Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 102


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Zaki merasakan tidak enak badan. Dia tidak fokus mengerjakan pekerjaan kantornya.


Sedangkan Mira semakin pusing dengan ulah Zaki. Di saat jam kerja Zaki sibuk menyuruh Karin untuk memanggilkan istrinya. Mira di buat bolak balik hanya karena Zaki ingin mencium aroma tubuhnya.


"Kok Mira sering masuk keruangan big bos ya? ada yang aneh deh." ucap Bila kepada temannya.


"Apa dia salah terus kerjanya, tapi dia anak kesayangan buk Karin saat ini." jawab temannya.


"Coba aja nanti aku bisa dapat hati big bos, buk Karin pun aku tendang dari sini."


"Emang bisa?" tanya temannya.


"Aku ini cantik, masa iya big bos nggak suka sama aku." ucap Bila dengan percaya diri.


"Eh gosip aja kalian, nanti saya yang di tegur buk Karin, kerja sana." ucap pak Anwar mendekati Bila dan temannya.


"Baik pak." jawab mereka kompak lansung mengerjakan pekerjaannya.


Sementara di ruangan big bos, Zaki seperti anak kucing yang menempel kepada induknya. Dia hanya ingin menghirup aroma wangi tubuh Mira. Entah kenapa Zaki merasa baikan ketika ada Mira di sisinya.


"Udah mas, aku mau kerja."


"Kamu resign aja deh sayang atau kamu pindah kerjanya di ruangan mas aja."


"Mana bisa gitu mas, nanti semua orang makin curiga."


"Sayang ayo kita umumkan pernikahan kita, mas nggak sanggup harus bersembunyi begini jika ingin bermesraan dengan kamu, lagian kamu ini udah hamil, nanti orang akan anggap kamu hamil diluar nikah." ucap Zaki menjelaskan keinginannya.


"Mana ada ceritanya begitu, mereka tau jika aku bersuami." jawab Mira menolak.

__ADS_1


"Kamu malu jika mereka tau kamu menikah dengan aku?" tanya Zaki.


"Justru aku yang insecure dengan mas."


"Kenapa?"


"Masa iya seorang big bos bisa suka sama aku yang biasa aja."


"Kecantikan kamu yang luar biasa sayang." ucap Zaki mengecup bibir Mira.


"Udahlah, merayu terus dari tadi." ucap Mira ingin berdiri dari pelukan Zaki.


"Aku belum puas sayang." rengek Zaki.


"Tapi bagaimana kamu kerja jika seperti ini?"


"Seperti ini mas malah nyaman."


"Mbak di larang masuk." ucap sang sekretaris berusaha melarang seseorang masuk.


"Awas, saya ada kepentingan dengan bos kalian" ucap wanita itu sudah berdiri di dalam ruangan Zaki. Wanita itu tampak terkejut melihat kemesraan Zaki dan Mira. Begitu juga dengan Zaki dan Mira. Mereka tidak menyangka bahwa wanita ini akan datang ke kantor.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Zaki dengan wajah dingin sambil menurunkan Mira dari pelukannya.


"Saya hamil." jawab Eliza.


"Trus kenapa jika kamu hamil?" tanya Zaki dengan mengejek.


"Saya minta pertanggungjawaban dari kamu, ini anak kamu."

__ADS_1


"Anak saya? apa kamu yakin sedangkan kamu sudah tidur dengan banyak lelaki." jawab Zaki dengan mengejek.


"Dan termasuk kamu, aku memakai pengawas dengan lelaki manapun kecuali kamu." jawab Eliza dengan tenang.


"Jika kamu meragukan anak ini, kamu bisa tes DNA." ucap Eliza dengan tenang sambil tersenyum.


Mira yang melihat ekspresi wajah Eliza yang tenang yakin bahwa itu adalah anak Zaki. Dia tau bahwa mereka pernah tidur bersama.


"Mas selesaikan dulu masalah kalian, aku keluar dulu." pamit Mira kepada Zaki.


"Kamu tetap di sini sayang, saya takut jika berduaan dengan ular betina ini berduaan." jawab Zaki menahan Mira.


"Sekarang takut, bukannya dulu kamu hanya maunya dengan aku, 24 jam pun kamu bisa dalam kamar dengan aku." ucap Eliza mengejek.


"Dulu aku buta dan bodoh." jawab Zaki.


"Sekarang silahkan keluar dari ruangan saya sebelum saya panggil satpam."


"Jika kamu tidak menikahi saya maka saya akan bongkar ini ke wartawan." ucap Eliza berjalan pergi.


"Silahkan." ucap Zaki tidak gentar.


Mira merasa ketakutan dalam dirinya njika masalah ini sampai ke wartawan. Ia tidak bisa membayangkan rumah tangganya akan di sorot oleh media. Perusahaan akan jatuh lalu bagaimana masalah ini akan melibatkan keluarga Arkarna.


"Mas jika benar itu anak .as, ada baiknya kamu nikahi dia."


"Kamu tidak percaya mas?" tanya Zaki menatap Mira.


"Saya percaya mas, akan tetapi saya juga melihat dengan mata kepala saya bagaimana mas tidur dengan dia." ucap Mira emosi lalu berlalu di hadapan Zaki.

__ADS_1


"Sayang tunggu, itu semua masa lalu." ucap Zaki mencoba menjelaskan kepada Mira namun Mira sudah keluar dari ruangannya.


__ADS_2