Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 89


__ADS_3

Ami lansung berbalik dan lansung memukul Eric bertubi-tubi. Eric belum siap menerima pukulan dari Ami hanya pasrah. Sedangkan Amar berusaha untuk menenangkan Ami. Ia memeluk Ami agar bisa tenang.


"Kamu jahat, kamu jahat Eric, kamu udah pisahin aku dengan Gala, sekarang liat apa yang terjadi."teriak Ami dengan Emosi.


"Tenang Ami." ucap Amar mencoba menenangkan.


"Dia ini sudah jahat, dia lelaki paling jahat di dunia ini."


"Kamu ini apa - apaan sih?" tanya Eric masih belum mengerti.


"Ini semua gara - gara kamu, makanya Gala bisa seperti ini."


"Hey, jangan tuduh sembarangan, aku tidak tau apa-apa."


"Iya karena kamu tidak tau makanya anak kamu bisa seperti ini, bagaimana kamu bisa mengurus Gala."


"Udah Ami, diam." ujar Amar menenangkan Ami.


Ami mendengar suara Amar agak tinggi menjadi terdiam. Dia baru pertama kali mendengar Amar agak membentaknya.


"Percuma kamu memakai dia, itu tidak akan berguna, lebih baik kamu fokus kepada kesembuhan Gala." ucap Amar lansung menarik tangan Amar.

__ADS_1


Ami hanya diam ketika Amar menariknya ke tempat Gala. Ami duduk di depan Gala sambil bersedih melihat anaknya.


"Kamu tunggu Gala di sini, aku mau urus administrasi dulu." ucap Amar.


"Biar aku saja, aku ayahnya."


"Saya akan memberikan perawatan terbaik, sebaiknya anda siapkan diri untuk menginap di penjara." ucap Amar membuat Eric terdiam.


"Tunggu, ada apa ini?" tanya Eric masih belum paham situasi.


"Kamu masih belum paham atau memang bodoh, anak kamu bukan terjatuh atau terpeleset, tapi itu di benturkan, dia mengalami kekerasan." ucap Amar membuat tubuh Eric menegang.


"Itu tidak mungkin."ucap Eric tidak percaya.


Eric mendekati istrinya yang sibuk dengan ponselnya. Entah siapa yang dia hubungi saat ini.


"Kenapa Gala bisa seperti itu?" tanya nya.


"Gala terpeleset di tangga dan kepalanya terbentur."


"Apa tidak ada yang kamu sembunyikan?"tanya Eric curiga.

__ADS_1


"Kamu tidak percaya aku?" tanya istrinya mulai emosi.


"Aku cuma bertanya karena Ami sudah melaporkan ke pihak polisi." jawab Eric.


"Trus kamu percaya sama dia? terserah dia mau melapor apa tidak, namun itu akan merusak nama keluarga kita, lebih baik kamu cegah dia."


"Bagaimana aku mencegahnya, polisi sudah memproses laporan mereka."


"Ya kamu pakai akallah, apa nggak bisa di selesaikan dengan cara damai, ini anak kalian berdua."


"Tapi itu tidak akan mungkin karena kita sudah mengambil paksa Gala."


"Biar aku yang urus, kamu memang nggak becus urus apapun." ucap wanita itu meninggalkan Eric.


Eric mengepalkan kepala tinjunya karena emosi kepada istrinya. Bukan sekali ini wanita itu merendahkannya.


"Awas aja kamu, jika semua sudah aku kuasai aku akan tinggalkan kamu." ucap Eric dengan pelan.


Sementara di tempat lain, Amar baru saja selesai mengurus administrasi Gala. Gala di tempatkan di ruang VIP keluarga Amar. Ketika melangkahkan kaki menuju IGD, langkah kakinya terhenti bkarena suara familiar.


"Siapa perempuan itu Amar?"

__ADS_1


Amar menoleh ke belakang dan dia menemukan mamanya berdiri tidak jauh dari dia berdiri. Amar mendekati mamanya lalu menarik tangan mamanya menuju ruangan papanya.


__ADS_2