
mohon maaf ya reader yang udah setia membaca tulisan author. Maaf karyanya belakang ini nggak banyak karena author sedang sakit. Mohon doanya agar cepat bisa beraktivitas kembali. Terima kasih telah membaca karya ini. Disarankan sebelum membaca ini baca terlebih dahulu novel :
Dia lelakiku ( cerita Dita dan Abian)
Mengejar cintamu ( cerita Alan dan Bella)
...****************...
"Kenapa saya diperlakukan seperti ini? apa salah saya dengan anda?" tanya Mira kepada wanita itu.
"Salah kamu adalah bergabung di meja saya." jawab wanita itu.
"Inikan kosong, apa salahnya sih." jawab Mira lagi.
"Banyak jawab Lo." ucap gadis itu menyiram Mira dengan Oren jus.
"Udahlah, itu resiko Lo jadi anak baru tapi belagu." jawab Bila.
"Aku salah apa sih kak?" tanya Mira lagi.
"Itu resiko kamu jadi anak baru, kamu paham sekarang." ucap Bila tertawa.
__ADS_1
ketika hampir semua karyawan tertawa melihat dia di permalukan di kantin. Mira hanya pergi meninggalkan kantin.
Di meja sana ada seseorang mengepalkan tinjunya di atas meja. Tapi ia tidak bisa menolong gadis itu.
Mira berlari ke arah toilet. Ia berusaha membersihkan seragam yang ia kenalkan. Ia tidak membawa pengganti baju.
"Haduw ini nggak bisa di bersihkan pula." ucap Mira ngedumel sendiri.
Tiba-tiba ada seseorang wanita cantik masuk kedalam toilet membawa satu steel seragam.
"Silahkan di pakai ini."
"Terima kasih atas bantuannya." ucap Mira.
"Berterima kasihlah kepada CEO perusahaan kita." jawab wanita itu.
"Silahkan anda sampaikan sendiri keruangan nya." jawab wanita itu dengan sopan.
"Aku nggak berani kak, tolong sampaikan saja ya kak." jawab Mira.
"Tapi itu pesan dari bapak Bu, setelah pakai baju mari saya antar keruangannya."
"Bukannya pak CEO kita baru datang memeriksa kinerja perusahaan ini, kenapa sudah ada di ruangannya."
"Beliau tidak begitu ingin di sambut, lagian beliau juga sudah memulai beberapa bulan yang lalu di sini." jawab wanita cantik itu.
__ADS_1
"Ohw, tapi aku ganti baju dulu." ucap Mira masuk kedalam toilet. Ia mengganti baju dengan baju yang di berikan oleh sekretaris bosnya.
Mira keluar dari kamar mandi. Baju yang ia pakai nampak pas di badannya. Ia tapjuk dengan baju yang ia pakai saat ini.
"Anda tampak lebih cantik, mari saya antarkan Bu."
"Nggak usah panggil ibu kak, panggil saya Mira aja." jawab Mira.
"Tapi kan nggak boleh saya sebut nama ibu." jawab wanita itu sambil berjalan menuju ruangan CEO.
Mereka masuk berdua kedalam ruangan CEO. Dari pintu nampak aura lelaki berwibawa membelakangi mereka.
"Maaf pak, ini pak Bu Mira." ucap sekretaris itu.
Lelaki itu hanya melambaikan tangannya berbagai kode. Sekretaris paham dengan kode tersebut segera keluar. Mira merasa agak takut karena hanya tinggal dia dan bosnya.
"Selamat siang Mira." ucap Lelaki itu memutar kursinya.
Mira nampak kaget ketika melihat Zaki yang menduduki kursi itu.
"Kamu ngapain di situ?" tanya Mira penasaran dan bercampur kaget.
"Kenalkan saya bos kamu sekaligus suami kamu." ucap Zaki mengulurkan tangannya.
"Maaf apa saya nggak salah dengar pak? soalnya suami saya mungkin sedang sibuk dengan pacarnya yang artis itu." ucap Mira.
__ADS_1
"Wow wow wow lama tidak bertemu lansung galak betul, aku sudah putus dengan dia, aku ingin kita serius." ucap Zaki meyakinkan Mira.