
Setahun berlalu kehidupan rumah tangga Mira dan Zaki di lewati dengan bahagia. Setelah hadirnya baby Meerqeen menambah kebahagiaan mereka. Setiap saat akan ada perebutan baby M oleh kedua kakeknya.
Dalam keluarga Mira baby M merupakan cucu pertama bagi ayahnya, sedangkan dalam keluarga Zaki baby M merupakan cucu pertama laki - laki.
Seperti pagi ini, semua keluarga sedang berkumpul di taman belakang. Semua tampak dalam suasana gembira. Tapi ada yang membuat heboh keluarga pagi ini yaitu perebutan baby M oleh kedua kakeknya lagi.
"Heran, biasanya nenek yang rebutin ini malah kakeknya." ujar Mira kepada Zaki.
"Biarin aja sayang, mereka lagi menikmati cucu jagoannya." jawab Zaki.
"Papa kalian norak banget." ujar mamanya Zaki mencibir.
"Iya bapaknya Mira juga norak, udah tua pula noraknya."
"Gimana jika baby M kita bawa kesini jeng." usul mama Zaki.
"Boleh juga."
Kedua nenek baby M berjalan mendekati suami masing-masing. Mereka sudah mengatur siasat untuk mengambil Zaki.
"Sini Zaki mau di suapin makan." ucap mama Zaki.
"Iya, gantian." ucap ibu Mira ikut menimpali.
"Loh baru sebentar kok udah di ambil?" tanya papa Zaki.
"Iya, saya loh baru sebentar sama jagoan saya." ucap bapak Mira ingin menggendong baby M lagi.
"Nggak ada, satupun menjauh karena baby M mau makan sama neneknya."
"Emang dia udah makan ya? kok cepat?" tanya papa Zaki.
"Kan udah 6 bulan, jadi dia harus belajar MPASI."jawab mama Zaki.
"Pagi semua." teriak Dita baru datang bergabung.
"Assalamualaikum." ucap Zaki menyindir Dita yang masuk sudah heboh tanpa salam.
"Udah salam di luar tadi ma bibi." jawab Dita tidak mau kalah.
Di belakang Dita di ikuti oleh Abian, Daffin, Aya, kedua adik Abian dari ibu ( adik Mira juga dari ayah) serta baby sister anak - anak Abian.
"Bawa rombongan besar." sindir Zaki terbiasa degan Dita seperti itu.
"Asik - adik aku juga sayang." ucap Mira sambil cemberut.
"Oh iya lupa." jawab Zaki.
"Mau numpang sarapan di sini." ucap Abian duduk tersenyum tipis.
"Emang habis uang Abian Arkarna sampai - sampai harus sarapan di rumah kami?" tanya Zaki yang memang mulai akrab dengan Abian.
"Dan nggak akan habis juga kekayaan Zaki Iskandar jika kamu numpang sarapan di sini, Mir masa suami kamu pelit sama keluarga kamu." adu Abian mencari titik lemah Zaki.
"Iya, aku aja nggak pernah itung-itung sama keluarga mas Abi, pelit dia mir." Dita mengadu di buat - buat duduk di sebelah Abian.
__ADS_1
"Sayang masa kamu kayak gitu sama keluarga aku?" suara Mira terdengar lembut tapi menakutkan bagi Zaki.
"Bercanda sayang, paling pelayan udah siapin juga, jadi bawa berita apa kalian kesini?" tanya Zaki mengalihkan pembicaraan.
"Mas Abi udah beli tiket untuk kita berlibur ke Swiss." ucap Dita dengan gembira.
"Ngapain ke Swiss?" ucap Zaki mengundang cubitan dari Mira.
"Aku mau kesana, kan liburan keluarga, harusnya kamu yang beliin tiket kenapa bang Bian pula." jawab Mira.
"Abangmu itu duitnya banyak sayang." jawab Zaki.
"Ini keluarga kita aja kak Dit?" tanya Mira kepada Dita.
"Nggak sih, jadi kita perginya bebarengan dengan teman-teman yang lainnya biar ramai."
"Apa enaknya ramai - ramai?" tanya Zaki membuat Dita dan Mira semakin kesal.
"Ya udah tinggal aja dia dirumah mir jika nggak suka ramai." jawab Abian membuat Zaki membumkang.
"Ini orang sekali ngomong tapi sasarannya tepat ke gua." gumam Zaki yang masih terdengar oleh Abian.
"Jadi kemana kita tahun ini?" tanya ibu Abian dan Mira antusias.
"Kita ke Swiss tahun ini, tapi seperti biasa, yang lain juga ikut." jawab Abian menjelaskan.
"Ini adik - adikmu bukannya mereka harus kembali ke Jerman untuk kuliah?" tanya Ibu Abian lagi.
"Mereka setelah dari Swiss lansung kesana Bu, iyakan Mita dan Gio?" tanya Abian.
"Iya Bu, setelah liat jadwal libur ternyata masih panjang." jawab Gio.
"Iya Bu." jawab Mita dan Gio serentak.
"Aku masih mikir kan ada jet pribadi kenapa harus beli tiket?" tanya mama Zaki sambil mengendong baby M.
"Ini ide bersama tahun lalu ma, mencoba memakai maskapai umum." jawab Mira.
"Sama kita aja udah penuh satu maskapai ma, sama aja kita Charter ma." ucap Zaki tertawa.
"Iya juga ya, kita sebanyak itu."
"Ami ikut Kak?" tanya Mira kepada Dita.
"ikut tanpa ada terkecuali."
pelayan menyajikan sarapan di atas meja. Mereka lansung menyantap sarapannya sambil membicarakan liburan mereka. Mira dan Dita tampak antusias mempersiapkan kebutuhan untuk liburan. Mereka sudah merancang apa saja yang akan mereka beli nanti.
Sedangkan Abian dan Zaki seperti biasa hanya membahas masalah seputaran pekerjaan. Tidak ada topik yang menarik bagi mereka selain bisnis. Terkadang mereka sesekali membahas dunia sepakbola.
"Gimana Mir apa kamu bahagia dengan Zaki?" tanya Dita yang duduk berduaan dengan Mira setelah sarapan selesai.
"Alhamdulillah, semenjak tahun lalu tidak ada yang berubah, dia malah semakin sayang sama aku." jawab Mira.
"Syukurlah, semoga cepat dapat debay lagi."
__ADS_1
"Tunggu agak setahun atau dua tahun lah, istirahat dulu sebentar."
"Istirahat apa, baby M aja di urus sama neneknya dan baby sister, ayo sebelum tua."
"Kamu nggak nambah lagi?" tanya Mira.
"Jika ada rezeki, mas Abi pengennya banyak karena dia dulu nggak ngerasain punya saudara." jawab Dita mengingat masa lalu suaminya.
"Ini kakek dan neneknya yang heboh minta cucu banyak, di kira aku produk bayi apa." ucap Mira kadang kesal sama orang tuanya sendiri.
"Aminin aja, mana tau terkabul." ucap Mira sambil tersenyum.
"Sayang pulang yok." panggil Abian berdiri tidak jauh dari Dita.
"Ya mas, aku pamit dulu ya mir, jangan lupa untuk bahagia selalu." ucap Dita berdiri sambil tersenyum.
Ketika Abian dan pasukannya pulang, Zaki memeluk Mira yang berdiri di teras rumah. Mira yang ikut mengantar pasukan Abian ke mobil jadi terkejut.
"Malu mas, ini diluar loh." ucap Mira.
"Kenapa harus malu sayang, kita kan suami istri."
"Tapi nggak harus dikuatkan mas."
"Kamu nggak liat Dita sama Abian menempel di manapun."
"Dita memang bukan tipe pemalu mas, toh dulu dia terang - terangan ngejar Abian."
"Jadi harus di mana bermesraan dengan kamu?" tanya Zaki masih memeluk Mira.
"Di kamarkan bisa mas." jawab Mira mengurai pelukan Zaki.
"Okey, sekarang ayok kekamar." Zaki menarik tangan Mira.
" Katanya harus di kamar jadi jangan banyak jawaban lagi, mari kita bermesraan di kamar." ucap Zaki terus terang membuat Mira tersenyum melihat ulah suaminya itu.
"Masih pagi Ki, Mira mau nyusuin baby M dulu, nanti aja bermesraannya." ujar mamanya yang berjalan mendekati mereka.
"Apa nggak ada yang di kulkas ma?" tanya Zaki memohon.
"Jika ada mamanya ya nyusunya lansung aja, jika mamanya tidur baru di kasih yang ada di kulkas, kamu ini sibuk monopoli istri kamu aja, ingat udah punya anak." jawab mamanya menoyor kepala anak lelakinya.
"Ma jangan main pukul kayak gini ma, malu sama baby M." ucap Zaki memegang kepalanya.
"Tau malu, tapi kelakuan masih kayak anak - anak." jawab mamanya.
"Ayo mir kita kekamar baby M.' ajak mamanya.
"Sayang I LOVE YOU, cintaku selamanya ada pada kamu, jangan lupa jalan pulang ke kamar kita setelah menyusui, mas tunggu dengan senang hati." ucap Zaki membuat Mira dan mamanya tertawa.
Sedangkan Zaki berjalan menuju kamarnya tidak kalah heboh. Dia juga tersenyum sendiri mengingat apa yang baru saja dia ucapkan. Cinta telah membuat urat malunya putus di depan orang lain.
TAMAT
Note : Sekian dulu cerita " Siapalah Aku." semoga suka.
__ADS_1
Jangan lupa untuk baca cerita tentang anak - anak Abian dan Dita ( Daffin) bersama dengan anaknya Galuh dengan Siska ( Mezza). Kali ini kisah mereka yang unik lantaran di jodohkan dari kecil oleh kedua ibunya. Mereka ini lahir di hari yang sama jadi selama ulang tahun selalu di rayakan berbarengan. Gimana kesalnya kan Daffin terhadap Mezza yang selalu di suruh mengalah.
Yuk intip cerita selanjutnya " CINTA DAFIZZA" (Dafizza \= Daffin dan Mezza)