Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 82


__ADS_3

Mira agak terkejut ketika dia menuju meja makan. Ia melihat Zaki sudah ada duduk di meja makan sedang mengobrol dengan ayahnya.


"Kok udah datang mas?" tanya Mira heran karena masih pagi.


"Dia udah datang dari jam 6 tadi kok." sahut ayahnya.


"Loh kok cepat banget?" tanya Mira lagi.


"Udah kangen sih." jawab Zaki membuat Mira agak malu.


"Yuk sarapan dulu." ajak ibunya.


Mereka mulai sarapan pagi dengan berbagai menu yang ada di meja makan. Mira memakan bubur ayam ayam buatan ibunya. sedangkan Zaki sarapan nasi goreng yang sudah di ambilkan oleh Mira.


"Jadi kamu kapan pindah Mir?" tanya ayahnya.


"Ayah ngusir aku?" tanya Mira tersenyum.


"Bukan ngusir tapi tanya, jika kamu masih mau tinggal di sini juga nggak apa-apa." ucap ayahnya.


"Mungkin pas hari Minggu aja yah, pas libur kerja, ya kan mas?" tanya Mira.


"Terserah kamu aja sayang." jawab Zaki.


"Yang penting aku tidur dengan kamu." bisik Zaki di telinga Mira.

__ADS_1


Mira mencubit paha Zaki karena sempat -sempatnya ia membisikkan kata-kata seperti itu. Setelah selesai sarapan mereka berangkat ke kantor.


Namun ketika tidak jauh dari gerbang kantor, Mira mendadak minta berhenti. Ia hanya ingin menumpang sampai di situ karena takut diliat oleh karyawan yang lainnya.


"Kamu yakin turun di sini?asih lumayan jauh loh."


"Dekat itu, udah aku turun di sini aja." jawab Mira.


"Salam dulu sebelum turun." sapa Zaki.


Mira menyalami tangan Zaki ketika hendak turun. Lalu Zaki menarik tubuh Mira lalu mencium keningnya lalu turun ke bibir.


"Ih kok pakai cium segala." gerutu Mira dengan dag Dig dug.


"Di biasakan sayang, dengan begini cinta akan segera hadir di antara kita." ucap Zaki.


"Kerja yang benar, jika ada yang macam-macam bilang aku, biar aku kasih teguran mereka."


"Udahlah, biar aku yang menyelesaikan sendiri, nanti aku malah di musuhi oleh semua karyawan kamu."


"Siapa mereka yang berani memusuhi nyonya besar Zaki ekspres." ujar Zaki.


"Iya pak CEO, udah ya nanti aku terlambat."


Mira turun dari mobil sambil melihat kiri kanan. Ia nampak senang karena di lokasi tidak menemukan satupun karyawan Zaki Ekspres. Zaki lansung melajukan mobilnya setelah Mira turun.

__ADS_1


Mira berjalan dengan agak cepat agar tidak terlambat. Setelah sampai di kubikel, Mira melihat Bu Rara sudah berdiri di sana.


"Kamu terlambat."


"Belum Bu, ini masih jam 7. 55."


"Saya bilang terlambat ya terlambat, sekarang kamu bayar denda sama aku."


"Loh denda apa nih Bu? tidak ada peraturan itu tertulis." bantah Mira.


"Jika saya bilang ada ya ada, kamu tidak tau jika saya masih ada hubungan keluarga dengan CEO kita." ucap Bu Rara.


"Jadi dia bagian dari keluarga Zaki juga? dah bayar aja deh, lagian nanti juga bakalan ketemu di masa depan." ucap Mira dalam hati.


"Berapa Buk?"Tanya Mira.


"Karena kamu anak baru maka kamu harus bayar 400 ribu rupiah."


"Kok mahal kali bu?" tanya Mira.


"Kamu mau membantah lagi atau bayar?" tanya Bu Rara mulai menyeramkan.


"Baik Bu, ini saya bayar cash." ucap Mira menyerahkan 400 ribu rupiah.


"Baik, besok awas jika kamu terlambat lagi." ucap bi Rara meninggalkan kubikel Mira.

__ADS_1


"Mira mana pekerjaan yang aku kasih kemaren?" tanya Bila berdiri dari kubikelnya ketika melihat Bu Rara sudah pergi.


__ADS_2