Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 8


__ADS_3

Mira sudah berdiri di depan kaca dengan ogah - ogahan. Dia hanya memakai dress biasa berwarna biru. Mira memang tidak pandai dalam hal bergaya seperti gadis lainnya.


Dia hanya menggunakan bedak tabur untuk wajahnya. Tidak ada blus on, tidak ada maskara, tidak ada eyeliner, foundation, dan lipstik sekalipun.


Meskipun natural Mira masih tampak cantik dan anggun. Dia memang gadis yang menawan tanpa adanya barang - barang branded.


"Sudah cantik." ejek Tiwi.


"Ejek terus."


"Ayo berjuang, banyak loh wanita di luar sana yang ingin jadi posisi kamu."


"Biarin aja, aku hanya terpaksa."


Kring Kring Kring


"Iya, tunggu."


"Ku sudah dibawa, cepat turun."


"Iya, sabar."


"Sabar tetangga aku dulu udah mati, yang ada bosan."


Mira mematikan telepon dari Zaki. Ia berjalan dengan hati yang kesal kepada lelaki itu yang selalu mau sesukanya.


"Kenapa wajah kamu di tekuk seperti itu?" tanya Zaki pura - pura tidak mengerti.


"Kamu selalu memaksa."


"Itu bagian dari tugas kamu, ingat akting kamu harus bagus, dan jangan mudah jatuh cinta."


"Mimpimu jatuh cinta kepadamu."

__ADS_1


"Syukurlah jik begitu, ingat aku ini lelaki yang punya kekasih, jadi jangan ikut campur untuk urusan aku."


"Iya."


Zaki menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Perjalanan satu jam yang di tempuh akhirnya memasuki halaman rumahnya Zaki.


Mira tidak kaget melihat besarnya rumah Zaki karena Mira sudah masuk kerumah yang lebih besar dari ini.


"Ingat, ngakunya kita sudah pacaran 3 bulan." Zaki mengingatkan.


"Aku sukanya ayam goreng, suka warna putih dan hitam."


"Iya." jawab Mira dengan kesal karena ucapan Zaki sudah di ucapkan berkali-kali.


Mereka memasuki rumah Zaki dengan pegangan tangan yang merah. Papa Zaki sudah berdiri di ruang tamu menyambut anak dan calon menantunya.


"Mira om." ucap Mira sambil memberikan salam.


"Ternyata kamu sangat cantik." puji papa Zaki ketika Mira bersalaman dengannya.


"Ayo kita lansung untuk makan malam." ajak papa Zaki.


Mira melihat ada seorang wanita yang juga baru masuk kedalam rumah. Wanita itu tampak masih muda meskipun usianya sudah tua.


"Ini mama Zaki, ma kenalkan ini pacar Zaki."


Mama Zaki agak kaget melihat selera anaknya dari bawah sampai atas. Ia melihat tidak ada kecantikan dari wajah Mira.


"Turun selera Ki." ejek mamanya.


"Ayo kita makan." ajak papanya mengalihkan pembicaraannya.


Mereka berjalan menuju meja makan. Mamanya Zaki duduk di sebelah kanan papanya. Zaki duduk di sebelah kiri papanya lalu Mira di sisi satu lagi.

__ADS_1


"Sejak kapan mengenal Zaki Mir?" pertanyaan papanya Zaki udah tertebak oleh Zaki.


"Sudah 3 bulan om."


"Jadi lansung suka?"


"Aku yang lansung suka sama dia pa, kayak jatuh cinta pandangan pertama." jawab Zaki menyakinkan papanya.


"Apa yang kamu suka dari anak saya?" tanya mamanya tho the points.


"Saya suka dengan orangnya Tante."


"Pasti punya alasan dong."


"Dia orang nya sangat sayang sama aku Tante, hanya itu yang saya tau." ucap Mira dengan segan.


"Udahlah ma, ngapain mama intrograsi Mira seperti


itu." ucap Zaki yang juga merasa kasihan dengan pertanyaan- pertanyaan Mira.


"Ayo makan yang banyak ya mir, mau apalagi?


"tanya papa lagi.


Mereka makan sambil berbincang- bincang di meja makan. Yang paling menegangkan adalah ketika papa Zaki membahas pernikahan mereka.


"Kalian akan menikah di Minggu depan."


"Pa nggak usah undang orang banyak tamu ya."


"Iya , resepsinya nanti aja, besok cuma nikah."


Huk huk huk.

__ADS_1


Mira lansung terbatuk - batuk mendengar ucapan papanya Zaki.


__ADS_2