aku." jawab Abian tidak mau kalah.


"Saudara? apakah saudara yang notabenenya mantan boleh ikut campur sejauh ini? apakah kamu tidak berpikir bahwa itu bisa mengundang kecemburuan dan api pertikaian dalam rumah tangga kamu."


"Yah kali ini Dita terlalu berprasangka negatif dengan aku, dia tidak percaya dengan aku, hanya dia dalam hatiku yah." ucap Abian meyakinkan ayahnya.


"Makanya kamu jangan terlalu ikut campur karena bagaimanapun dia bukan mahram kamu, saudara boleh tapi ingat perasaan istri kamu."


"Tapi ini ibu dan ayah Mira yang meminta bantuan aku, tidak mungkin aku tolak yah, ibu adalah orang yang melahirkan aku." jawab Abian.


"Banyak cara Bian,jika kamu masih menyakiti hati istri kamu maka jangan salahkan ayah akan memisahkan kami dengan Dita."


"Loh kok ayah jadi mengancam aku?" tanya Abian tidak terima dengan ancaman ayahnya.


"Bagaimanapun dia adalah menantu satu - satunya aku yang sudah memberikan aku cucu."


"Aku anak ayah satu - satunya." bantah Abian semakin kesal dengan ayahnya.

__ADS_1


"Selain menantu dia adalah keponakan ayah juga, siapapun tidak akan ayah biarkan menyakiti cicit Arkarna." jawab Ayahnya membuat Abian semakin kesal.


"Sekalian aja ayah lindungi Agus Arkarna." ucap Abian kesal.


"Iya, jika dia tidak melanggar hukum lagi." jawab ayahnya.


"Ingat ancaman ayah tadi, jika kamu membuat keponakan sekaligus menantu satu - satunya ayah, maka akan ku buat miskin hidup kamu."


"Ayah mengancam CEO Arkarna Group?" tanya Abian tidak percaya dengan ucapan ayahnya.


"Jelas karena kamu tidak lupakan bahwa saham ayah dan Dita lebih banyak jika digabung daripada saham kamu."


"Ayah tidak lupa juga bukan bahwa saham Agus Arkarna sudah ditangan aku." jawab Abian dengan senyum dingin.


"Baik, tapi apakah kamu bisa hidup tanpa Dita? jika kamu bisa hidup tanpa Dita, kamu bayangin lagi apakah kamu bisa hidup tanpa Daffin dan Aya." ujar ayahnya membuat Abian terdiam.


"Jangankan tanpa anak - anak, tanpa Dita aja aku tidak bisa." jawabnya dalam hati.


"Ayah rasa kamu tidak akan bisa tidur tanpa ada Dita di sebelah kamu." ucap ayahnya tersenyum mengejek.


Faiz Arkarna batu betapa bucinnya anaknya kepada seorang Dita Arkarna. Anaknya sangat begitu mencintai istrinya. Akan tetapi ia tidak paham kenapa keduanya bisa berantem seperti itu.


"Sebelum dia ngambek panjang lebih baik kamu segera minta maaf." ucap ayahnya lansung meninggalkan Abian di ruang kerjanya.


Ayah Abian bertemu dengan Dita saat ia menuju kamar Daffin cucu pertamanya.


"Ayah terimakasih." ucap Dita memeluk ayah mertuanya.


"Tidak usah berterima kasih, itu sudah seharusnya ayah lakukan."ucap ayah mertuanya mengusap kepala Dita.


"Tetap aja ayah paling the best." jawab Dita tertawa.


"Jika dia macam - macam, kamu ngambek aja sepanjang hari, biar dia uring - uringan terus." nasehat ayahnya.


"Siap laksanakan ayah." jawab Dita tertawa lepas.


"Sudah sana, ayah mau main sepuasnya dengan cucu-cucu ayah." usir ayah mertuanya.


"Hmmmm ngusir ceritanya, baiklah Dita mau kekamar dulu."


"Ingat diamin dia malam ini." ucap ayahnya ketika Dita membuka pintu.


"Dosanya ayah yang tanggung." jawab Dita tersenyum senang.


Ketika Dita ingin melewati ruang keluarga, dia mendengar bahwa Abian akan menjodohkan Mira dengan adik sahabatnya. Dita karena malas untuk ikut campur lagi hanya diam dan berlalu.

__ADS_1


__ADS_2