
"Aku tidak peduli." ucap Mira mencoba tidak peduli lagi.
"Tantu kamu peduli, silahkan duduk nyonya Zaki Iskandar." ucap Zaki menawarkan duduk.
"Ngapain aku di panggil? aku banyak kerja."
"Tenang dulu, ini masih jam istirahat, tunggu sebentar."
Zaki menelpon seseorang di hadapan Mira. Mira tidak bisa menebak apa yang di bicarakan oleh lelaki itu.
Tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu. Zaki menyuruh mereka masuk ke dalam. Dua orang masuk membawa makanan masuk kedalam ruangan.
Mira hanya melongo melihat beberapa makanan kesukaan dia ada di atas meja. Perutnya yang belum di isi membuat dia ingin cepat melahap makanan tersebut.
"Udah nggak usah cuma di tengokin, ayo makan." ucap Zaki mengajak Mira.
"Makan sendiri aja, aku masih kenyang."
krucuk krucuk
Mira mencoba menahan malu karena perutnya tidak bisa di ajak kompromi saat ini.
"Sial kenapa perut ini malah bunyi." ucap Mira dalam hatinya.
Zaki hanya tersenyum mendengar suara perut Mira. Dia memang tau bahwa perempuan itu belum makan siang.
Zaki menarik tangan Mira lalu duduk di sofa yang ada diruangannya. Zaki menarik Mira agar duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Ayo sini biar mas suapin." ucap Zaki mengambil nasi kedalam piring.
"Aku bisa sendiri." jawab Mira menolak untuk di suapin."
"Biar aku saja sayang, kamu hari ini cukup jadi ratu di hatiku." gombal Zaki.
"Nggak usah ngegombal segala, nggak ngefek." jawab Mira.
Cup
Zaki mencium bibir Mira sekilas.
"Ini ngefek nggak?" tanya Zaki membuat Mira terdiam mati kutu.
Mira terkejut dengan ciuman mendadak dari Zaki. Jantungnya berdetak kencang karena efek dari ciuman ini. Mira mencoba menstabilkan suasana hatinya agar tidak mudah terayu oleh ulah Zaki.
"Wajah kamu kenapa merah begitu? kamu sakit?" tanya Zaki pura - pura bertanya sambil tersenyum.
"Lo yang gila." Mira membuang muka agar Zaki tidak melihat wajahnya yang memerah karena malu.
"Suami sendiri dibilang gila, nanti kualat loh." ucap Zaki memberikan suapan pertama.
"Ayo buka mulutnya."
"Aku bisa sendiri." jawab Mira.
"Jika nggak buka, aku punya cara sendiri nyiapin kamu dari bibir ke bibir." ucap Zaki tersenyum lagi.
__ADS_1
Mira lansung panik mendengar ancaman dari Zaki. Dia lansung membuka mulutnya dengan cepat.
"Itu bekas aku." ucap Mira kaget melihat Zaki menyuapi dirinya sendiri dengan sendok bekas dia.
"Ya nggak apa-apa, nanti juga terbiasa tukaran air liur." ucap Zaki mengedipkan satu matanya.
"Gila." ucap Mira memalingkan wajahnya karena malu dengan ucapan Zaki.
"Masa udah dewasa gitu masih malu dengar begituan."
"Emang kamu main sosor sana sini." ucap Mira agak jutek.
"Emang kamu nggak pernah gituan apa?"
"Mana ada."
"Sama Abian kamu nggak pernah gituan, masa sesuci itu Abian."
"Kamu tau dari mana aku sama Abian?"
"Apa yang nggak bisa di cari tentang kamu sayang, ayo makan lagi."
Mira membuka mulutnya kesekian kalinya. Ia merasa ingin memakan apa yang ada di hadapannya saat ini.
"Kenapa? kamu pengen habiskan ini semua?silahkan, ini memang di pesan khusus buat kamu kok."
"Kok kamu tau makanan kesukaan kamu?"
__ADS_1
"Ya tau lah, semua tentang kamu." ucap Zaki tersenyum mengingat usahanya menyuruh anak buahnya mencari tau masa lalu Mira serta makanan kesukaannya.