Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 28


__ADS_3

Amar nampak sibuk membaca buku - buku yang menunjang mata kuliahnya. Dari kedua saudaranya, Amar memang anak yang paling gigih dalam mengejar cita-citanya.


Ketika jam 2 Amar berniat meninggalkan kampus untuk menuju rumah sakit. Amar memang bekerja di rumah sakit keluarga akan tetapi dia tetap diperlakukan sama oleh yang lain.


Jam 5 sampai malam adalah jadwal Amar praktek di rumah sakit. Ketika baru sampai di rumah sakit, dokter Mela baru juga sampai di rumah sakit.


"Baru sampai juga dok?" tanya Dokter Mela dengan ramah.


"Iya dok, dokter baru pulang kuliah juga?"


"Iya dok, mau gimana lagi dok, demi sebuah cita - cita."


"Kenapa tidak fokus kuliah aja?" tanya Amar sambil jalan menuju lobi rumah sakit.


"Ingin merasakan susahnya mencari sesuap nasi dok, jika bisa kuliah sambil kerja kenapa tidak?"


"Nggak berniat untuk keluar negeri?"


"Harusnya itu yang saya mau tanyakan kepada dokter." jawab dokter Mela.


"Jangan bertanya jika jawaban kita masih sama." jawab Amar sambil tertawa.


"Duluan ya dok." pamit dokter Mela kepada Amar ketika memasuki ruangannya.


Amar masuk kedalam ruangannya dan tidak lama kemudian masuklah seorang perawat. Perawat yang bertugas memberikan data pasien yang akan masuk.

__ADS_1


Setelah itu perawat membuka pintu memanggil antrian pertama yang akan di periksa oleh Amar. Seseorang wanita masuk kedalam bersama dengan seorang laki-laki.


"Silahkan duduk." ujar Amar dengan ramah.


Pasien duduk di hadapan Amar. Perawat mengecek tekanan darah pasien serta menulis berat badan pasien.


"Kenapa buk?" tanya Amar.


"Saya pusing dok, badan meriang dan muntah - muntah."


"Ada alergi obat?"


"Nggak dok."


"Sudah berapa hari buk?"


"Baik saya coba cek ya Bu, silahkan berbaring di sana Bu." tunjuk Amar ke meja periksa yang ada di ruangannya.


Perawat membantu pasien untuk menuju meja periksa. Amar lansung memeriksa pasien menggunakan stetoskop. Setelah itu Amar kembali duduk di kursinya.


"Saya tuliskan resep, nanti di ambil di apotik ya Bu, jika obat ini habis tidak ada reaksi, ibu kembali kesini ya." ucap Amar.


"Baik dokter."


Setelah pasien keluar, muncul lagi pasien yang lain. Begitulah rutinitas Amar di rumah sakit yang bertugas di bagian poli umum.

__ADS_1


Ketika jam telah menunjukkan pukul 9 malam, Amar keluar dari ruangannya. Ia masuk ke ruangan untuk minum. Disana ia melihat beberapa dokter sedang minum teh atau sekedar mengobrol sesama rekan. Amar hanya meminum air hangat lalu berbincang sebentar lalu kembali ke ruangannya.


Ponsel Amar berdering saat ia masuk keruangannya. Ia tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.


"Tumben menelpon aku." ucapnya dengan semangat.


"Hallo, kenapa?"Tanya Amar dengan lembut.


"Gala panas, bisa kerumah nggak?" tanya wanita di seberang sana.


"Tunggu, aku lansung jalan ke sana." ucap Amar lansung mematikan sambungan teleponnya lalu bergegas membuka jasnya. Amar menggantung jasnya di tempat khusus.


"Saya pulang duluan ya mbak." ucap Amar kepada perawatnya.


"Ya dokter." jawab perawatannya sambil merapikan data - data pasien.


Ditempat lain Ami nampak sedang cemas melihat anaknya demam. Badan Gala terasa panas semenjak tadi sore. Ami sudah mengompresnya Bakan tetapi demamnya tidak kunjung turun.


"Cepat sembuh anak bujang bunda." ucap Ami mengusap kepala Gala.


Ami masih saja gelisah karena Amar juga belum kunjung datang. Sudah 20 menit ia menunggu namun Amar belum juga sampai.


Kring kring kring


"Halo."

__ADS_1


"Aku sudah diluar."


__ADS_2