
Jika pagi ini Mira dan Zaki memulai hidup baru, berbeda dengan Ami. Pagi ini dia terkejut dengan kedatangan mantan suaminya bersama dengan istrinya saat ini.
Tanpa ada pembicaraan tiba-tiba mereka datang ingin mengambil Gala dari tangan Ami.
"Aku tidak akan mengizinkan sampai kapanpun." ucap Ami dengan emosi.
"Gala juga anak aku, kamu tidak berhak melarang Gala bersama dengan aku."
"Tapi kenapa kamu dua tahun belakangan ini? sibuk sama istri baru kamu."
"Aku tidak terima penolakan dari kamu, toh kamu masih bisa punya anak, sedangkan kami sudah tidak bisa lagi, karena rahim istri aku sudah di angkat." ujar ayah Gala.
"Itu urusan kalian bukan urusan saya."
"Tapi itu jadi urusan kamu, karna anak itu harus ikut orang tua yang lengkap agar tumbuh kembangnya tidak terganggu." jawab istri baru ayah Gala.
"Aku bisa memberikan kebahagiaan kepada anakku."
"Kamu jangan lupa, bahwa Gala juga anak aku." jawab Mantan suaminya.
"Kau tidak akan membiarkan." ucap Ami dengan keras.
Mantan suaminya yang bernama Eric itu lansung berjalan menuju kamar Gala. Ia lansung menggendong Gala dari tempat tidurnya. Ami mencoba menghalanginya akan tetapi tubuhnya di pegang oleh istri Erik saat ini.
__ADS_1
"Lepas." ucap Ami mencoba melepaskan diri.
Setelah Gala terbangun ia hanya menangis saat melihat ia akan di bawa oleh papanya.
"Aku maunya sama mama." ucap Gala menangis.
"Kamu harus ikut papa sayang." ujar Eric mencoba membujuk Gala yang dari tadi menangis.
Ketika Gala sudah masuk mobil, barulah saatnya istrinya Eric melepaskan Ami. Dia bergegas untuk masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Ami, dia berlari sekuat tenaga mengejar mobil Eric.
"Gala, gala." ucap Ami sambil menangis di depan kaca mobil Eric.
Eric tidak peduli dengan tangisan Ami saat ini. Baginya adalah saat ini adalah Gala harus ikut dia. Mobil Eric melaju dengan cepat meninggal Ami yang masih menangis di pinggir jalan.
Begitu juga dengan ibunya Mira. Dia tidak lagi ramah kepada Ami setelah melihat Amar kerumah wanita itu.
"Karma kan, telah merebut Amar dari Mira." ucap Ibu Mira masuk kedalam rumahnya.
Ami hanya menangis karena ia tidak tau mencari Gala kemana. Ia tidak tau di mana Eric tinggal saat ini.
Dipikiran Ami hanya terlintas satu nama yaitu Amar. Ia yakin bahwa hanya laki-laki itu yang akan bersedia menolongnya.
Ami segera masuk kedalam rumahnya mengambil ponselnya. Ia dengan cepat memencet nomor Amar.
__ADS_1
"Pagi udah kangen ya." canda Amar.
"Mar tolong ...." ucap Mira sambil menangis.
"Hey kenapa ini?" tanya Amar belum paham.
"Gala di culik oleh Eric." ucap Ami menjelaskan dengan terbata - bata.
"Oke, tenang ya, aku akan kesana, tinggi di sana." ucap Amar mencoba menenangkan Ami.
Amar segera keluar dari kamarnya lansung mengambilkan kunci mobil. Saat sedang di jalan, ia sudah menghubungi mata - mata keluarganya.
Amar sudah sampai di depan rumah Ami. Ia segera masuk kedalam rumah Ami.
"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Amar dengan lembut
"Dia datang pagi-pagi, lalu mengambil Gala di kamarnya karena istrinya tidak bisa melahirkan."
"Tapi tidak bisa begitu dong, dulu kemana aja dia." ujar Amar dengan kesal.
"Bantu aku cari Gala, bawa Gala ke aku mar." ucap Ami di depan Amar.
"Iya, tenang ya, anak buah aku udah mencari keberadaan dia, tenang dulu ya." ucap Amar menenangkan Ami.
__ADS_1
Amar membawa tubuh Ami kedalam pelukannya. I a tidak ingin Ami stress karena hal sepele.