
Amar baru saja kembali dari rumah sakit. Ia bergegas membersihkan diri untuk mengikuti acara makan malam di kediaman Abian.
Semua keluarga Amar mengikuti makan malam yang sudah di atur oleh Abian dan Galuh. Amar hanya mengikuti maunya keluarganya.
Mereka berangkat ke rumah Abian menggunakan 3 mobil. Papa, mama dan Amar satu mobil, Galuh dan keluarga kecilnya satu mobil lalu Bella dan keluarga kecilnya juga satu mobil.
Mereka sudah sampai di kediaman Abian. Mereka lansung bergabung dengan keluarga besar Abian. Abian dan yang lainnya sudah nampak menunggu mereka.
"Assalamualaikum." ucap keluarga Amar hampir bersamaan.
"Waalaikumsalam, ayo masuk." ucap Abian.
Mereka masuki rumah Abian. Mereka lansung menuju meja makan. Amar melihat beberapa orang yang belum dikenalnya ada diantara keluarga Abian.
"Ada baiknya kita makan dulu." ujar Abian lagi.
"Dita mana bang?" tanya Siska yang masih belum paham maksud tujuan kedatangan yang sebenarnya kerumah ini.
"Ada, bentar lagi mungkin turun." jawab Abian.
"Udah lama juga keluarga kita nggak makan malam." ucap papa Galuh.
"Iya om, ayo di makan sajian yang ada." jawab Abian.
"Maaf ya semua, aku baru turun." ucap Dita tersenyum terpaksa.
"Nggak apa-apa, kami juga baru datang." jawab mama Amar.
__ADS_1
"Ayo kita makan dulu." Dita menawarkan makan.
Mereka melanjutkan acara makan malam. Amar kurang memperhatikan orang-orang yang ada di meja makan. Sedangkan Siksa nampak sangat tidak suka melihat kehadiran Mira di sini.
Mira hanya menunduk diam saja. Ia tau bahwa teman Dita ini selalu tidak menyukai dirinya. Ia hanya agak kaget melihat lelaki yang ada diantara keluarga Galuh.
"Apa dia yang mau di jodohkan dengan aku?" ucap Mira melihat lelaki itu.
"Wajar wajahnya familiar karena sangat mirip dengan Bang Galuh." ucapnya lagi dalam hati.
Siska melihat sekilas bahwa Mira sedang memperhatikan Amar. Ia sangat tidak sabar menunggu acara makan malam ini selesai.
"Kapan selesainya? aku pengen ngobrol sama Dita nih, ingin tau kenapa kuntilanak itu masih tinggal disini?" tanya Siska penasaran.
Siska tetap menyantap makanan di depannya sambil sesekali memperhatikan Mira. Sedangkan Dita sudah merasa tidak nyaman berada di acara makan malam ini. Dia adalah orang yang paling menentang memperkenalkan Mira kepada Amar.
"Jadi yang mana adik Abian yang mau dikenalkan dengan Amar?" tanya papa Galuh memulai pembicaraan.
"Adik Abian mau di kenalkan ke Amar?"tanya Siska.
"Iya, karena Amar belum juga menemukan pendamping hidup, apa salahnya kita coba memperkenalkan." ucap Papanya lagi.
"Adik iparmu yang masih kuliah Dit?" tanya Siska.
Dita menggelengkan kepalanya karena mulutnya terasa kaku. Abian juga agak takut ketika Dita nampak kurang nyaman berada di meja makan.
"Ini adik Abian, Mira." jawab ibu Abian sambil memperkenalkan Mira.
__ADS_1
"Mira." ucap Siska berbarengan dengan Alan.
"Kenapa sis? Kenapa Alan?" tanya mama Amar yang dari tadi diam.
"Mira inikan masih bersuami." ucap Siska tidak tahan untuk menyampaikan apa yang ia tau.
"Ini apa maksudnya Abian, kamu mau mempermainkan keluarga kami?" tanya papa Galuh agak tersinggung.
"Bukan begitu pa, Mira itu memang sudah menikah tapi dia nikah kontrak." jawab Galuh mencoba menjelaskan.
"Tapi tetap saja dia sudah menikah, apa maksud kalian mengatur hal seperti ini, ini seperti menertawakan keluarga kita Galuh."
"Mungkin bang Galuh belum move on dari itu perempuan makanya dia mau adiknya menggantikan dia." jawab Siska menyindir Galuh.
"Kok kesitu sih arah pikiran kamu?" tanya Galuh.
"Ini belum move on apa ini Siska?" tanya mamanya.
"Kan ini perempuan yang di kejar - kejar bang Galuh waktu pertama kali kami menikah ma." jawab Siska membuat Galuh ingin membungkam mulut perempuan itu.
"Dia perempuan itu Galuh?" tanya mamanya melihat Galuh.
"Iya ma, tapi itu tidak seperti yang di pikirkan oleh Siska."
"Papa tidak setuju Galuh, mohon maaf Abian mungkin lebih baik uruslah surat perceraiannya terlebih dahulu baru carikan dia jodoh." jawab papanya agak tersinggung.
"Mungkin tidak ada yang kita bahas lagi, mungkin lebih baik kami permisi." ucap papanya lagi dengan keadaan sudah emosi.
__ADS_1