
Zaki merasa.jantungnya bergetar karena dekatnya wajah mereka. Entah kenapa Zaki merasa dia mulai jatuh hati kepada Mira.
"Apa aku mulai jatuh hati kepadanya?" tanya Zaki dalam hati.
"Kenapa hanya diam saja?" tanya Mira makin mendekat.
Nafas Mira terasa segar membuat Zaki semakin tidak karuan. Tiba-tiba Zaki mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi untuk memastikan hatinya.
"*kok dia mendekat? aku deg deg an." ucap Mira menjerit dalam hati.
"Ternyata dia cantik juga." ucap Zaki dalam hati*.
Mereka saling diam dan saling memandang. Tangan Zaki mulai bergerak menyentuh wajah Mira dengan lembut. Mira semakin canggung ketika wajahnya di belai oleh Zaki.
Zaki mendekatkan wajahnya lagi sehingga mata mereka bertemu. Zaki lansung ******* bibir Mira yang sedang menarik perhatiannya saat ini.
Mira terkejut mendapat ciuman dari Zaki. Dan ini bukan ciuman biasa yang ia dapatkan dari Zaki. Ia merasa melayang ke angkasa saat ini.
"Jangan di tahan nafasnya." ucap Zaki membersihkan mulut Mira dengan lembut.
Mira merasa malu dengan perlakuan Zaki. Dia menyembunyikan wajahnya ke dada Zaki.
"Apa kita pulang aja?" tanya Zaki dengan suara serak.
"Aku masih jam kerja tau, lagian ngapain pulang."
"Ya melaksanakan tugas kamu yang tertunda."
"Tugas apa?" tanya Mira merasa bingung.
"Tugas negara sayang." jawab Zaki dengan lembut di telinga Mira.
"Tugas negara? apa itu tugas aku hari ini? menemui kepala daerah gitu?"
__ADS_1
"Kok menemui kepala daerah? cukup menemui aku sayang."
"Katanya tugas negara." jawab Mira lagi.
"Tugas melayani suamimu ini." ucap Zaki mencium tangan Mira.
Mira terdiam mendengar ucapan Zaki. Ia tidak menyangka bahwa suaminya akan meminta secepat ini.
"Atau kita keruangan aku di lantai atas?" tanya Zaki dengan senyum penuh arti.
"Nggak nggak, jika diliat karyawan bagaimana?"
"Kenapa harus takut sama mereka sih." ucap Zaki mulai kesal.
Mira tau bahwa suaminya mulai kesal dengannya. Ia berinisiatif mencium suaminya terlebih dahulu.
"Jangan sekarang ya, kan malu." ucap Mira dengan malu - malu.
"Menolak suami dosa loh."
"Jangan menggoda." ucap Zaki memeluk Mira.
"Jadi aku udah bisa kembali bekerja?"
"Belum, kamu di sini dulu sampai nanti."
"Tapi nanti...."
"Tapi apa lagi? aku sudah siapkan jawaban jika mereka mencari kamu."
"Jawaban apa?" tanya Mira memandang Zaki.
"Jangan memandangku seperti itu, percaya saja sama suami kamu yang tampan ini." ucap Zaki tersenyum.
__ADS_1
"Nggak lucu ya mas jika kasih tau hari ini."
"Kamu sepertinya menikmati permainan, siapa yang mau kamu tindas nanti." ucap suaminya sambil tersenyum.
"Pikiran mu itu, aku tidak bermaksud seperti itu."
"Jadi kenapa bermain - main seperti ini?" tanya Zaki sambil mencium pipi Mira.
"Udah ah, jangan cium - cium terus."
"Istri sendiri pun daripada cium wanita lain."
"Coba aja."
"Emang kamu mau ngapain jika aku cari wanita lain?" tanya Zaki dengan lembut.
"Aku cari juga lelaki lain, kamu kira tidak ada lelaki yang suka sama aku?" tanya Mira tersenyum mengejek.
"Coba aja, aku habisi lelaki yang berani suka sama kamu."
"Makanya jangan coba bermain api."
"Iya sayang." jawab Zaki lalu kembali mencium tubuh Mira.
"Geli mas."
"Mas pengen manja - manja sayang."
"Nanti dirumah aja."
"Benaran?"tanya Zaki tersenyum senang.
Mira hanya mengangguk membuat Zaki memeluk Mira semakin erat.
__ADS_1
"Aku tunggu sayang." bisik Zaki membuat Mira tidak karuan.