Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 81


__ADS_3

Mira baru pulang dari kerja berpapasan dengan Amar dan Ami. Ia melihat ada yang aneh karena mata Ami tampak sembab.


"Amar."


"Mira." sapa Amar balik.


"Kak Ami kenapa mar?" tanya Mira kepada Amar.


"Ada sedikit masalah, maaf aku tidak bisa cerita." jawab Amar karena notabenenya ini aib keluarga Ami dan Mira juga notabenenya bukan orang terdekat dia.


"Ohw semoga cepat terselesaikan ya kak Ami." ucap Mira dengan ramah.


"Mira ayo masuk." panggil ibunya.


"Aku masuk dulu." pamit Mira.


Mira masuk kedalam rumahnya dengan perasaan yang aneh. Entah kenapa dia merasa ibunya menjaga jarak dengan Ami semenjak Amar sering berkunjung ke rumah Ami.


"Ada apa sih Bu?"tanya Mira mulai kepo.


"Tadi pagi heboh banget karena ulah tetangga kita, anaknya si Gala itu di bawa lari oleh bapaknya." jawab ibunya dengan mimik tidak suka.

__ADS_1


"Mira tanya bukan masalah Kak Ami Bu, tapi lebih tepatnya kenapa ibu panggil Mira?" tanya Mira.


"Kamu jangan terlalu sering ngobrol sama si Ami, liat dia udah ambil Amar dari kamu."


"Kok ambil sih Bu? emang Amar siapanya aku Bu? lagian kayaknya mereka kenal lebih lama daripada kita."


"Kamu itu mau di jodohkan dengan Amar, eh dia malah ngembat pula."


"Bu aku ini masih istri orang, dan satu lagi sepertinya aku bakalan balik dengan mas Zaki."


"Apa? kamu nggak boleh balik sama dia, dengarkan ibu, dia bukan lelaki baik."


"Bu cukup, ini hidup aku."


"Ibu memang ibu tiri kamu, tapi ibu merawat kamu dari kecil sehingga ibu meninggalkan Abian waktu itu." ucap ibunya makin bersedih.


"Bukan seperti itu Bu, ibu adalah ibu Mira, tapi aku ini sudah dewasa, tolonglah kasih aku untuk menentukan jalan hidupku, dan aku juga tidak mau masalah ini sampai ke keluarga Arkarna Bu."


"Ada apa ini?"tanya ayahnya yang baru pulang bekerja.


" Mira mau balik sama suaminya yah."jawab ibunya.

__ADS_1


"Benaran Mir?" tanya ayahnya.


"Iya ayah mohon restunya, tapi kami akan tetap tinggal di kota ini karena mas Zaki sudah memindahkan kantor pusatnya ke kota ini." jawab Mira.


"Jika memang itu sudah menjadi keputusan kamu, kami bisa apa." ucap ayahnya.


"Terima kasih ayah dan ibu, mungkin besok mas Zaki kesini."


"Baiklah, lebih cepat lebih baik."


"Mira mau mandi dulu yah,ibu." pamit Mira.


Mira meninggalkan ayah dan ibunya di ruang tamu.


"Kok ayah malah setuju sih?"tanya ibunya.


"Itu sudah jadi pilihannya kita hanya mendukung dan memberikan doa agar pernikahan mereka baik - baik saja." jawab ayahnya.


"Tapi feeling ibu Zaki itu tidak mencintai Mira, dia bukan laki - laki yang baik yah."


"Kita beri dia kesempatan dulu baru kita menilai, mungkin itu lebih baik." ucap ayahnya.

__ADS_1


"Ya sudah jika begitu, ayah mandi dulu biar ibu siapkan makan malam." ucap ibunya berlalu kedapur.


Setelah makan malam sudah siap di atas meja makan, ayah dan Mira segera keluar dari kamar masing-masing. Saat ini di rumah ini memang ada mereka bertiga karena adik - adiknya Mira dari sebelah ayah dan adik - Adi Abian dari sebelah ibu sedang kuliah di luar negeri.


__ADS_2