Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 56


__ADS_3

Zaki senang duduk di hadapan ayah dan ibu Mira. Dia sedang memohon agar di biarkan membawa Mira ke rumahnya kembali.


"Aku mohon ayah, ibu, jangan pisahkan kami."


"Kami ragu apakah kamu bisa melindungi anak kami." jawab Ibu Abian alias ibu tiri Mira.


"Aku tidak akan menyia-nyiakan kembali." ucap Zaki dengan menyakinkan.


"Mira ini saya besarkan dengan sepenuh hati sendirian dari bayi sampai saya menikah dengan ibunya ini, kami sangat menyayangi dia, jadi kami sangat sakit hati jika kamu tidak memperlakukan dia dengan baik." ucap ayah Mira.


"Ayah bisa pegang omongan saya, kasih saya kesempatan, jika saya gagal saya akan membiarkan Mira pergi dari hidup saya."


"Kami tanya Abian dulu." ucap ibunya.


"Buk jika Mira sendiri masih mau ikut Zaki, Mas Abi juga nggak berhak mengatur karena dia istri sah Zaki." ucap Dita mengingatkan.


"Iya buk." ucap ayahnya.


"Tapi Abian anak tertua, kita perlu pendapatnya, dia telah banyak membantu kita yah." jawab Ibunya.


Entah kenapa tiba-tiba Dit merasa hatinya agak terluka dengan ucapan ibu mertuanya. Di sini seolah-olah Abian jokernya, sedangkan dia hanya seorang yang tidak berarti.

__ADS_1


"Iya lebih baik kita tunggu saya bang Bian." ucap Mira membuat menambah luka di hati Dita.


"Kenapa aku ini? kok kayak cemburu kayak gini." ucap Dita dalam hatinya.


"Kenapa dia ada disini? siapa yang mengundangnya?" ucap Abian yang baru saja pulang dari kantornya.


"Untung Bian pulang, ini dia mau membawa Mira lagi." ucap Ibunya mengadu kepada Abian.


"Kamu masih belum puas menyakiti Mira." ucap Abian nampak emosi.


"Dia hanya ingin memperbaiki hubungan mereka." ucap Dita membantu Zaki memberikan jawaban.


Abian kesal dengan Dita karena telah menemukan Mira dengan lelaki itu. Abian yang mendapatkan laporan dari anak buahnya lansung menuju rumahnya.


Dita berjalan menuju kamarnya dengan muka kesal. Zaki merasa bersalah terhadap Dita. Begitu juga dengan Mira, ia merasa bahwa dia telah meletakkan Dita di posisi yang salah.


"Menurut kamu gimana Bian? ibu takut jika dia menyakiti Mira lagi." ucap Ibunya.


"Saya tidak akan membiarkan Mira pergi."


"Tapi dia istri aku." ucap Zaki.

__ADS_1


"Istri yang kamu sia - siakan." jawab Abian.


"Bian,Mira kan sudah gede, dia sudah bisa menentukan jalan hidupnya, biarkan dia yang menentukan." ucap ayahnya Mira.


"Mas Zaki pulang dulu, 3 hari lagi Mira kasih jawaban." ucap Mira menyakinkan Zaki.


"Baiklah, aku tunggu kabar dari kamu." ucap Zaki berdiri dari tempat duduknya.


Zaki berpamitan dengan kedua orang tua Mira. Sedang Abian tidaklah Sudi menerima salam dari Zaki. Mira hanya dia ketika Zaki berjalan ke arah pintu keluar.


"Kamu jangan gegabah, pikirkan matang-matang, aku tidak suka kamu balikan dengan dia." ucap Abian memberikan ultimatum.


"Ibu juga setuju dengan pendapat Bian, kamu dan dia. nggak cocok." jawab Ibunya.


"Sudahlah Bu." tegur ayahnya.


"Aku jujur ya, Mira itu cocoknya dapat suami kayak Abian." jawab Ibunya membuat semua yang mendengarnya langsung diam.


Ibunya menyadari ada kesalahan dengan ucapannya membuat ia pergi meninggalkan ruang tamu.


"Eh ibu mau menyiapkan makan malam untuk kalian semua." ucap Ibunya menuju dapur dengan agak pucat.

__ADS_1


__ADS_2