
“Babak ke-4 akan kita adakan pada hari berikutnya, mengingat bahwa saat ini matahari akan terbenam,” jelas Pria Paruh Baya yang membuka jalannya pertandingan sebelumnya.
Setelah menjelaskan hal itu, laki-laki itu mengatakan bahwa mereka sudah diijinkan untuk meninggalkan tempat ini dan kembali lagi besok.
Para penonton yang mendengar penjelasan dari Pria Paruh Baya itu langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung berjalan pergi meninggalkan tempat turnamen ini.
Xia Yun dan Hai Mo beserta para peserta yang mendengar ucapan Pria Paruh Baya itu pun segera membalikkan tubuhnya dan langsung meninggalkan areanya masing-masing.
Xia Yun juga tidak ingin kerepotan, dirinya langsung saja menggunakan Skill Langkah Cahayanya untuk pergi meninggalkan tempat turnamen ini secepatnya.
Xia Yun berpikir bahwa saat ini dirinya akan di cari-cari oleh orang lain perihal penyamarannya sebagai guru di arena.
Oleh karena itu Xia Yun tidak ingin ambil repot dan segera meninggalkan tempat ini.
Baru saja Xia Yun ingin bergerak, tiba-tiba terdengar suara Xia Rong yang memanggilnya dari arah belakang.
“Maafkan aku karena gagal untuk tetap bertahan,” ucap Xia Rong dengan tangan yang terkepal erat-erat karena dirinya merasa tidak berdaya.
Xia Rong saat ini sedang meminta maaf karena dirinya sudah kalah melawan Hai Mo dan tereliminasi pada babak ke-3.
Xia Yun yang mendengar perkataan Xia Rong hanya menatapnya sesaat kemudian mengalihkan pandangannya sembari berkata, “Itu artinya saat ini kau belum layak untuk menghadapi aku.”
Setelah mengatakan itu, Xia Yun segera pergi meninggalkan Xia Rong menggunakan Skill Langkah Cahayanya.
“Kalau begitu aku akan berlatih lebih kuat lagi agar bisa menghadapi mu, Xia Yun!” gumam Xia Rong dengan mata yang menunjukkan keyakinan mutlak.
.
.
Melewati pintu keluar, Xia Yun melihat rombongan Yong Tao dan yang lainnya segera memutuskan untuk berhenti di dekat mereka.
!!
Kemunculan Xia Yun yang tiba-tiba sempat membuat mereka semua terkejut dan bersiaga takutnya itu adalah serangan, tetapi begitu mereka melihat Xia Yun, semuanya kembali bersikap tenang.
Xia Yun yang melihat Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran sedikit mengerutkan alisnya kemudian segera bertanya pada Yong Tao dan di jawab olehnya dengan santai.
“Mereka adalah kenalan, kami kebetulan bertemu dengan mereka ketika ingin menonton turnamen, Oleh karena itu kami sekalian memutuskan untuk pergi bersama-sama saja.”
Yong Tao menjawab pertanyaan Xia Yun sembari menoleh kearah Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran.
Melihat Xia Yun, Duan Feng segera berjalan kearahnya dan memperkenalkan diri.
__ADS_1
“Aku Duan Feng, salam kenal,” sapa Duan Feng sembari tersenyum dan memberikan tangannya.
“Xia Yun,” balas Xia Yun datar sembari menjabat tangan Duan Feng.
Mendengar nada perkenalan Xia Yun yang menurut mereka seperti orang tidak bersemangat, Duan Feng dan yang lain hanya tersenyum kecut, kemudian Duan Feng juga lanjut memperkenalkan Lou Yui dan Huan Ran.
“Saudara Yong Tao, Xia Yun dan yang lainnya, karena ada sesuatu yang ingin kami lakukan, kita akan berpisah disini terlebih dahulu,” jelas Duan Feng sembari menyatukan kedua tangannya.
Setelah mengatakan hal itu, Duan Feng melirik kearah Lou Yui dan Huan Ran kemudian berjalan meninggalkan rombongan Xia Yun diiringi dengan Lou Yui dan Huan Ran di belakangnya.
.
.
[POV Duan Feng dan yang lain]
“Senior Duan, kenapa kita langsung berpisah dengan mereka secepat ini?”
Lou Yui bertanya dengan penuh tanda tanya di benaknya pada Duan Feng setelah mereka sudah agak jauh dari rombongan Xia Yun.
“Setelah kalian bertemu dengan laki-laki bernama Xia Yun tadi, apakah ada semacam sensasi aneh yang terjadi pada kalian?” Duan Feng menghentikan langkahnya dan berbalik menatap keduanya.
Lou Yui dan Huan Ran yang di tanya seperti itu oleh Duan Feng hanya saling tatap satu sama lain kemudian Lou Yui mengatakan, “Senior, apakah Anda jatuh cinta dengan Xia Yun itu?”
Duan Feng yang mendengar pertanyaan Lou Yui langsung tersedak nafasnya sendiri.
Uho!!
Uho!!
Lou Yui dan Huan Ran yang melihat Duan Feng langsung tertawa geli dan segera meminta maaf.
“Baiklah Senior, aku tidak merasakan apa-apa ketika bertemu dengan Xia Yun itu,” jelas Lou Yui sembari menatap Duan Feng.
“Aku juga,” tambah Huan Ran menimpali ucapan Lou Yui.
Duan Feng mendengar jawaban dari keduanya hanya menganggukkan kepala pelan kemudian berbalik tanpa mengatakan apapun.
Sikap Duan Feng yang seperti itu langsung membuat keduanya kebingungan dan kembali menggodanya lagi, tetapi kali ini Duan Feng tidak memberikan reaksi apapun seolah dirinya tidak mendengarkan ucapan mereka.
.
.
__ADS_1
[POV Xia Yun dan yang lain]
“Xia Yun, kenapa kau terus melihat kearah mereka pergi?” tanya Yong Tao yang saat ini sedang melihat Xia Yun menatap arah perginya rombongan Duan Feng pergi sebelumnya.
“Hem? bukan apa-apa, aku hanya berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang cukup kuat.”
Jawab Xia Yun dengan asal walau jawaban bukanlah sekedar bohongan, karena Xia Yun tahu bahwa ketiganya memiliki tingkat kultivasi di tanah Pendekar Alam Langit 3 dan 1.
Tetapi yang di rasakan oleh yang lain adalah Pendekar Raja Tingkat 6 dan 7, itu karena mereka bertiga mengontrol auranya karena alasan tertentu sehingga memilih untuk menyembunyikan kekuatannya.
Yong Tao juga tidak membantah perkataan Xia Yun, walau dirinya terkesan santai, itu bukan berarti Yong Tao tidak menyadari kekuatan dari ketiganya, tentu karena Yong Tao lebih kuat dari mereka, ketiganya tidak mampu menipu penglihatan Yong Tao.
Sehingga tanpa mereka sadari, Yong Tao sebenarnya sudah menyadari kekuatan sejati dari mereka, orang lainnya yang menyadari kekuatan ketiganya selain Yong Tao dan Xia Yun adalah Zhuge Liang.
Selain mereka bertiga, Miyuki, Xin Mei dan para maid tidak menyadari kekuatan asli dari ketiganya, untuk Hu Wang? mungkin saja harimau putih itu sadar.
Para Maid memang bukan seorang kultivator, jadi wajar jika mereka tidak bisa menyadari hal-hal yang seperti ini.
Tidak lama Xia Yun mengatakan itu pada mereka semua, dirinya langsung mengajak semuanya untuk kembali karena sebentar lagi matahari akan terbenam, dan alasan terpentingnya adalah menghindari orang-orang yang akan mencarinya demi penyamarannya sebagai guru.
‘Tidak pernah aku berpikir bahwa aku akan bertemu dengan orang-orang Ras Naga lagi secepat ini,” batin Xia Yun menghela nafas berat ketika teringat dengan sosok Naga Iblis yang dirinya lawan sebelumnya.
‘Apakah mereka datang untuk balas dendam?’
‘Tidak, aku sudah menghancurkan semua bukti, seharusnya mereka tidak tahu bahwa aku yang sudah membunuh Naga Iblis itu.’
Begitulah pemikiran-pemikiran yang ada di benak Xia Yun saat ini, tetapi ketika dirinya memikirkan hal lainnya, tiba-tiba Xia Yun mendengar suara yang ribut dari arah depannya.
.
.
Asal dari keributan yang ada di depan Xia Yun ternyata berasal dari sekelompok laki-laki yang sedang memukuli seorang pemuda yang terlihat memeluk satu buah karung dengan erat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
Kalau kalian punya saran seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.