Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 95


__ADS_3

Papa Zaki terkejut ketika melihat melihat Mira keluar kamar bersama dengan Zaki. Ia tidak tau bahwa anak menantunya sudah tinggal bersama. Ia merasa bersalah karena telah mengganggu pasangan muda yang sedang bermesraan.


"Eh ada Mira juga di sini." ujar papanya.


"Ada apa pa? papa itu mengganggu aja." protes Zaki.


"Mas." tegur Mira.


"Jika papa tau kalian udah baikan papa nggak aka. nyusul kamu kesini, kamu sih nggak kabarin papa." ujar papanya tidak mau di salahkan.


"Kami sibuk pa menghabiskan waktu berdua, mending papa urus kisah percintaan papa lagi, kejar tu mama lagi." usul Zaki sambil berjalan ke ruang santai yang ada di lantai atas.


"Harusnya mama kamu yang kejar papa, kan mama kamu yang bermain dari papa." jawab papanya masih gengsi.


"Papa dong, kan papa yang laki - laki, mama mah pasti malu pa." Zaki tidak mau kalah.


"Papa udah makan?"tanya Mira ingin menghentikan debat yang tidak jelas.


"Udah, papa mau istirahat dulu, jika kalian mau lanjut silahkan."


"Dari tadi kek pa." canda Zaki menarik tangan Mira.


"Mas apaan sih? kan jadi malu." ujar Mira dengan tersipu malu.


...****************...


Andin masih belum bisa bicara dengan Yusuf belakangan ini. Yusuf tidak pernah pulang kerumah lagi. Andin harus mencari tau keberadaan Yusuf karena Andin juga tidak menemukan suaminya di kantor.


Setelah menelpon teman - teman dekatnya, akhirnya Andin menemukan keberadaan Yusuf. Andin segera berangkat ke tempat di mana Yusuf berada. Andin menitipkan anak - anaknya di rumah bersama dengan mamanya.


Andin memacu mobilnya ketempat yang dituju. Andin memasuki perumahan biasa. Andin mengetahui tempat tinggal baru Yusuf dari teman dekatnya.


Andin berhenti di depan sebuah rumah sederhana. Dia turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumah tersebut dengan agak ragu - ragu.


Tok tok tok


"Assalamualaikum."


Tidak ada jawaban dari dalam rumah.


tok tok tok


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab orang didalam rumah tapi belum juga keluar.


Andin menunggu tuan rumah membuka pintunya. Setelah beberapa menit menunggu barulah tuan rumah membuka pintu.


Nampak Yusuf setelah pintu di buka dengan wajah terkejut. Andin juga agak terkejut melihat penampilan suaminya yang biasanya rapi. Tapi ini jauh dari kata rapi.


"Ngapain kamu kesini?" tanyanya dengan muka tidak bersahabat.


"Aku tidak boleh masuk mas?" tanya Andin dengan lembut.

__ADS_1


"Masuk." ucap Yusuf dengan dingin.


Andin masuk kedalam rumah dan menutup pintu kembali. Yusuf agak terkejut melihat pintu di tutup kembali oleh Andin.


"Kenapa di tutup pintunya?" ucap Yusuf masih menghentikan langkahnya.


"Biar aja mas, siapa yang mau protes toh kita masih suami istri." jawab Andin mendekati suaminya.


"Ada apa?"


"Aku kangen mas, janganlah seperti ini." ucap Andin lansung menghamburkan pelukan ke Yusuf.


"Jika tidak ada yang lebih penting bisa tinggal saya." ucap Yusuf tidak membalas pelukan Andin.


"Mas jangan seperti itu, ayo kita bicarakan masalah kita." Andin masih memeluk suaminya.


"Apalagi yang mau di bahas? aku sudah tidak mencintai kamu."


"Aku mencintaimu, aku tidak peduli jika kamu cinta atau tidak, hentikan semua sandiwara kamu, aku tau jika kamu seperti ini karena sedang kesulitan keuangan, aku tidak akan meninggalkan kamu apapun kondisi kamu." ucap Andin menatap mata Yusuf.


"Bicara apa kamu ini?" tanya Yusuf pura - pura tidak mengerti.


"Aku tau semuanya mas, aku tau jika wanita itu bukan selingkuhan mas, aku tau penyebab mas mau menceraikan aku, mas harus tau aku tidak akan meninggalkan mas dalam kondisi bangkrutpun sekaligus." ucap Andin masih menatap Yusuf dengan insten.


"Kamu tidak akan bisa."


"Belum mencoba sudah meremehkan orang lain." ucap Andin tersenyum lalu mencium pipi suaminya.


"Iya maaf aku salah mas." ucap Andin mencium tangan kanan suaminya.


"Kamu yakin?" tanya suaminya sambil membawa istrinya duduk kepelukannya.


"Yakin mas, tapi mas jangan marah dulu, aku tidak akan membiarkan perusahaan mas bangkrut, ini aku punya tabungan." ucap Andin memberikan sebuah ATM.


"Uang darimana ini?"


"Mas jangan berpikir macam- macam, ini uang aku hasil dari perusahaan, mas lupa jika aku masih punya saham di sana."


"Kamu....."


"Mas uang aku adalah uang kamu, aku tidak akan membiarkan suami aku kesusahan sendirian, tolong di terima ya mas, kita bangkit sama - sama." ucap Andin merayu suaminya.


"Terima kasih sayang." ucap Yusuf lalu mencium bibir lalu ke pipi lainnya.


"Apapun harus kita lewati bersama, jangan pendam sendiri ya mas." ucap Andin dengan agak di buat manja.


"Iya sayang." jawab Yusuf memeluk istrinya dengan erat. Ia merasa bersyukur bahwa istrinya masih masuk bersamanya dalam keadaan susah sekalipun.


"Kamu udah makan?" tanya Yusuf kepada istrinya.


"Belum, tapi aku bawa bekal untuk kita, ada di mobil, aku ambil dulu ya." Andin bangkit dari pelukan Yusuf hendak ke mobil.


"Biar aku aja sayang, kamu tunggu di sini aja." Yusuf berjalan keluar rumah.

__ADS_1


Andin tersenyum senang karena akhirnya hubungannya kembali rukun dengan suaminya. Ia senang karena suaminya juga telah memaafkan dirinya.


Zaki kembali dengan rantang ditangannya. Ia duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Mas ini rumah siapa?" tanya Andin.


"Ini mas kontrak, rencananya nanti mas mau pindah ke ruko kecil agar mulai dari nol lagi usaha mas." jawab Yusuf membuka rantang.


"Ini makanan kesukaan mas sayang." ucap Yusuf senang ketika melihat isi rantang.


"Iya mas, aku masak dulu sebelum kesini."


"Ayo makan." ajak Yusuf yang juga sudah lapar.


"Maunya di siapin." jawab Andin dengan tersenyum manja.


"Amboi manja sangat istri aku ini." ucap Yusuf tersenyum senang.


Yusuf menyuapi Andin makan dengan tangannya. Mereka makan dengan sangat lahap. Mereka berdua merasa kembali ke masa - masa baru berumah tangga.


"Setelah makan kita lansung pulang." ujar Yusuf


"Tidur di sini aja dulu semalam mas." ajak Andin.


"Mana bisa kamu sayang, di sini nggak ada AC." jawab Yusuf.


"Padahal mau berduaan dengan kamu malam ini."


"Di kamar juga berduaan sayang." ucap Yusuf tersenyum manis.


"Kita di sini ajalah mas, aku coba kok."


"Nggak sayang, aku tidak akan membiarkan istri aku, putri kesayangan pak Iskandar merasakan hidup susah seperti ini." ucap Yusuf menolak.


"Ya gagal romantis berdua."


"Bisa di kamar."


"Cari suasana baru."


"Nanti jika udah stabil kita pergi honeymoon lagi."


"Benar mas?" tanya Andin dengan senang.


"Ia, doain aja mas bisa melewati ini semua."


"Pasti mas." ucap Andin mendekat ke Yusuf. Dia menyandarkan kepalanya ke lengan kekar Yusuf.


"I Love you mas."


"I love you more sayang." jawab Yusuf mencium kening Andin.


"Mas bibir mas masih berminyak." protes Andin membuat Yusuf tertawa lepas karena memang ada bekas minyak di kening istrinya.

__ADS_1


__ADS_2