Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 73


__ADS_3

Zaki sedang duduk di toko roti mamanya. Toko roti ini baru beroperasi selama seminggu. Meskipun baru dibuka tapi toko ini tergolong ramai.


Zaki melihat ibunya sibuk melayani pelanggan. Zaki merasa senang karena beberapa Minggu ini mamanya nampak agak berubah dari biasanya.


Mamanya menghampiri Zaki yang sedang duduk sambil melihat-lihat. Zaki tersenyum senang kepada mamanya. Mamanya merasa senang karena baru kali ini melihat senyum tulus dari anaknya semenjak Zaki dewasa.


"Kamu udah makan?"


"Udah tadi ma, mama sehat?"


"Sehat, bagaimana kabar papa kamu?" tanya Mamanya karena sudah hampir satu bulan tidak bertemu papa Zaki.


"Alhamdulillah baik ma."


"Zaki, kapan kamu jemput Mira?" tanya mamanya.


"Emang kenapa ma?"


"Sebaiknya kamu jemput istrimu kembali, bagaimanapun dia istri kamu, dia tanggung jawab kamu."


"Bukannya mama tidak setuju?"


"Mama udah setuju, Mira wanita baik, dia bahkan mau memaafkan kami." ujar mamanya.

__ADS_1


"Memaafkan mama?" tanya Zaki masih belum mengerti.


"Sebulan yang lalu, mama menghampirinya ke kota J, kami meminta maaf atas kejadian yang menimpanya, dia bahkan tidak marah atau memenjarakan kami."


"Keluarganya bagaimana ma?" tanya Zaki.


"Kamu tau bahwa Mira itu hanya adik tiri Abian, maka Abian tidak punya hak penuh mengatur dia, jika mama masih di sini artinya keluarganya sudah tidak melaporkan lagi dan sudah menerima semuanya."


"Tapi aku tidak mencintainya ma." jawab Zaki baru pertama kali jujur soal perasaannya kepada Mira.


"Kamu bisa belajar mencintai setelah menikah, mama sudah dengar jika kamu di khianati oleh Eliza."


"Kok mama tau?" tanya Zaki.


"Mama udah selidiki dia, apalagi sekarang hubungan dia dan pacar barunya mulai terekspos media, jemputlah istri kamu dan bahagiakan dia." nasihat mamanya.


"Jika tidak segera proses perceraian, jangan gantung hubungan kalian, jelasin status dia." ujar mamanya.


"Ya ma, Zaki pikirkan dulu mana yang terbaik."


"Andin apa kabar ya?" tanya mamanya agak sedih mengingat hampir sebulan tidak bertemu anak sulungnya.


"Kak Andin sehat, dia hanya sedang belajar menjadi wanita dan ibu yang baik, jadi nggak banyak keluyuran lagi." jawab Zaki.

__ADS_1


"Semoga rumah tangga mereka selalu awet, kasihan anak - anaknya jika harus bercerai."


"Kan mama bisa jodohin dengan anak teman mama, bukannya kak Andin banyak peminatnya." jawab Zaki asal sebut aja.


"Ayah tiri belum tentu sebaik ayah tiri, lagian Yusuf itu laki-laki baik, beruntung Andin mendapatkan dia." ujar mamanya mengingat betapa baiknya menantu laki - lakinya.


"Tapi perusahaan dia lagi bermasalah loh ma, apa mama nggak takut kak Andin jatuh miskin?" tanya Zaki lagi.


"Uang masih bisa di cari." ujar mamanya.


Zaki tersenyum mendengar jawaban bijak mamanya. Dia sudah yakin bahwa mamanya telah berubah ke arah yang lebih baik.


"Kamu nggak ke kantor?" tanya mamanya.


"Mama ngusir aku?" tanya Zaki sambil tersenyum.


"Bertanya bukan mengusir."


"Tapi nggak usah ngomong ngotot juga ma."


"Ya udah pergi aja sana, bisa rugi mama sering kasih kamu makan cake gratis." ucap mamanya sambil bercanda.


"Ih owner toko roti ini sangat perhitungan sekali, rajin - rajin sedekah ma biar makin lancar rezekinya."

__ADS_1


"Mending sedekah sama orang kurang mampu, kamu ini orang kaya makin rugi mama." jawab mamanya di sambut tertawa Zaki.


Mamanya melanjutkan pekerjaan selanjutnya membuat cake pesanan hari ini. Sedangkan Zaki masih duduk di sana sambil mengecek pekerjaannya.


__ADS_2