
"Sebenarnya Mira itu adalah istri aku."
"Kamu bercanda sayang?" tanya Eliza.
"aku sudah menikah dengannya secara kontrak, tapi itu cuma satu tahun saja yang."
"Jadi itu alasan kamu belum siap menikahi aku." ucap Eliza dengan emosi.
"Papa tidak merestui hubungan kita."
"Kamu tentang dong, mama kamu aja suka sama aku."
"Yang punya kekuasaan itu papa, kamu mau aku nggak jadi apa - apa, di keluarin dari kantor lalu cari kerja sana - sini." ucap Zaki.
"Emang papa kamu ngancam?"
"Iya, papa aku ancam tidak akan kasih sepersen pun jika aku menikahi kamu, apalagi jabatan." jelas Zaki.
"Jadi itu alasan kamu nikah sama dia? kamu udah sentuh dia ya?"
"Mana ada, mana mungkin aku selingkuh dari kamu sayang." ucap Zaki mencium kening Eliza.
"kenapa aku teringat dia saat cium Eliza." ucap Zaki dalam hatinya.
Ia teringat sewaktu dia mencium Mira saat wanita itu tertidur. Dan yang membuat dia tertawa paginya adalah ketika wanita itu tidak menyadari bekas ciumannya. Wanita itu bilang bahwa itu adalah di gigit semut.
"Kok melamun yang?" tanya Eliza.
"Aku ingat ada pekerjaan yang belum selesai, mungkin aku kekantor sebentar ya."
__ADS_1
"Kabari aku jika kamu pulang ya."
"Baik."
Zaki bersiap - siap untuk pergi bekerja ke kantor. Sedangkan Eliza sibuk dengan ponselnya. Ia tersenyum bahagia ketika membaca apa yang ada di ponselnya.
Zaki sudah rapi dan siap untuk berangkat ke kantor. Ia dan Eliza keluar dari kamarnya. Ia melihat Mira sedang sibuk menyajikan nasi goreng.
"Ayo sarapan." ajak Mira.
"Tolong buatkan sandwich dong, aku malas makan nasi pagi - pagi." ucap Eliza.
"Baiklah." ucap Mira dengan berat hati.
"Kamu mau sandwich sayang?" tanya Eliza.
"Berarti selera kita sama yang, beda level memang beda selera." sindir Eliza.
Mira hanya dia mendengarkan apa yang di ucapkan Eliza. Dia tidak mau ambil pusing dengan ucapan wanita itu.
Tidak lama kemudian sandwich sudah selesai.Mira meletakkan di atas meja di hadapan Eliza dan Zaki.
"Ayo makan sayang." ucap Eliza menyuapi Zaki.
"Terima kasih."
Mira hanya menundukkan kepalanya sambil menyendok nasi gorengnya. Entah kenapa hatinya merasa sakit saat tidak ada yang mencoba menghargai dia. Meskipun dia cuma istri kontrak seharusnya Zaki masih menghargai dia.
Mira sudah menghabiskan sepiring nasi goreng dengan porsi yang banyak. Zaki merasa heran dengan perut karet wanita itu. Wanita itu makan dengan banyak tanpa peduli dengan lemak. Zaki melihat tidak ada lemak yang bergantung di tubuh wanita itu.
__ADS_1
"Kamu cacingan ya Mir, makan kamu banyak juga tapi badan kamu segitu - gitu aja." ejek Eliza.
"Pagi itu harus makan banyak biar kuat menghadapi kenyataan hidup yang kadang tidak menyenangkan." ucap Mira berdiri mengambil nasi goreng yang masih tersisa di meja.
Mira memasukkan nasi goreng tersebut ke suatu wadah. Mira ingin membawa nasi goreng tersebut untuk makan siangnya atau untuk di bagikan kepada teman-temannya.
"Lumayan daripada mubasir." ucap Mira menutup wadah tersebut setelah memasukkan nasi gorengnya.
"Masih belum kenyang juga kamu mir, masih bawa bekal aja." ucap Eliza memulai lagi.
"Nggak apa-apa, yang penting habis dan tidak mubazir." jawabnya masih dengan lembut.
"Kamu sama fungsinya dengan tong sampah ya, semua yang bersisa bisa kamu habiskan dengan alasan mubasir." sindir Eliza.
"Nggak apa, mau dibilang seperti itu juga tidak apa-apa, aku permisi dulu." pamit Mira kepada keduanya.
"Aku berangkat kerja dulu ya sayang, hari ini kamu kemana aja?"
"Paling menemui mama kamu lalu pergi sama teman-teman." jawab Eliza.
"Apa nggak bisa di apartemen aja tunggu aku."
"Mana bisa yang, bisa mati kutu aku disini sendirian." jawab Eliza memberikan alasan.
"Ya udah, hati - hati." ucap Eliza.
Zaki segera keluar dari apartemen untuk mengejar langkah kami Mira. Ketika dilantai satu dia melihat Mira hendak berjalan keluar pintu utama. Zaki segera menarik tangan Mira agar mengikutinya lewat pintu arah ke basemen.
Mira hanya berjalan menuju basemen bersama Zaki. Ia malas untuk sekedar memberontak pagi ini. Mira hanya diam saat Zaki mengantarkannya untuk pergi bekerja.
__ADS_1