Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 38


__ADS_3

"Terima kasih." ucap Mira hendak turun dari mobil.


"Nasi gorengnya kamu tarok aja, kamu tidak boleh bagi - bagi makanan di rumah aku dengan teman - teman kamu."


"Loh kenapa? daripada mubasir." jawab Mira tidak mau kalah.


"Aku tidak mau dengar ucapan kamu." jawab Zaki dengan nada dingin.


Mira keluar dengan kesal melihat sikap Zaki. Ia berjalan kedalam ruko tanpa peduli terhadap Zaki. Zaki menjalankan mobilnya dengan cara perlahan menuju kantornya.


Zaki masuk ruangannya dengan menenteng bekal yang Mira bawa tadi. Entah kenapa ia ingin mencicipi rasa nasi goreng buatan wanita itu. Sesampainya di ruangannya, ia lansung memakan nasi goreng itu.


"Enak juga masakan dia." ucap Zaki sambil mengunyah nasinya.


Zaki memakan nasi goreng itu dengan lahap.Nasi goreng yang seharusnya bisa untuk dua orang, di makan dengan waktu yang tidak lama.


"Makan apa kamu?" tanya papanya.


"Nasi goreng pa."


"Buatan Mira?" tanya papanya melihat nasi goreng itu hampir ludes.


"Iya, kalau papa mau, papa panggil aja orangnya." memberikan jawaban sesukanya.


"Dasar songong, makan aja sendiri, nanti siap itu kamu ke ruang papa.," ucap lelaki tua itu meninggalkan ruangan Zaki.


Zaki juga heran melihat perubahan selera makannya.

__ADS_1


Siang harinya, Mira sedang mengantar belanja onlinenya. Tanpa sengaja ia melihat Eliza merangkul lelaki yang jelas itu bukan Zaki.


"Siapa itu?" tanya Mira dalam hatinya.


Entah sadar atau tidak, jiwa kepo Mira mulai muncul. Mira mengikuti kemana langka Eliza. Mira agak kaget ketika mereka memilih berhenti sebuah hotel.


"Mereka ke hotel? apa hubungan mereka?' tanya Mira lagi.


Mira tetap mengikuti langkah kaki mereka. Mereka membicarakan Zaki sambil berjalan.


"Gimana hubungan kamu dengan dia?" tanya laki - laki tersebut.


"Baik, tapi sayang lelaki tua itu melarang hubungan kami." jawab Eliza.


"Apa perlu lelaki tua itu aku singkirkan dulu? tanya lelaki itu.


"Nggak usah, kita tunggu aja." jawab Eliza.


"Itu karena dia tinggal di apartemen itu juga sekarang, jika tidak tiap malam kamu juga bisa mampir."


"Besok aku harus kembali, aku tidak bisa lama - lama, begitu juga dengan kamu, kita masih ada syuting, maka dari itu cepat kamu dapatkan sesuatu dari laki-laki itu."


"Tenang, aku akan minta dia membelikan aku apartemen mewah."


"Tapi kamu yakin tidak tertarik dengan dia? dia gagah dan kaya raya di kota ini."


"Dia tidak sehebat kamu jika...."

__ADS_1


Mira tidak kuat untuk melanjutkan mendengarkan obrolan mereka. Mira hanya melihat mereka sudah memasuki kamar yang mereka tuju. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa Mira mengekori mereka dan mencuri pendengaran.


"Dasar, ternyata dia tidak beres juga, aku tidak rela mas Zaki di tipu kayak gitu." gerutu Mira berjalan keluar dari hotel.


Mira mencari taksi untuk kembali ke rukonya. Tiwi nampak kaget ketika Mira kembali sendirian.


"Kok kamu sendirian? Elsa mana?" Tiwi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Elsa karena pergi bersama Mira tadi siang.


"Dia masih antar paket, aku pulang dulu karena kurang enak badan." jawab Mira berlalu.


"Ohw istirahat sana, semua paket sudah di ambil kurir, ini tinggal yang di pesan siang ini."


"Apa kita buat jasa kurir juga ya biar tambah omset dan memudahkan kita juga." usul Mira.


"Boleh banget tuh, aku setuju begitu, nanti biar itu menjadi urusan aku dan kamu fokus sama jual online aja, gimana?" tanya Tiwi.


"Boleh banget, nanti kita tambah karyawan aja, Elsa untuk bantu aku di sini."


"Kita pakai ruko sebelah aja, jika buka ekspedisi kan lumayan banyak nantinya, jadi bisa sampai atas."


"Boleh, kamu bisa urus kan wi?" tanya Mira.


"Kenapa kamu tidak minta bantuan Zaki?"


"Emang kenapa harus minta bantuan dia?"


"Kamu tidak tau bahwa dia punya perusahaan ekspedisi terbesar?"tanya Tiwi menatap Mira.

__ADS_1


Mira hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak tau apa - apa. Mira lansung mencubit tangan Mira karena saking gemasnya.


"Cari tau dulu tentang suami kamu, suami sendiri aja nggak tau, dah sana naik untuk istirahat." ucap Tiwi meninggalkan Mira karena masih banyak pekerjaan yang harus ia urus.


__ADS_2