
Ami sudah berada di rumah Eric yang dia dapat alamatnya dari temannya. Eric sudah pindah kerumah yang lebih bagus semenjak menikah dengan wanita ini.
Ami tau bahwa wanita ini lebih muda dan lebih kaya daripada dirinya. Saat ini Ami dan Amar sedang berada di gerbang rumah ini.
Amar mencoba negosiasi dengan penjaga rumah ini. Namun percuma karena mereka bersikeras tidak menerima tamu. Ami sangat kecewa dengan sikap mereka. Ami hanya bisa menangis karena sudah beberapa hari dia berpisah dari Gala.
Karena tidak bisa dengan baik - baik, pada akhirnya Amar mencoba mencari cara. Ia tidak ingin Ami bersedih seperti ini.
"Kita pulang dulu, nanti aku pikirkan cara lain."
"Tapi aku ingin ketemu Gala." jawab Ami dengan wajah sedih.
"Iya, aku paham tapi ada kalanya kita harus bersabar sebentar."
"Sabar apa, aku tidak tau apa yang terjadi dengan anakku." jawab Ami ketus kepada Amar.
"Tidak semua cara bisa di pakai dengan kekerasan, aku bisa aja bawa anak buah kesini, namun ini namanya penyerangan Ami." ucap Amar menjelaskan.
"Aku ini masih tua 10 tahun dari kamu."
"Iya mbak Ami, maaf."
__ADS_1
"Aku ini gurumu."
"Iya buk Ami, puas." jawab Amar masih bersabar dengan sikap Ami.
"Umur aja yang tua, tapi kelakuan masih labil." gerutu Amar di dengar oleh Ami.
"Tadi ngomong apa?" tanya Ami cemberut.
"Nggak ada." jawab Amar berbohong.
Tiba-tiba mereka terkejut ketika melihat penjaga rumah membawa Gala ke dalam mobil. Di sana nampak istri Eric buru - buru masuk mobil.
Amar dan Ami merasa ada yang tidak beres dengan Gala. mereka segera mengikuti kemana mobil itu berjalan.
"Kenapa dia?" tanya Amar kepada wanita yang ada di sana.
"Siapa kamu, awas minggir." ucap wanita yang berstatus sebagai mama tiri Gala.
"Saya dokter di sini." jawab Amar memberikan kode kepada perawat.
Ketika Gala dibawa kedalam IGD, Ami segera turun. Ia tidak henti menangis melihat anaknya lemas tidak berdaya.
__ADS_1
"Kamu apakah anak saya." teriak Ami kepada istri Eric.
"Aku.. aku nggak apa-apain dia."
"Bohong." ucap Ami histeris melihat kepala anaknya berdarah.
"Tenang Ami, ini rumah sakit, ayo kita doakan Gala." Amar mencoba menenangkan Ami.
Ami segera mendekat ke Gala agar anaknya kuat. Gala sudah di tangani oleh dokter yang jaga di IGD.
"Jika berhasil sesuatu, kamu akan saya kejar sampai ke liang kubur." ucap Amar mengancam wanita yang ia tidak tau namanya.
Amar segera masuk kedalam ruang IGD agar bisa menenangkan Ami. Amar memeluk Ami dari belakang agar bisa memberikan kekuatan kepada wanita itu. Amar tidak sadar bahwa hal itu membuat para perawat berbisik - bisik.
Hal itu juga di liat oleh mamanya Amar. Mama Amar terhenti ketika melihat anaknya sedang menenangkan seorang perempuan.
Amar merasa geram karena menemukan beberapa bekas lebam di tubuh Gala. Ia merasa ada yang janggal dengan lebam yang ada ditubuh Gala.
"Mar ini Gala kenapa?"
"Aku akan selidiki masalah ini, kamu tenang aja, jika Gala dia yang membuat celaka, maka akan aku pastikan keduanya mendekam di penjara." ucap Amar.
__ADS_1
"Kenapa dengan Gala?" terdengar suara familiar bagi Ami. Itu suara Eric bertanya kepada istrinya.