Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 67


__ADS_3

Si rumah Abian nampak agak heboh setelah kepergian keluarga Amar. Mira nampak agak malu di permalukan seperti tadi. Tanpa banyak kata dia lansung berlari menuju kamarnya.


"Bian, kenapa ini terjadi? kenapa mereka mempermalukan Mira seperti ini?" tanya ayah tirinya.


"Mungkin mereka ada benarnya yah." jawab Abian.


"Mereka tidak salah, yang tidak tau malu adalah keluarga kita, bisa - bisanya wanita bersuami di Carikan jodoh." jawab Dita.


"Kamu kenapa sih tidak pernah mendukung usulan kami? apakah karena kamu wanita kaya lalu kamu bersikap seperti itu kepada kami." ucap ibunya Abian.


"Loh aku gimana? aku di sini benar." jawab Dita mulai kesal dengan ibu mertuanya.


"Ajari istri kamu sopan santun Abian, dulu udah akur eh sekarang mulai melawan lagi." ucap Ibunya.


"Udahlah Bu, kita memang salah, biarkan saja Mira menentukan arah hidupnya." jawab Abian.

__ADS_1


"Ohw kamu udah di setel sama istri kamu, kamu takut di cerai dia lalu hidup miskin? kamu ini lelaki, jangan mau harga diri kamu di injak-injak." ujar ibunya emosi.


"Aku nyetel gimana sih Bu? ibu sendiri yang merendahkan anak ibu, aku tanpa mas Abian nggak akan seperti ini, Arkarna Group semua berkembang berkembang karena kerja keras mas Abi Bu." jawab Dita.


"Nah harusnya kamu sadar diri, apalagi ternyata saham Abian jauh lebih besar daripada kamu saat ini." ucap ibu Abian dengan congkak.


"Bu, kenapa ngomong seperti itu? harta kami sama, nggak ada milik ini dan milik itu." jawab Abian mulai kesal.


"Abian kamu jika merasa kami merepotkan, kami bisa kok pindah kerumah kami yang lama." ujar ayah tirinya.


"Ini pasti ide kamu." tuduh ibu Abian.


"Dita, ayo masuk." teriak Abian yang masih mendengar tuduhan dari ibunya kepada istrinya.


Dita berjalan meninggalkan ruang tamu menuju kamar mereka. Dia hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap mertuanya yang mulai menyalakan dirinya lagi. Dia baru menyadari bahwa pengaruh Mira ini sangat bahaya bagi dia. Kedua mertuanya sangat mengutamakan kebahagiaan Mira daripada Abian atau dirinya.

__ADS_1


Dikamar ukuran 3 x 6 meter nampak seorang wanita sedang duduk melamun. Bayangannya masih terngiang ucapan orang tua Galuh.


Dia merasa sangat malu sekali malam ini. Ucapan keluarga Galuh ada benarnya. Dia memang wanita tidak tau malu karena berani membuka peluang agar di jodohkan dengan lelaki lainnya.


Mir memikirkan cara agar bisa menjalankan hidupnya tanpa di atur lagi oleh keluarganya. Ia memikirkan apa solusi dari jalan hidupnya.


Mira mencoba mengkalkulasikan uang yang ada di rekeningnya. Ia memikirkan usaha apa yang akan ia buka untuk menghidupi dirinya tanpa bantuan Abian lagi.


Dia juga tidak mau merepotkan kedua orang tuanya. Mira mencoba mencari bisnis yang cocok di google.


"Apa aku buka usaha jual baju online lagi?" tanyanya dengan nada pelan.


"Kayaknya itu deh kelebihan aku, mungkin besok aku jalan aja cari ruko." ucap Mira lagi.


"Lalu setelah ketemu ruko, aku akan buat kamar lalu aku bisa tinggal di sana sementara waktu, Tapi apa kabarnya dengan papa mertua aku ya?' ucap Mira masih memikirkan papa mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2