Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 13


__ADS_3

Mira hanya diam mulai dari tadi siang. Tidak ada pembicaraan apapun kepada Zaki. Bahkan ketika Zaki bertanya dia dengan enggan menjawab.


Mira membaringkan tubuhnya di sofa yang biasa ia tidurin. Entah kenapa malam ini dia merasa rindu dengan keluarganya. Ia rindu dengan ayah, dengan ibunya dan adik - adiknya.


"Apa ini hukum karma buat aku karena tidak mengabari mereka.?" tanyanya dengan pelan pada diri sendiri.


"*Aku belum siap untuk bertemu dengan Abian, dia terlalu banyak mengatur hidupku semenjak menjadi adik tirinya." dia menjadi bicara dalam hatinya karena takut di dengar oleh Zaki.


"Jika aku telpon mereka, pasti anak buah Abian lansung menyeret aku pergi dari sini."


"Permasalahan ini akan selesai,tapi sampai kapan aku akan hidup dalam bayang - bayang Abian*."


Zaki yang baru saja selesai memeriksa dokumen melihat kearah sofa. Ia melihat Mira tidur memunggunginya.


"tumben tidur cepat." gerutu Zaki saat berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Mira membalikkan badan saat Zaki masuk kekamar mandi. Pada saat Zaki keluar dari kamar mandi, ia pura - pura memejamkan matanya kembali.


Zaki keluar dari kamar mandi menggunakan baju piyama. Dia sudah mulai ngantuk malam ini. Zaki merebahkan tubuhnya di kasur lalu mematikan lampu kamarnya.


Tidak lama kemudian terdengar suara ngorok Zaki dari atas kasur. Mira yakin bahwa lelaki itu sudah tidur.Mira duduk dari tidurnya dan lansung berjalan menuju balkon kamar.


Ia kembali menutup pintu balkon. Mira berdiri memandang langit. Entah kenapa hatinya malam ini merasa melow banget.


"Ayah maafkan anakmu ini, aku akan kembali saat aku sudah sukses."ucap Mira dengan nada pelan.


Zaki terbangun dari tidurnya saat mendengar suara petir. Ia melihat gorden balkon terbuka. Ia melihat Mira masih tidur di sofa dengan seluruh badannya tertutup selimut.


Saat menutup gorden balkon, ia melihat bahwa pintu balkon belum di kunci. Ia memang belum mengunci pintu balkon sejak tadi. Zaki menguncinya lalu menutup gordennya.


Zaki kembali melanjutkan tidurnya karena ia masih sangat mengantuk. Tidak sampai 30 menit, ia sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Sedangkan saat suara petir terdengar, hujan mulai turun dengan deras, Mira terbangun dari tidurnya.


"Ya ampun kok bisa tertidur di sini." ucapnya bergegas pindah kedalam kamar.


Namun saat membuka pintu yang menghubungkan balkon dengan kamar, ia terdiam sejenak. Pintunya terkunci dengan rapat.


Mira mencoba untuk menggedor-gedornya akan tetapi tidak ada tanda-tanda pintu itu di buka. Sudah 30 menit Mira mencoba memanggil Zaki. Namun Zaki tidak juga membuka pintunya.


Mira pasrah untuk bermalam di balkon dalam keadaan dingin karena hujan. Ia kembali duduk di kursi yang ada di sana.


Hawa dingin mulai menusuk ke tulang. Ia memeluk dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa dingin. Tampias air yang kadang sampai ke balkon membuat Mira semakin kedinginan.


Mira tidak bisa untuk memejamkan matanya karena dinginnya hari malam ini. Dia menggigil sampai ke tulang - tukangnya. Ia melihat jam masih pukul 12 malam. Artinya pagi masih lama lagi.


Mira mencoba memejamkan matanya berharap ia bisa tertidur agar pagi cepat datang. Rasanya ia sudah tidak tahan lagi untuk berada di balkon lagi.

__ADS_1


__ADS_2