Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 72


__ADS_3

"Asik om Amar datang." ucap Gala kesenangan.


"Gala bisa main sepuasnya." ucapnya mengeluarkan mainannya sebanyak - banyaknya.


"Makan dulu ya nak." ucap Ami kepada Gala.


"Iya ma, om juga makan kan?"


"Tentu dong,.buat apa om kesini jika nggak bisa makan." ucap Amar tersenyum senang karena Gala selalu di pihaknya.


"Om kapan kita jalan lagi?"


"Om bisa aja, kapan Gala mau?" tanya Amar.


"Hari Minggu ya om, om memang baik, Gala senang sekali, coba aja om yang jadi papa Gala pasti Gala senang, dan mama tidak sering menangis lagi." ucap Gala mengadu kepada Amar ketika ia melihat mamanya masuk kamar.


"Emang mama sering menangis?" tanya Amar.


"Sering dulu om, apalagi saat papa tinggal sama Tante Miska."


"Tapi Gala tetap sayang sama papa kan?"


"Nggak om, papa hanya buat mama menangis."


"Gala nggak boleh benci, semua yang terjadi di masa lalu mungkin ada alasannya, jadi Gala tidak boleh membenci papa, ngerti?"


"Iya om, Gala mengerti."


"Anak pintar, Gala harus jaga mama selalu ya, dan om akan lindungi kalian terus."


"Benaran om?" tanya Gala kesenangan.

__ADS_1


"Iya dong." jawab Amar memeluk anak lelaki itu.


"Yuk makan." sambung Amar.


Mereka lalu makan berdua tanpa Ami karena Ami sudah makan terlebih dahulu. Setelah selesai makan, Ami juga belum keluar dari kamarnya. Amar mencoba mengetuk pintu, namun Ami keluar dengan wajah pucat.


"Kenapa mi?" tanya Amar.


"Nggak tau, tiba-tiba aku merasa pusing." jawab Ami dengan nada pelan.


Amar meraba kening Ami lalu menuntun Ami kedalam kamar lagi.


"Kamu kayaknya kecapean, nanti aku bawakan obat dan vitamin."


"Baik."


Amar memeriksa kondisi Ami secara profesional. Ia lalu membuatkan teh herbal agar wanita itu cepat pulih kembali.


"Tapi apa kata orang nanti?"


"Kan aku sama Gala di kamar sebelah, aku tidak akan ninggalin kamu saat kurang sehat begini." ucap Amar tegas.


Karena pusing Ami sudah malas membantah ucapan Amar lagi. Ia hanya mencoba memejamkan matanya. Ia sudah pasrahkan Gala untuk di jaga Amar hari ini.


Ami sudah tidur beberapa jam,Amar dan Gala melanjutkan untuk bebersih rumah. Saat menyapu teras rumahnya ada yang memanggil namanya.


"Ngapain di sini Mar?" tanya ibu Mira.


"Ohw ibu lagi, nggak ada Bu cuma lagi bersih-bersih."


"Kamu siapanya mbak Ami?" tanya ibu Mira.

__ADS_1


"Aku calon suaminya."


"Kamu calon suaminya?" tanya ibu Mira kaget.


"Iya buk, maaf malam itu tidak terlalu mengikuti perjodohan itu." jawab Amar membuat ibu Mira tersenyum masam.


"Ya udah saya masuk dulu." ucap ibu Mira lansung berubah.


...****************...


Zaki sedang duduk di meja kantornya bersama asistennya. Mereka sedang mengobrol layaknya seorang teman.


"Jadi mereka bertemu kembali?" tanya Zaki melihat foto Mira bertemu dengan Amar.


"Apa mereka membicarakan pernikahan?" tanya Zaki.


"Ibu Mira sangat suka dengan calonnya sekarang."


"Apa aku perlu kejar dia kembali?"


"Mungkin perlu pak, mengingat papa anda sangat senang dengannya."


"Kabar ibu saya bagaimana?"


"Biaya baik - baik aja, beliau saat ini sedang rajin belajar buat cake."


"Baguslah, semoga bertaubat."


"Aamiin, semoga. bisa bersatu kembali dengan papa bapak."


"Aamiin, kak Andin bagaimana?"

__ADS_1


"Menurut keterangan anak buah saya, suaminy masih cuekin buk Andin, katanya dia akan berbaikan jika Mira memaafkannya di hadapannya."


__ADS_2