
Zaki telah sampai di kota B setelah satu jam penerbangan. Ia tidak lansung pulang melainkan menemui anak buahnya di salah satu tempat.
Zaki sengaja kepulangannya tidak di kasih tau kepada keluarganya. Ia hanya ingin menyelesaikan semuanya tanpa ada yang tau.
Zaki pada awalnya sudah menaruh curiga kepada kakak atau mamanya. Namun ia sangat takut untuk membuktikan kebenaran tersebut. Ia takut jika diantara mereka berdua dalang dibalik semuanya. Ia takut kecewa kepada orang yang di sayangnya.
Karena persyaratan dari keluarga Mira adalah bukti kebenaran maka dia akan lakukan demi kembalinya Mira. Ia lakukan semua demi kesembuhan papanya. Tidak ada karena hal lainnya.
Jika pembaca berharap dia sudah mencintai Mira tentunya tidak. Zaki belum bisa untuk mencintai Mira sampai saat ini. Baginya Mira terlalu mandiri untuk seorang wanita. Bagi Zaki tidak ada kriteria wanita idamannya di Mira.
Zaki sudah duduk di basecamp tempat ia biasa berkumpul anak buahnya. Di sini dia membicarakan lawan bisnisnya yang merugikannya.
Sudah lama Zaki tidak hadir di basecamp ini. Dia merasa ada sedikit berubah dengan suasana basecamp ini.
"Selamat datang bos, udah lama nggak datang kesini bos." ucap salah satu anak buahnya.
"Aku ada misi penting untuk kalian."
"Apa itu?"
Zaki mengeluarkan sebuah kertas dari dalam tasnya. Dia meletakkan kertas itu dalam tasnya.
"Kalian selidiki masalah perempuan itu." ucap Zaki membuat pertanyaan yang timbul di benak mereka.
"Siapa dia bos?"
"Dia istri saya, kemaren beberapa Minggu yang lalu dia si tahan di kantor polisi, lalu tiba-tiba dia di keroyok di dalam sel, saya mau selidiki insiden ini dengan rapi, apakah ini sebuah insiden atau di sengaja." terang Zaki kepada anak buahnya.
"Baik bos, kami akan lakukan Serapi mungkin." jawab salah satu ketua mereka.
"Baiklah, saya tunggu infonya secepatnya." jawab Zaki lansung berdiri lalu beranjak meninggalkan basecamp tersebut.
Zaki lansung masuk kedalam mobilnya. ia lansung membaca semua laporan yang di berikan oleh asistennya Reno asistennya yang baru karena asistennya yang lama harus ikut ke kota J tempat ia bertugas.
"Bagaimana keadaan kantor setelah beberapa hari aku pergi?" tanya Zaki.
"Masih stabil pak." jawab Reno sambil membawa mobil.
Untuk beberapa hari kantor di kota B di serahkan kepada Reno. Reno adalah orang kepercayaan Zaki sekaligus anak dari sekretaris papanya.
"Mungkin kedepannya kantor pusat akan di alihkan ke kota J, jadi kamu bisa mengelola kantor di sini sebaik mungkin."
"Tapi bukannya bapak Iskandar pengennya di sini pak, karena beliau suka tinggal di sini."
"Nanti saya coba bicarakan dengan papa karena ini demi kebaikan semua."
__ADS_1
"Baik pak, saya mengikut aja mana baiknya." jawab Reno.
Mereka telah sampai di depan rumah Zaki. Zaki lansung masuk ke dalam rumah. Sedangkan Reno kembali lagi kekantor untuk menyelesaikan tugasnya yang belum selesai.
"Kamu pulang nak." ucap mama Zaki ketika berpasangan ketika Zaki ingin masuk ke kamar papanya.
"Iya ma." jawab Zaki dengan pendek.
Ia masuk kedalam kamar papanya sedangkan mamanya hanya mengelus dada melihat sikap anaknya yang satu ini. Zaki memang tidak terlalu akrab dengan mamanya semenjak kejadian itu. Tapi jauh dalam hatinya dia sangat menyayangi mamanya.
Papa Zaki sedang duduk di sandaran tempat tidurnya. Ia tidak begitu senang dengan kedatangan Zaki. Papa Zaki membuang mukanya ke arah lain.
"Jangan gitu dong pa, aku janji bakalan bawa dia pulang." ucap Zaki paham dengan keinginan papanya.
"Tapi kali ini papa tolong bantu aku ya." bisik Zaki dengan pelan.
Papanya mengangguk ketika mendengar bisikan anaknya. Dia tau kenapa anak lelakinya berbisik ketika melihat bayangan seseorang sedang mengintip mereka.
"Papa nggak usah pikirkan wanita itu, aku akan menikah secepatnya dengan yang lain." ucap Zaki dengan suara agak keras.
"Tapi dia anak orang kaya, itu bisa membantu bisnis kita." ucap papanya mengikuti arah pembicaraan Zaki.
Zaki tersenyum dengan kepintaran papanya. Dengan bisikan dan kode saja papanya sudah paham arah pembicaraan dia.
"Kamu terlalu bodoh, mencari data istri kamu aja tidak becus."
"Dia memang sengaja menyembunyikan agar bisa menemukan laki - laki yang ikhlas menerima dia apa adanya." ucap Zaki.
"Papa tau nggak jika keluarga Abian itu sangat total kepada keluarganya."
"Ya taulah, Rama Arkarna kan juga begitu royal."
"Bagaimana ini pa? apa aku menyerah aja?"
"Jangan, jangan." ucap mamanya keluar dari persembunyiannya.
"Mama di sini juga?" tanya Zaki pura - pura bertanya.
"Mama akan coba untuk merayu Mira."
"Tapi mama tidak akan mudah merayu Abian ma." ucap Zaki.
"Mama akan rayu Dita."
"Aku sudah coba tetap aja gagal."
__ADS_1
"Sudahlah Zaki, mungkin sudah waktunya kamu urus surat perceraian kamu." ucap papanya.
"Benar pa, jika tidak maka Mira yang akan menggugat."
"Kenapa Abian itu melarang?"
"Karena katanya dia nggak menjamin keluarga kita bisa jaga Mira." jawab Zaki.
"Kenapa dia berpikir begitu?"
"Dia tau jika mama sering memusuhi Mira, sudahlah ma, kita nyerah aja." jawab Zaki.
"Nggak boleh, mama akan baik sama dia." jawab mamanya.
"Abian bakalan tau ma jika mama demi harta saja, mama taukan mata - mata Abian bukan sembarangan orang." Zaki mencoba menakut - nakuti mamanya.
"Iya, abian itu lebih kejam dari Rama jika berhubungan dengan keluarganya." ucap papanya membuat mamanya semakin takut.
"Iya pa, bahkan kata Abian jika tau dalang di balik kenapa Mira di tuduh, maka dia tidak akan selesaikan dengan jalur hukum tapi pakai caranya sendiri." jawab Zaki menambahkan.
"Iya, bisa - bisa orang itu di kuliti habis - habis, atau di hukum dengan kejam di basecamnya."
"Bukan hanya itu loh Ki, tapi bisa - bisa keluarga itu hancur - sehancurnya beberapa keturunan." tambah papanya.
"Kamu nggak memfitnah Mira kan Ki, bisa jadi miskin kita jika di hancurkan oleh Abian."
"Nggak pa, Agus Arkarna dan anak - anaknya saja bisa di buat hancur oleh Abian, padahal masih keluarga mereka." jawab Zaki.
"Dia begitu kejamkah?" tanya mamanya mulai pucat.
"Iya ma, jika bisa kita tidak usah terlibat masalah dengan dia."
"Tapi masalah kemaren itu idenya Andin." jawab mamanya ketakutan.
"Masalah apa ma?" tanya Zaki dengan pura - pura.
"Masalah keracunan papa dan kejadian dalam sel." jawab mamanya dengan jujur.
Entah kenapa mendengar kejahatan Abian membuat mama Zaki ketakutan. Mama Zaki tau jika orang kaya di negaranya itu ada sisi gelapnya.
"Jadi kamu yang meracuni aku?" tanya papanya mulai dengan nada tinggi.
"Iya pa, tapi ini ide Andin, dia ingin kasih pelajaran terhadap Mira, lagian kata Andin yang dia pakai masih racun yang tidak terlalu membahayakan." jawab mamanya.
"Keterlaluan kamu, telpon Andin sekarang juga." ucap papanya dengan emosi.
__ADS_1