System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 98 - Grup Ke-1 Part 3


__ADS_3

Xia Jun, salah satu perwakilan dari Keluarga Xia, seorang pemuda berambut hitam pendek, menggunakan dua buah belati bewarna kecoklatan dari ganggang hingga matanya sebagai senjata.


Begitu keduanya naik ke arena dan saling berhadapan dengan jarak sejauh 10 kaki, mereka menyatukan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kemudian menyebutkan nama masing-masing.


“Hai Mo,” ucap Biksu Muda itu memperkenalkan dirinya dengan nada yang ramah.


“Xia Jun,” dirinya juga ikut memperkenalkan diri.


“Akhirnya ada yang tahu sopan santun juga rupanya... tidak seperti seorang pemuda di...,” ucap laki-laki yang menjadi pengawas sembari menatap Xia Yun dengan tatapan mengejek.


Xia Yun yang di ejek pun nampak alisnya berkedut kesal tetapi tidak ingin mempermasalahkannya, setelah sedikit mengejek Xia Yun, laki-laki itu langsung memulai pertandingannya.


“Pertandingan Grup-1, babak pertama, dimulai!”


Begitu pertandingan di mulai, Xia Jun dengan cepat berlari menggunakan skill langkah miliknya kearah Hai Mo dengan memegang erat kedua belatinya.


Berbeda dengan Xia Jun yang langsung menyerang, Hai Mo nampak menyimpan tasbih miliknya kemudian memasang kuda-kuda untuk menghadapi serangan Xia Jun.


Alasan kenapa Hai Mo tidak terlihat membawa senjata, itu karena kebanyakan dari biksu yang ada, rata-rata melatih skill penempaan tubuh.


Orang yang berlatih skill penempaan tubuh, rata-rata tidak ada yang menggunakan senjata sebagai alat bertarungnya karena mereka hanya menggunakan tubuh mereka sendiri sebagai senjatanya.


Ketika Xia Jun berada di depan Hai Mo, dirinya segera melemparkan belati yang ada di tangan kanannya kearah Hai Mo.


Melihat ada sebuah belati melesat kearah kepalanya, Hai Mo tidak menghindar, tetapi menghadang belati itu menggunakan tangan kanannya.


Sesaat belati itu hampir mengenai tangan Hai Mo, tampak Xia Jun mengatakan sesuatu sembari berlari memutari Hai Mo.


“Elemen Tanah : Ledakan Tanah!”


!!


Boom!


Seketika, belati itu langsung meledak dan menciptakan sebuah asap kecil yang membuat Hai Mo menutup matanya.


Rupanya belati bewarna kecoklatan itu bukanlah belati asli yang terbuat dari bahan keras seperti besi atau bahan lainnya, tetapi itu di buat sendiri oleh Xia Jun menggunakan elemen tanah miliknya sehingga belati itu bisa dia kontrol.


Berhasil menutupi pandangan Hai Mo, Xia Jun segera melemparkan lagi belati yang ada di tangan kirinya dan mengulangi hal yang sama.


“Elemen Tanah : Ledakan Tanah!”


Boom!


Setelah belati itu meledak, Xia Jun langsung berlari kearah Hai Mo sambil sedikit membungkuk dengan tangan yang menyentuh lantai arena, atau lebih tepatnya menggesekkan telapak tangan kanannya pada lantai arena.


“Elemen Tanah : Penciptaan!”

__ADS_1


Seiring dirinya berlari mendekati Hai Mo, perlahan di telapak tangan Xia Jun mulai terbentuk sebuah belati yang sama persis seperti sebelumnya.


Hal tersebut terus terjadi hingga Xia Jun berada tepat di belakang Hai Mo, sehingga saat Xia Jun ada di belakang Hai Mo, belati yang ada di yang ada di tangan kanannya sudah selesai terbentuk.


“Kena!” ucap Xia Jun melompat kearah leher Hai Mo sembari bersiap menyerang menggunakan belati yang ada di tangannya.


!!


Buk!!


Ah!!


“Bag-”


“Seharusnya kau tidak membuat suara apapun ketika ingin memberikan serangan kejutan.”


Suara Hai Mo menghentikan ucapan Xia Jun yang saat ini lehernya sedang di cekik oleh Hai Mo yang matanya sedang tertutup dengan santai.


Bukan cuma Xia Jun saja yang terkejut, tetapi para peserta lainnya dan penonton pun begitu. Mereka tidak menyangka bahwa Hai Mo akan mendapatkan Xia Jun di saat-saat terakhir.


Tetapi bagi Xia Jun yang sedari awal mengamati pergerakan tenang Hai Mo, sudah menyadarinya bahwa Hai Mo sangat percaya diri akan skill penempaan tubuh miliknya dan tidak akan bisa di lukai oleh Xia Jun.


Laki-laki yang menjadi pengawas pun juga bersikap tenang walau dirinya lumayan terkejut akan aksi Hai Mo yang dengan sengaja membuat pertahanan dirinya terlihat terbuka dan mudah untuk di serang oleh Xia Jun.


“Karena tidak ingin membuat yang lain menunggu, akan aku akhiri ini dengan cepat.”


“Pertandingan Selesai!”


“Yang menang segera pindah ke sisi kiri arena dan menunggu pertandingan berikutnya.”


Laki-laki yang menjadi pengawas itu segera mengumumkan hasil dari pertandingan dan mulai mencari peserta lainnya yang akan bertarung.


.


.


.


.


.


.


[Tempat Duduk Keluarga Xia]


“Ketua! satu peserta kita sudah kalah, apakah Anda yakin bahwa Xia Rong tidak akan berhadapan dengan Bocah S*alan itu?” tanya Tetua Ke-1 sambil menatap Xia Junsu dengan ekspresi bingung

__ADS_1


“Aku hanya berharap bahwa Xia Rong tidak akan berhadapan dengan Anak Itu... tetapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi, aku takutnya Anak Itu akan melampiaskan kekesalannya pada Xia Rong,” balas Xia Junsu sambil memegang kepalanya.


“Bocah Baj*ngan itu!” ucap Xia Wu dengan nada mengutuk sambil menatap Xia Yun.


Pertandingannya selesai, Hai Mo berjalan turun ke arena dan pergi kearah Xia Yun yang saat ini sedang duduk dengan ekspresi tenangnya.


“Sebelumnya itu pertandingan yang bagus, teman.”


Hai Mo tersenyum sambil menatap Xia Yun dan menyapanya dengan ramah, Xia Yun yang di sapa pun menatap kearah Hai Mo, menganggukkan kepalanya pelan tanpa ekspresi dan membalas, “Kau juga begitu....”


“Ingin duduk?” tanya Xia Yun singkat.


“Hem... jika bisa?” jawab Hai Mo pelan sambil memiringkan kepalanya.


Mendengar jawaban Hai Mo, Xia Yun menciptakan sebuah tempat duduk yang mirip seperti miliknya tepat di samping Xia Yun duduk saat ini untuk Hai Mo.


“Duduklah,” jelas Xia Yun tanpa menatap Hai mo karena saat ini pandangannya terfokus pada salah satu peserta yang saat ini sedang bertarung di arena Grup 1.


Mendengar ucapan Xia Yun, Hai Mo mengucapkan terima kasih dan segera duduk di tempat duduk yang Xia Yun siapkan kemudian ikut menonton pertandingan yang sudah di mulai di depannya.


Peserta yang menarik perhatian Xia Yun adalah Xia Rong, perwakilan dari Keluarga Xia yang terakhir dia lawan saat Pertandingan Pemilihan Calon Kepala Keluarga.


Xia Rong, pemuda berambut hitam panjang dengan pedang sebagai senjatanya. Menggunakan pedangnya, Xia Rong dengan lincah bergerak dan menyerang laki-laki berbadan besar yang menjadi lawannya.


Memberikan tebasan demi tebasan di tubuh lawannya, tanpa memberikan kesempatan untuk lawannya membalas balik.


“Dari tekanan auranya... dia sedikit lagi menerobos ke ranah Pendekar Jendral Tingkat 1. Lumayan,” gumam Xia Yun sembari memperhatikan Xia Rong.


.


.


.


.


.


Makasih buat yang ngasi saran ke aku ya... jika ada saran skill yang kalian saranin belum masuk, itu cuma belum saja, itu akan masuk tetapi ada waktunya ya....


Dan juga aku bakal ubah kepribadian Xia Yun menjadi tenang, tegas dan tidak kenal ampun pada musuhnya ya, tetapi baik pada orang-orang yang baik/tidak bersalah.


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.

__ADS_1


__ADS_2