
Semua keluarga Amar pergi meninggal kediaman Abian dengan agak tersinggung. Mereka tidak menyangka bahwa wanita yang akan di perkenalkan kepada anaknya adalah wanita bersuami.
"Apa - apaan si Galuh dan Abian ini, bisa - bisanya Carikan jodoh wanita bersuami." ucap papanya dengan marah.
"Iya, dimana otaknya mereka, dan keluarga Abian apa nggak tau malu mereka."
"Udah ma, udah pa, sekarang udah jelaskan? jadi biarkan aku mencari jodohku." ucap Amar menenangkan orang tuanya.
"Nunggu kamu kapan ketemunya?" tanya papanya.
"Sabar aja dulu, nikmati aja kesendirian pa, lagian aku sudah punya cuma tunggu waktu yang pas agar dia mau sama aku." Amar mencoba menjelaskan.
"Jadi kamu udah ada calon?" tanya mamanya tersenyum.
"Dan kamu ditolak?" tanya papanya.
"Mungkin begitu lebih tepatnya." jawab Amar dengan wajah memelas.
"Hahahaha, jadi seganteng itu kamu masih ada yang nolak." ucap papanya tertawa.
"Papa dan mama tidak pilih - pilih menantu kan?" tanya Amar memastikan.
"Nggak, yang penting kamu suka kami pun ikut aja." jawab papanya bersemangat.
__ADS_1
Amar merasa tenang ketika mendengar jawaban dari papanya.
Dalam mobil rombongan keluarga kecil Galuh nampak agak ribut. Siska semenjak naik mobil lansung memarahi Galuh.
"Kamu ini bisa nggak ngomong baik - baik?" tanya Galuh kesal.
"Harusnya aku yang marah, bisa - bisanya kamu jodohin Amar dengan dia." jawab Siska.
"Dimana letak salahnya coba?" tanya Galuh.
"Ada, pertama dia itu orang yang kamu sukai dulu kenapa harus masuk kedalam keluarga kita, kedua dia sudah bersuami, apa dia nggak malu sebagai perempuan bersuami."
"Jaga ucapan kamu, dia tidak minta di jodohkan, itu hanya keinginan keluarganya."
"Jika dia tidak mau berarti kamu yang sangat mau betul agar dia masuk kedalam keluarga kita."
"Mungkin kamu memang masih ingin ketemu dia terus - terusan."
"Kenapa sih kamu berpikiran negatif aja sama aku, heran aku sama kamu."
"Harusnya aku yang heran sama kamu." gerutu Siska sambil menatap ke arah jalan.
Di mobil keluarga Alan dan Bella juga nampak heboh. Bella masih bingung dengan reaksi Siska tadi di rumah Dita.
__ADS_1
"Kenapa kak Siska nampak agak marah?"tanya Bella penasaran.
"Kamu nggak tau perempuan yang mau di jodohkan dengan Amar?" tanya Alan dengan lembut.
Bella hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau.
"Dia Mira, wanita itu pernah menjadi kekasih Abian dan juga wanita incaran Galuh." jawab Alan.
"Benaran? trus kenapa di perkenalkan sebagai adik bang Bian?" tanya Bella belum mendengar cerita itu.
"Kamu taukan bahwa orang tua Abian bercerai, nah Mira ini anak dari ayah tiri Abian." jelas Alan.
"Ohw jadi itu penyebab dia tidak menikahi kekasihnya."
"Itu salah satunya, alasan lainnya dia di jodohkan dengan Dita."
"Tapikan bang Bian tidak suka wanita manja, tetap aja dia menikahi Dita karena wanita tadi adiknya."
"Awalnya mungkin ia, tapi setelah beberapa bulan tinggal bersama, Abian malah terpikat dengan Dita, kamu belum tau aja jika Abian itu bucin banget kepada Dita, sama mas aja Abian masih aja uring - uringan jika mas dekat sama Dita."
"Iyalah, kamu kan juga pengejar cinta Dita."
"Kok wanita selalu seperti itu ya, heran mas, padahal mas cinta matinya kepadamu loh sayang." ucap Alan membuat Bella kesenangan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang."jawab Bella dengan senyum sumringah.
"Sama - sama sayang."