Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 84


__ADS_3

Mereka telah sampai di kafe Xx. Mereka lansung memesan yang ada di list tersebut. Sambil menunggu, mereka duduk mengobrol terlebih dahulu.


Banyak obrolan yang mereka bahas kali ini. Keakraban mereka berdua di foto oleh seseorang tanpa mereka sadari.


Di seberang sana seseorang nampak tersenyum melihat foto yang di kirimkan oleh anak buahnya. Dia bahagia jika keluarganya rukun seperti ini. Tapa ada yang curiga atau pertengkaran.


"Semoga kalian semakin akrab." ucapnya dengan senang.


"Tetap pantau mereka dengan baik." ucapnya kepada anak buahnya.


Sedangkan di tempat lain lagi nampak seorang wanita menangis di sofa. Dan seorang lelaki menenangkan kakaknya. Dia adalah Andin dan Zaki.


"Ternyata mas Yusuf nggak selingkuh Ki." ucapnya.


Darimana kakak tau?" tanya Zaki mengusap punggung kakaknya sambil mencari tau.


"Kemaren kakak ketemu sama perempuan itu sambil bergandengan tangan dengan laki - laki lain, aku marah dan tanya dia." cerita Andin mengalir begitu saja.


"Ternyata itu suaminya, dan dia diminta tolong sama Yusuf untuk berpura-pura menjadi selingkuhan Yusuf." cerita Andin lagi.


"Lalu?" tanya Zaki.


Itu dia lakukan agar bercerai dengan kakak, agar kakak meninggalkan dia dalam keadaan bangkrut."


"Sekarang maunya gimana?"tanya Zaki.

__ADS_1


"Apa kamu nggak bisa bantu?" tanya Andin.


"Bisa kak, kalian mau aku tanam modal berapa?"


"Terserah kamu aja, dan Kakak mau bagian Ki dari usaha keluarga kita, nggak usah banyak-banyak yang penting bisa membantu mas Yusuf dari keterpurukannya." jawab Andin.


"Oke, di ATM ini ada beberapa uang, silahkan Kakan gunakan dengan sebaik-baiknya." ucap Zaki.


"Terima kasih dek."


"Mungkin Minggu depan aku dan Mira mau balik kerumah." ucap Zaki memberi tahu Andin.


"Baik, nanti kakak akan masak yang banyak."


"Kakak nggak nginap di sini dulu?" tanya Zaki kurang yakin jika kakaknya akan menginap.


"Tidak, kakak akan pulang secepatnya, lalu akan berdamai dengan mas Yusuf." jawabnya semangat.


"Baik kak, aku mau kekantor dulu." pamit Zaki juga.


Sebelum kekantor, Zaki mengantarkan Andin ke bandara terlebih dahulu. Setelah itu dia baru menuju kantornya.


Sesampai di kantor, ia kembali berjalan dengan senang hati. Ia berpura - pura berkeliling memeriksa karyawan bekerja.


Ia kecewa karena melihat kubikel Mira kosong. Ia merasa pasti ada yang tidak beres. Apalagi mengingat banyaknya pekerjaan yang di kerjakan oleh Mira.

__ADS_1


"Mana karyawan yang duduk di kubikel ini?" tanya Zaki dengan ekspresi dingin.


"Dia sedang keluar pak." jawab Pak Anwar.


"Kenapa dia bisa keluar di Jam kerja pak Anwar, kenapa kalian membiarkan dia keluar." emosi Zaki tidak terkendali lagi.


"Dia menawarkan diri pak untuk keluar membelikan yang lainnya minum." jawab Pak Anwar.


"Oke, suruh dia masuk keruangan saya, dia pikir dia siapa." ucap Zaki emosi berjalan ke ruangannya.


"Baik pak." jawab pak Anwar menggaruk kepalanya.


Tidak lama kemudian Mira datang membawa banyak minuman dan beberapa makanan. Ia membagikan kepada yang memesan sesuai list.


"Mana bayarannya?" tanya Mira kepada Bila karena uangnya kurang.


"Ah besok aja, kayak nggak ketemu lagi padahal ketemu terus, mending kamu urus aja kemarahan pak bos yang melihat kamu keluyuran saat jam kerja." jawab Bila.


"Tapi aku.." Jawab Mira terputus.


"Mira cepat ke ruangan pak Zaki, saya takut jika semua kena amukan." ucap pak Anwar setengah berteriak.


"Baik pak." jawab Mira berjalan ke ruang pak Zaki.


"Rasain Lo, bisa nangis kamu di sana nanti." ucap Bila sambil mencibir. Mira tidak menghiraukan apapun yang keluar dari mulut busuk Bila.

__ADS_1


__ADS_2