
Waktu kereta Xia Yun ingin melewati gerbang Kota, secara tiba-tiba Zhuge Liang menghentikan keretanya dan mengatakan, “Tuan Muda, ada Nona Mei Yue yang ingin bertemu denganmu.”
Mendengar ucapan Zhuge Liang, Xia Yun keluar dari kereta dan menemukan Mei Yue bersama dengan Kakeknya tengah berdiri tidak jauh dari kereta mereka saat ini.
“Sudah lama menunggu?” tanya Xia Yun sembari berjalan mendekati mereka berdua.
Mei Yue menggelengkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Xia Yun.
“Ambilah ini.” (Xia Yun)
Ketika dia berada di depan Mei Yue, Xia Yun menyerahkan kunci Kediamannya pada Mei Yue dan membuatnya terdiam.
??
Walaupun dirinya tidak bicara, tetapi Xia Yun mengerti apa yang ada di pikiran Mei Yue sehingga dia berkata, “Tentu saja aku ingin sekalian mengucapkan selamat tinggal padamu.”
Sambil mengatakan hal itu, Xia Yun menjentikkan pelan dahi Mei Yue dan berbalik berjalan menuju kereta, “Selamat tinggal....”
Di saat Mei Yue ingin mengatakan sesuatu pada Xia Yun, entah mengapa perkataannya tidak mau keluar sehingga dia hanya diam menyaksikan Xia Yun masuk ke dalam kereta dan mulai pergi melewati gerbang Kota.
Prak! (Langkah kuda)
Prak! (Langkah kuda)
Air mata Mei Yue mulai keluar saat dia menyaksikan Xia Yun pergi, kepergiannya kali ini, entah apakah mereka akan bertemu lagi seperti ini atau tidak itulah yang Mei Yue pikirkan.
Perlahan ada tangan Kakek Mei Yue yang memeluknya sembari menepuk pelan punggung dan mengelus kepalanya, “Selalu ada yang namanya Takdir....”
Mengetahui bahwa Kakeknya berusaha menenangkannya, Mei Yue pun akhirnya menangis dalam diam di pelukan Kakeknya.
......................
“Hei Xia Yun, apakah kau memang hanya ingin menyerahkan kunci Kediaman lalu pergi begitu saja?” tanya Yong Tao dengan nada tidak percaya saat melihat Xia Yun duduk dengan tenang.
__ADS_1
“Memangnya apa lagi? aku tidak berniat untuk berlama-lama karena banyak orang yang mulai menatap kearah kereta kuda kita.” (Xia Yun)
Xia Yun menjelaskan hal tersebut dengan santai sambil menatap kearah luar jendela kereta kudanya.
“Kakek Liang dan Yang Kai, apakah peta yang aku berikan itu jelas?” tanya Xia Yun dengan suara yang sedikit keras karena mereka berdua berada di luar kereta.
“Ya Tuan, ini sangat rinci, aku bahkan tidak pernah melihat peta yang sebagus ini sebelumnya.” (Yang Kai & Zhuge Liang)
Mendengar jawaban dari keduanya, Xia Yun tersenyum karena Peta Sistem yang baru saja dia berikan pada keduanya, ternyata akan sangat berguna.
Sehari sebelumnya, Xia Yun sudah menyiapkan hal ini dengan cara menuliskan apa yang ada pada Peta Sistem ke sebuah kertas yang akan di gunakan sebagai peta.
Menurut Xia Yun, Peta Sistem seharusnya memiliki keakuratan sebesar 100%, oleh karena itu dia memutuskan untuk menyalinnya.
★Bentuk kereta kuda mereka itu kayak gini (|☲|) dua baris tempat duduk yang saling berhadapan, muat untuk 3 orang dalam 1 baris tempat duduk.
★Nah, posisi tempat duduk Xia Yun dan Yong Tao itu saling bersebelahan, dengan Miyuki dan Xin Mei di hadapan mereka berdua.
★Di samping mereka, itu ada pintu tepat di tengah-tengah tempat duduk, dan jenis pintunya adalah pintu dengan jendela tempat untuk melihat.
“Oh iya! bagaimana dengan para pelayan itu!?” (Yong Tao)
Ketika suasana sedang hening, Yong Tao bertanya tentang Sebas dan yang lainnya lalu di balas anggukkan oleh Miyuki juga.
“Tenang saja, mereka tidak akan tertinggal...,” jawab Xia Yun sambil melambaikan tangannya pelan menandakan untuk tidak perlu di pikirkan.
“Apakah kau tidak berlatih? lihatlah dia (Xin Mei), dari tadi dia sudah berlatih, dan kau?” (Xia Yun)
Xia Yun mengatakan hal tersebut sambil menunjuk kearah Xin Mei yang tengah berlatih sedari tadi.
“....” (Yong Tao)
Waktu Xia Yun tanya seperti itu, Yong Tao terdiam dan mengalihkan pandangannya kearah jendela, tidak berniat untuk membalas.
__ADS_1
Beberapa saat sehabis dia membuang wajah, segera Yong Tao berbalik dan mengatakan, “Hei? apakah kau tidak bercermin....”
Perkataannya berhenti saat dia melihat Xia Yun sedang duduk dalam kondisi bersila, jelas dia tahu bahwa Xia Yun juga tengah berlatih sekarang.
!!
Menoleh kearah Miyuki, Yong Tao melihat bahwa dia juga sedang berlatih.
Menyadari bahwa hanya dia orang yang bermalas-malasan disini, segera Yong Tao duduk dalam posisi bersila lalu mulai berlatih.
......................
“Sebas! bagikan ini pada Chao Bersaudara,” ucap Xia Yun sembari melemparkan Cincin Penyimpanan kearah Sebas.
Saat ini, Xia Yun berada di dalam Cincin Cermin Dunia/Markasnya, lebih tepatnya berada di lantai 4 dalam Markasnya.
“Tuan!” Sambut Sebas ketika melihat Xia Yun datang kearahnya.
Sebas yang saat ini sedang melatih Para Anak Panti Asuhan bela diri di alun-alun Desa, memutuskan untuk istirahat dulu karena kedatangan Xia Yun.
Memeriksa apa yang baru saja Xia Yun berikan, Sebas terkejut karena di dalamnya berisi kebutuhan-kebutuhan yang Para Anak Panti butuhkan seperti pakaian, alat menulis, bahan masakan dan lain-lain.
Kebutuhan-kebutuhan yang Xia Yun berikan pada Sebas, baru saja dia beli kemarin waktu sedang berkeliling Kota bersama dengan Mei Yue.
Hal ini jugalah yang membuatnya ingin berjalan-jalan kemarin.
Jika masalah makanan, mereka tidak perlu khawatir karena Sistem yang sudah Xia Yun atur, semua hewan seperti Rusa tidak akan pernah habis di dalam lantai ini.
Terlebih lagi buah-buahan atau sayuran, mereka
tidak perlu merasa takut kehabisan karena hutan di sekitar Desa ini memiliki banyak buah dan sayur di dalamnya.
...****************...
__ADS_1
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.