Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 48


__ADS_3

Semua memandang ke arah Abian yang duduk memancarkan aura perperangan. Mama Zaki serta Andin merasa agak takut berhadapan langsung dengan Abian. Apalagi Abian ini terkenal tangan dinginnya sama seperti papanya Dita.


Apa yang tidak di sukai dalam berbisnis bisa habis sama Abian. Abian tidak suka bertele - tele itu yang mereka tau tentangnya.


"Begini, maksud berdatangan saya mau memperkenalkan diri saya, saya Abian Arkana adalah suami Dita sekaligus kakak dari Mira Anindita, saya kesini karena mendengar berita yang sedang berkembang."


Semua yang ada di dalam rumah nampak agak terkejut mendengar nama Mira. Tapi mereka masih tidak percaya dengan pendengaran mereka.


"Maksudnya?" tanya Mama Zaki.


"Saya selama ini mencari adik saya, adik saya kabur dari luar negeri, dan ternyata saya taunya dia sudah menikah, setelah saya telusuri dia di tuduh membunuh papa mertuanya, di sini saya yakin bahwa adik saya tidak bersalah." ucap Abian lagi .


"Tunggu.... tunggu, jadi Mira adalah adik anda?" tanya Andin mulai pucat.


"Iya."


"Nah jadi kedatangan kami kesini untuk berdamai." ucap Dita mencoba menjelaskan karena ia takut suaminya memperpanjang masalah ini.

__ADS_1


"Tapi dia bersalah." ucap Andin mulai cemas.


"Saya sangat yakin adik saya bukan kriminal, jika demi harta buat apa dia meninggalkan keluarga kami yang melimpah harta, saya lebih suka sebenarnya kasus ini di bawa ke pengadilan, saya yakin bahwa adik saya di sengaja di aniaya di sana." jawab Abian dengan agak emosi.


"Di aniaya?" tanya Zaki dengan mengerutkan keningnya.


"Apakah anda tidak tau sebagai suami? jadi apa tugas anda sebagai suami jika melindungi istri saja anda tidak mampu." ucap Abian semakin geram dengan Zaki.


"Jadi kami menemukan bukti bahwa ada sengaja membayar narapidana untuk membunuh adik kami." ucap Dita masih dengan lembut.


"Kalian pasti mengada - ada, siapa pula yang ingin itu terjadi kecuali Mira punya musuh di luar sana" ucap mama Zaki masih dengan tenang.


"Dita kenapa seperti ini? kita sudah lama kenal." ucap mama Zaki.


"Justru itu, kami maunya Mira di bebaskan dari tuntutan maka kami juga tidak akan menuntut balik." jawab Dita masih dengan senyum.


"Baiklah, kami akan membebaskannya meskipun dia jelas bersalah."

__ADS_1


"Dia tidak bersalah." tekan Abian.


"Baiklah, anggap ini kesalahpahaman, mungkin ada pelayan yang lalai." ucap mama Zaki dengan berpura-pura bijak.


"Sekarang bagaimana kabar Mira?" tanya Zaki nampak agak kuatir.


"Anda tidak perlu tau lagi, ketika anda sudah melaporkan ke kantor polisi maka anda sudah tidak pantas di sebut sebagai suami." ucap Abian emosi.


"Anda tidak tau apa - apa di sini, jangan merasa sok tau." ucap Zaki juga mulai emosi.


"Apakah ketauan anda bisa melindungi dia?" ejek Abian.


"Zaki hanya emosi ketika papanya terletak tidak berdaya, dia tidak punya pilihan karena yang dia tau Miralah yang memasaknya, dan polisi juga menemukan bukti-bukti yang mengarah ke Mira." jawab Mamanya Zaki.


"Kita ini saling mengenal jadi ada baiknya kita berdamai, mungkin keluarga Tante bisa membebaskan Mira." ucap Dita dengan lembut.


"Baiklah, kami akan membebaskan Mira." jawab mamanya.

__ADS_1


"Dan ceraikan Mira." ucap Abian membuat semua orang terdiam.


__ADS_2