
"Ini kenapa pula?" ucap Mira bertanya pada diri sendiri ketika berkaca di kamarnya.
"Apa di gigit semut ya." ucapnya lagi.
tok tok tok
"Mir udah siap belum?" tanya Zaki dari luar kamar.
"Ya mas, bentar lagi." ucap Mira lansung keluar membuka pintu kamarnya.
"Kamu kok lama kali?" tanya Zaki kepada Mira.
"Ini leherku mas, kayak ada yang gigit deh mas."
"Kamu panggil aku apa tadi?" tanya Zaki mengecek pembicaraannya.
"Mas."
"Tumben, nggak biasanya."
"Masa iya, biasa juga panggil mas."
"Lagian ngapain panggil aku mas, aku bukan orang Jawa, bukan mas - mas tukang bakso."
"Apa hubungannya, panggil mas aja heboh."
"Tadi kamu ngomong apa, kenapa leher kamu?"
"Ini ada yang gigit, besok pas libur aku mau bersih - bersih kamarku, mungkin aja ada serangga." ucap Mira menunjukkan bekas gigitan yang membekas.
__ADS_1
"Low ini kayaknya serangganya besar nih." ucap Zaki memalingkan pandangannya.
"Tapi nggak ada loh mas, akh nanti pas pulang kerja aku coba cek lagi." ucap Mira.
"Boleh banget tuh."
Mira dan Zaki berjalan turun dari apartemen mereka yang berada di lantai 20. Mereka pagi ini menuju rumah orang tua Zaki karena ingin sarapan bersama.
Merek telah sampai di rumah orang tua Zaki. Mereka lansung masuk ke dalam dan menuju meja makan.
"Pagi pa, pagi ma." sapa Zaki dan Mira berbarengan.
"Pagi." jawab papanya tersenyum senang.
"Sepertinya semakin harmonis aja." senyum papanya ketika melihat bekas gigitan di leher Mira.
"Kapan kalian mau kasih papa cucu?" tanya papanya.
"Kami masih menikmati bulan madu pa, jadi ingin berdua dulu." jawab Zaki.
"Jadi itu alasan kalian pindah dari sini?" tanya papanya.
"Yah begitulah pa." jawab Zaki dengan tersenyum.
setelah sarapan pagi, Zaki mengantar Mira terlebih dahulu ke rukonya.
...****************...
Mira pulang cepat hari ini karena ingin membersihkan area kamarnya. Sesampai di apartemen dia lansung membersihkan kamarnya. Karena sudah terlanjur bersih - bersih, Mira sekalian membersihkan area ruang keluarga dan tamu yang menyatu.
__ADS_1
Sedang asyik membersihkan area diluar kamar, tiba - tiba pintu apartemen terbuka. Mira kaget melihat gadis itu tapi tidak dengan gadis itu. Dia tampak biasa aja berjalan menuju kamar Zaki.
"Kamu siapa?" tanya Mira kepada gadis yang masuk tanpa permisi.
"Kamu cleaning servis yang di panggil pak Zaki?" tanya wanita itu agak sombong.
"Saya tanya kamu siapa? main masuk aja tanpa izin." ucap Mira dengan kesal melihat wanita cantik tapi kurang adab.
"Saya ini calon istri bapak Zaki, puas kamu." jawabnya dengan sombong melewati Mira.
Mira agak kaget mendengar pengakuan wanita itu. Dia meletakkan semua alat pembersih lalu berjalan menuju kamarnya.
"Jika punya calon kenapa dia maksa aku buat nikah?" gerutu Mira.
"Pelayan, tolong buatkan aku jus dong, aku haus banget." teriak Wanita dari kamar Zaki.
"Siapa dia nyuruh - nyuruh aku." gerutu Mira hanya diam tanpa bergerak sedikitpun.
Karena tidak ada jawaban, wanita itupun kesal dan keluar dari kamar Zaki.
"Hey kamu dengar nggak dengan perintah saya." ucap wanita itu berdecak pinggang.
"Buat aja sendiri, saya bukan pelayan kamu ataupun pelayan Zaki." jawab Mira.
"Jika bukan pelayan jadi kamu siapa lagi?" tanya wanita dengan agak emosi.
"Silahkan kamu tanya langsung kepada CALON SUAMI kamu." ucap Mira menekan kata calon suami.
Wanita itu mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Lalu ia menelpon Zaki dengan terpaksa. Awalnya niat memberikan suprise dengan kedatangannya namun gagal.
__ADS_1