
"Aku cukup sadar akan diriku, tapi hanya berteman apakah masih salah juga." Ucap Ami dalam hatinya.
Ia tidak memungkiri bahwa dia bahagia berteman dengan Amar. Ia sangat bahagia karena Amar bisa membuat dia melihat senyum Gala begitu senang. Bagi Ami kesenangan Gala segala-galanya.
Bagaimanapun Ami tetap menjaga hatinya agar tidak suka sama Amar. Cuma kali ini Ami tidak lagi memaksa Amar memanggil dengan berbagai embel-embel.
"Ngapain ngelamun di sini?" tanya Amar mengagetkan Ami.
"Gala mana?" tanya Ami mencari keberadaan Gala anak semata wayangnya.
"Gala naik wahana kereta api, jadi baru jalan mengelilingi arena ini."
"Ohw, terimakasih atas supportnya kepada gala, dia sangat bahagia bersama kamu"
"Kita ini teman susah dan senang, jadi tidak perlu sungkan." jawab Amar.
"Aku kesana bentar ya." pamit Amar.
Ami hanya menganggukkan kepalanya. Amar pergi ke sebuah tempat menjual minuman. Ia melihat ada beberapa toko yang menjual Boba.
Tidak lama kemudian Amar datang membawa du Boba dan satu air mineral.
"Nih ayo di minum."
"Kok kamu beli tanpa izin? kan aku nggak enak."
"Nggak enak kasih kucing aja, ribet amat."
"Berapa lama lagi kira - kira kamu selesai dari kuliah dokter spesialis kamu??" tanya Ami mencoba mencairkan suasana.
"Target 2 tahun lagi, semoga tercapai."
__ADS_1
"Aamiin."
"Kenapa tanya - tanya, apa sudah siap jadi istri aku? soal uang tenang, aku rasa mama aku akan antusias dengan pernikahan aku." jawab Amar.
"Mana ada seperti itu?
"Jangan ragu, meski aku belum selesai masa pendidikan, untuk makan dan tempat tinggal aku masih mampu."
"Emang gaji kamu cukup."
"Ya cukup lah, orang aku masih punya saham di rumah sakit keluarga, jadi masih ada duitnya."
"Kenapa kamu begitu menyanyangi Gala?"
"Karena udah kayak anak sendiri." ucap Amar dengan tenang.
"Jangan berlebihan ya, takut saat kamu nggak bisa lepas dia." ucap Ami.
"Dalam kamus aku nggak ada pula anak sendiri kayak di bedakan." ucap Amar.
"Sama - sama"
Gala sudah sampai di hadapannya mereka.
"Asik, ayo naik yang lain lagi om."
"Naik apa lagi?"
"Yang di sana." tunjuknya melihat sepeda terbang.
"Mau ikut?" tanya Amar kepada Ami.
__ADS_1
"Nggak ah, takut, cukup kalian aja yang naik." ucap Ami.
"Kan ada aku."
"Udahlah pergilah kalian sana." usir Ami dengan tangan mengusir.
Gala dan Amar kembali ke wahana yang main yang lainnya. Setelah puas bermain akhirnya mereka mencari restoran untuk makan malam.
Setelah selesai makan, Amar lansung mengantarkan meraka agar pulang lebih cepat. Gala nampak kelelahan hanya tidur di pelukan Ami.
...****************...
"Amar, apa kamu besok malam ada waktu?" tanya Papanya ketika dia baru saja sampai.
"Kenapa memangnya pa?"
"Besok kamu harus hadir makan malam keluarga."
"Apakah bang Galuh sama Bella hadir pa." tanya Amar
"ikut."
"Baik pa."
Amar lansung bergerak menuju kamarnya. Rumah ini mulai tampak sepi semenjak Galuh dan Bella pindah rumah.
Amar bersiul - siul penuh dengan kemenangan.
"Siap - siap untuk tidur." ucap Amar berlalu kekamar mandi. Setelah selesai mandi, ia lansung berbaring di tempat tidurnya.
[Selamat berjumpa lagi di lain hari, semoga setelah itu merindukan aku]."
__ADS_1
[dalam mimpimu.]" balasan dari Ami.
Amar lansung tertawa puas karena telah menggoda Ami malam ini.