
Zaki nampak tergopoh-gopoh pulang ke apartemen ketika Eliza menelponnya. Yang membuat dia kalang kabut adalah ketika Eliza menyebutkan bahwa ada seorang perempuan di apartemennya.
"Siapa dia honey?" tanya Eliza melirik Mira dengan pandangan merendahkan.
"Dia adalah sepupu aku." jawab Zaki dengan agak gugup.
"Ohw sepupu kamu, hampir aja aku salah paham sama kamu." ucap Eliza bergelayut manja dengan Zaki.
"Kamu udah tau aku kan? aku calon kakak ipar kamu." ucap Eliza mulai ramah kepada Mira.
"Dia calon istri kamu mas?" tanya Mira.
"Yah begitulah." jawab Zaki tidak berani menatap wajah Mira.
"Oke selamat datang di sini, saya akan masakkan makanan enak siang ini." ucap Mira mencoba menghalau Gundam gulana.
"Nggak usah, nanti malam aja, siang ini kamu mau kangen - kangenan dulu, paham sama paham aja ya dek karna kamu udah dewasa juga." ucap Eliza menarik baju Zaki.
Zaki merasa di posisi serba salah saat ini. Dia tidak akan tau bahwa Eliza pulang dalam rangka cepat dan tanpa kabar.
"Kok kamu nggak kabari aku ikut pulang ke sini."
"Kan niatnya suprise, kamu ngapain bawa orang lain atau sepupu kamu kesini, inikan ruang privasi Kita berdua."rengek Eliza.
"Kamu di sini dulu ya, aku mau ngomong sama dia dulu."
__ADS_1
"Mau ngomong apa sih sayang? aku kangen loh." ucap Eliza memeluk Zaki.
"Ada yang mau aku bicarakan, Tunggu sebentar." ucap Zaki dengan tegas sambil melepaskan pelukan Eliza.
Zaki berjalan meninggalkan kamarnya sedangkan Eliza nampak manyun ketika Zaki keluar dari kamarnya.
"Boleh kita bicara?" tanya Zaki kepada Mira.
"Bicara aja." jawab Miira judes.
"Aku minta maaf, aku tidak tau bahwa dia Masih ke sini." ucap Zaki agak berasa bersalah.
"Jadi ceritanya ini apartemen pacar kamu toh, kenapa dari awal tidak jujur."
"Ini apartemen aku, jadi buat apa aku kasih tau apa-apa ke kamu."
"Udah lama juga, setahun belakangan ini."
"Udah lama ya, berarti kalian udah sering tidur bareng?" tanya Mira agak takut untuk bertanya.
"Kenapa tanya itu sih? itu kan udah lazim bagi anak muda sekarang." jawab Zaki membuat dada Mira terasa sakit.
"Ya sudah silakan di lanjutkan, maaf aku yang salah tempat." jawab Mira lansung masuk kekamarnya.
"Dia kenapa sih?" tanya Zaki masih belum mengerti.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Mira keluar dari kamarnya membawa Kopernya. Zaki yang melihat hal itu nampak panik luar biasa.
"Kamu mau kemana?" tanya Zaki dengan lembut.
"Bukan urusan kamu sepupu Kum" sindir Mira.
"Jangan pergi dulu, baik aku akan suruh dia pergi."
"Aku tidak Sudi tidur di bekas orang lain." jawab Mira menarik kopernya.
"Ya udah kita cari apartemen terbaru sekarang juga."
bujuk Zaki.
"Nggak usah, biar aku tinggal di ruko aja."
"Jangan gitu Mir, ingat jika aku nggak reidho maka nggak boleh keluar dari sini karena kamu istrinya aku."
"Giliran itu aja hafal ,tapi berani bawa wanita lain di rumah istri."
"Ayo.," tarik Zaki membawa Mira agar keluar dari apartemen nya.
"Mau kemana?" tanya Mira penasaran.
"Ikut aja kemana suami ajak, pahala."
__ADS_1
"Bawa wanita lain ke dalam apartemen aja udah salah dan dosa."Ejek Mira tidak mau kalah.
Mira dan Zaki meninggalkan apartemen guna mencari yang baru .