
Andin menangis sejadi-jadinya karena ulahnya sendiri. Mamanya mencoba untuk menenangkan anaknya. Papanya hanya diam melihat keduanya. Begitu juga dengan Zaki, dia hanya diam melihat keluarganya hancur kembali.
"Jeblosin aja mereka kepenjara." ucap papanya dengan tegas.
"Boleh kita bicara di ruang kerja papa." ucap Zaki.
"Zaki mama mohon, jika kamu mau jeblosin kakak kamu kepenjara, biarlah mama yang dipenjara, jangan kamu rusak mental keponakan kamu." ucap mamanya memohon kepada Zaki.
Zaki hanya diam tanpa menjawab ucapan mamanya. Zaki dan papanya berjalan memasuki ruang kerja papanya.
"Apa papa yakin dengan keputusan papa memenjarakan mama dan kak Andin?" tanya Zaki ketika pintu ruang kerja baru di tutup.
"Berani berbuat berani bertanggung jawab." ucap papanya dengan emosi.
"Pa coba papa pikirkan perasaan anak - anak kan Andin, mereka masih kecil, mereka belum paham pa."
"Jika tidak di hukum dia tidak akan jera, akan berbuat sesuka hatinya."
__ADS_1
"Pa, apa begitu penting bagi papa aku kembali dengan Mira, aku sih tidak apa-apa yang penting demi nama baik keluarga kita."
"Berarti kamu melindungi penjahat."
"Ini bukan masalah melindungi pa, tapi apa nggak lucu aja semua orang tau jika keluarga Iskandar berantakan kayak gini." ucap Zaki mencoba menjelaskan.
"Kenapa harus malu, itu yang sebenarnya terjadi." jawab papanya tidak mau kalah.
"Tapi kenapa keluarga ini kacau juga tidak lepas karena salah papa sebagai kepala keluarga."
"Jika papa tidak gagal, tidak mungkin mama seperti itu, bukannya mama tanggung jawab papa dunia dan akhirat, tapi papa gagal membimbing mama, dan apakah sebagai seorang ayah, ayah berhasil mendidik anak papa?."
"Tidak pa, ayah gagal mendidik kak Andin dan aku, kak Andin memang sekarang menjadi tanggung jawab suaminya tapi karena ayah gagal mendidik dia, maka menjadi PR yang besar bagi suami nya, lalu aku dimana baiknya, aku hidup dengan gaya pacaran bebas." ucap Zaki lagi.
Papa Zaki terdiam mendengar ucapan anaknya. Hatinya merasa terluka sangat besar. Kali ini luka di hatinya menganga besar sehingga terasa menyakitkan sekali.
"Kenapa mama mengkhianati papa, mungkin papa terlalu tidak peduli dengan mama dan papa selalu merasa bahwa diri papa yang benar, atau mungkin ada yang tersakiti oleh papa di masa lalu sehingga hidup papa tidak bahagia." ucap Zaki lagi - lagi menyakiti hati papanya.
__ADS_1
"Kamu tidak ngerti apa-apa, jadi jangan seolah kamu sok tau."
"Aku memang tidak ngerti apa-apa, tapi mataku melihat bagaimana papa memperlakukan mama, papa terlalu cuek dengan mama, padahal kalian nikah bukan di jodohkan."
"Aku juga tau bahwa kalian menikah terpaksa karena sebuah kecelakaan, tapi mau bagaimanapun kalian pasangan orang tua, tidak bisakah kalian berdamai dengan diri kalian masing-masing." ucap Zaki menuangkan apa yang ada di hatinya selama ini.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya papanya membalikkan pertanyaan.
"Aku beda, aku dan Mira membuat perjanjian, aku sangat mencintai pasanganku." ucap Zaki.
"Tapi apa yang kamu dapat? dia selingkuh?" ejek papanya.
"Kami belum menikah, aku masih bisa mencari yang lainnya yang lebih setia."
"Tau apa kamu soal setia." ejek papanya membuka pintu.
"Aku tidak akan setuju jika papa memenjarakan mama dan kak Andin, aku akan coba meminta maaf kepada Abian atas sikap mereka, jika papa masih ngotot maka aku tidak akan segan-segan untuk menantang papa kali ini." ucap Zaki sebelum papanya keluar.
__ADS_1