
Mira berjalan dengan agak malas keruangan Zaki. Ia tau bahwa ini pasti akal - akalan laki - laki itu agar dia ke ruangannya.
Mira telah sampai di depan ruangan Zaki. Dia lansung masuk karena tidak melihat Rina di mejanya. Ketika ia membuka pintu, ia melihat Rina sedang mempelajari apa yang di jelaskan oleh Zaki.
Selain Rina juga ada seorang lelaki gagah yang duduk di sebelah Rina. Dia tampak tidak kalah gagah dengan Zaki.
"Oke, semoga kalian bisa mengerjakan dengan baik, silakan keluar."
"Kamu mengusir aku?" tanya lelaki itu sambil tersenyum.
"Itu perintah, segera laksanakan." ucap Zaki membalas senyuman lelaki itu.
Mereka keluar berbarengan sehingga mata Mira masih fokus kepada mereka berdua.
"Mereka lebih menarik perhatian kamu dari pada aku?" tanya Zaki lansung memeluk istrinya.
"Siapa lelaki tadi mas?" tanya Mira kepo.
"Tanya bertanya lelaki lain kepada aku sayang."
"Dia siapa mas?"
"Dia asisten aku di sini."
"Sepertinya Rina sangat menyukai dia."
__ADS_1
"Biarkan itu urusan n mereka, urusan kamu adalah menyuapi aku makan, aku belum makan dari pagi."
"Kok belum makan? bukannya BI Darmi udah masak?"
"Aku maunya di temani kamu sayang, lagian masakan kamu jauh lebih enak."
"Jadi sekarang bagaimana?" tanya Mira bingung.
"Kita kelantai atas ya." tarik Zaki menuju lantai atas.
Mereka berjalan dengan agak cepat agar tidak ada yang melihatnya. Lantai paling atas adalah seperti sebuah apartemen. Ruangan ini juga sering di gunakan Zaki ketika harus lembur sampai tengah malam.
Mira kembali terkesima melihat ruangan pribadi bosnya yang bagus. Ruangan ini seperti sebuah rumah pada umumnya.
"Kamu bisa masak di sini." ucap Zaki mengantarkan Mira kedapur ruangan ini.
"Tadi petugas di sini sudah mengisi kulkas, silahkan kamu olah makanan untuk aku makan sayang." ucap Zaki memeluk Mira.
"Gimana mau masak jika aku di peluk seperti ini." ucap Mira berusaha melepaskan Zaki. Dia .asih belum bisa melupakan sakit hatinya kepada Zaki.
"Baik, aku akan tunggu seperti biasa." ucap Zaki mengecup pipi Mira sekilas.
Mira tidak merespon apapun yang di lakukan oleh Zaki. Apalagi jika itu sentuhan fisik.Mira memasak apa yang ada di dalam kulkas. Sedangkan Zaki nampak sibuk dengan laptopnya.
Mira sudah selesai memasak, ia membawa masakannya ke meja makan mungil. Dia meletakkan dia atas meja tersebut. Lalu dia memanggil Zaki.
__ADS_1
"Mas udah siap."
"Hmmm harumnya masakan sayang." puji Zaki.
"Biasa aja mas, seadanya." jawab Mira merendah.
Zaki lansung duduk di meja makan dan lansung menyantap makan. Dia merasa sangat lapar sehingga ia menambahkan porsinya kembali.
"Lapar nampaknya." ucap Mira mencoba tersenyum.
"Makanya setiap pagi kamu harus masakin aku, lagian kenapa kamu berangkat kerja pagi ini?" tanya Zaki.
"Iya mas, tadi aku buat cake untuk kamu gimana?" tanya Mira memastikan.
"Enak, mas udah makan masa lupa. makan tadi pagi." jawab Zaki.
"Kamu juga nanti sakit." ucap Zaki menyiapkan Mira.
Mira lansung menerima suapan Zaki. Awalnya dia berpikir akan lebih lembut kepada suaminya.jika Zaki tidak melakukan kejadian tadi malam,maka mungkin Mira sudah senyum - senyum sendiri dan memeluknya dengan erat.
"Udah mas, Mira udah kenyang." ucap Mira berusaha menolak suapan berikutnya.
"Benaran udah kenyang mas." jawab Mira dengan lembut.
Lalu Zaki mendekat ke arah Mira lalu memeluknya dan menggendongnya menuju kamarnya.
__ADS_1
"Mau kemana mas?" tanya Mira mencoba memberontak.
"Kamu istirahat dulu sayang, nanti aku bangunkan jam masuk kerja." ucap Zaki menyuruh Mira tidur karena ia melihat istrinya sudah kecapaian.