
"Dia ngapain sama kamu?" tanya Zaki ketika melihat ada Amar di sebelah Mira.
"Tadi saya menemukan dia di halte, jadi saya bawa aja kesini." jawab Amar.
"Saya tidak bertanya kepada anda." ujar Zaki dengan dingin.
"Boleh nggak ada perdebatan?" tanya Mira kepada Zaki kesal.
"Dia yang membantu aku ketika tadi pergi dari kamu, dan dia juga telah membuka mata pikiranku, bukannya terima kasih malah su'udzon aja." ucap Mira agak kesal.
"Kok kamu yang kesal?" tanya Zaki kepada istrinya.
"Eh bisa nggak duduk dulu tanpa berdebat sebelum tau kebenaran seperti apa." ucap Alan dengan agak kesal melihat sikap Zaki.
"Maaf." ucap Zaki kepada Alan.
__ADS_1
Zaki mengenal Alan secara tidak lansung karena pria ini sering masuk majalah dunia bisnis. Ia melirik wanita di sebelah kanan Alan yang tersenyum ramah.
"Saya Alan Adha dan ini istri saya Bela Tiandra Kusuma dan ini yang anda cemburui ini adik ipar saya Amar Tiandra Kusuma." ucap Alan mengenalkan satu persatu.
"Saya Zaki Iskandar, saya sering mendengar anda hanya belum bertemu secara lansung aja." ucap Zaki.
"Jadi tadi setelah berbincang-bincang dengan Amar dan Mira, mohon maaf kami tidak bermaksud mencampuri urusan bapak Zaki, namun tadi kami hanya menjelaskan kepada Mira tentang wanita yang jadi penghalang rumah tangga kalian, sebenarnya kami bisa aja membiarkan Mira mencari tau sendiri, tapi karena berhubung dia adik ipar teman saya Dita, jadi kami hanya ingin membantu menyakinkan dia." jawab Alan menjelaskan dengan formal.
"Ini tentang Eliza?" tanya Zaki.
"Terima kasih, harusnya saya yang menjelaskan kepada istri saya, tapi terima kasih atas bantuannya." ucap Zaki merasa agak malu.
Ia benar-benar malu ketika istrinya lebih percaya kepada orang lain daripada dirinya. Tapi ia menyadari bahwa hal itu memang wajar. Karena dia dan istrinya belum terlalu mengenal.
"Mungkin agar kita lebih akrab, kita makan malam dulu." ucap Alan memanggil pelayan.
__ADS_1
Pelayan datang menghampiri meja bosnya. Alan memesan semua menu spesial untuk menjamu Zaki yang baru datang ke kafenya.
Mereka berbincang-bincang sambil menunggu menu datang. Tidak terlalu lama menunggu datanglah pelayan membawa menu spesial dari kafe ini.
"Ini menu terbaik di kafe ini, semoga anda suka." ucap Alan.
"Ini kafe anda juga?" tanya Zaki yang pernah mendengar cerita anak konglomerat yang mandiri dengan usaha kafenya.
"Iya, ini kafe pertama yang saya buka dari zaman kuliah."jawab Alan.
"Saya salut dengan cerita tentang kemandirian anda yang harus di tiru oleh anak muda sekarang."
"Jangan terlalu memuji, anda juga termasuk pengusaha termuda yang terkenal di negara ini." jawab Alan.
"Jadi istri anda ini anak dari bapak Hendra Kusuma?" tanya Zaki yang juga mengenal keluarga Kusuma.
__ADS_1
"Iya, dan ini adiknya Amar yang sekarang menuju dokter spesialis, saya paham kenapa anda kesal dengan Amar, mereka memang sempat dijodohkan tapi mereka berdua tidak ada rasa, Amar juga sudah punya perempuan saat itu." ucap Alan menjelaskan agar Zaki tidak cemburu buta kepada Amar. Dia sudah pernah menjadi sasaran kecemburuan Abian karena berteman dekat dengan istrinya.