
“Hem... tidak ada perbedaan berarti, cuma aku sedikit tidak terbiasa karena sebelumnya pandangan ku lebih jelas karena memakai Mata Sharingan,” gumam Xia Yun sembari menyentuh-nyentuh bagian matanya dan mencoba tuk melihat keadaan sekitarnya.
Setelah membiasakan diri tentang pandangannya saat ini, Xia Yun kemudian memutuskan untuk mengecek Statusnya dan berkata, “Mari kita lihat hasil panen sebelumnya.”
Xia Yun mengatakan hal tersebut sembari menggosokkan kedua tangannya tidak sabar.
[Status]
[Nama : Xia Yun]
[Umur : 15 tahun]
[Kelamin : Laki-Laki]
[LV : Holy Dao Tingkat 1]
[Poin pengalaman : 124.162.000/431.000.000]
[Pekerjaan : Alchemist Tingkat 3, Penyihir Hitam]
[Keterampilan/Skill »]
[Elemen : Air, Api(Api Pembekuan, Api Phoenix), Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan, Ruang Dan Waktu,
Es, Racun dan Petir Merah]
[Senjata : Sabit Dewa Kematian dan Busur Dewa Babilonia]
[Shop poin : 168.460.000]
[Mata uang : 99,699,467 koin emas]
[Toko »]
[Undian »]
[Penyimpanan »]
!!
Xia Yun terkejut saat melihat Statusnya saat ini, Shop Poin, Level dan senjatanya, ketiga Poin ini mengalami perbedaan yang membuat Xia Yun terkejut dan bingung di saat yang bersamaan.
“Kenapa 2 Pedang dan juga Zirah ku menghilang, Lily?” tanya Xia Yun kebingungan saat melihat kolom senjata.
[Pada pertempuran sebelumnya ketiga barang tersebut sudah hancur]
Oh!
Merasa cukup ketika mengetahui info tersebut, Xia Yun tidak ingin ambil pusing, karena menurutnya mau seperti apapun senjatanya, akan bisa dia ciptakan menggunakan kemampuan khusus matanya ini.
“Tapi aku tidak menyangka bahwa peningkatan ku akan secepat ini karena pertempuran sebelumnya....” (Xia Yun)
“Shop Poin ku sudah menggunung! Level ku juga meningkat banyak, tetapi masih jauh untuk menandingi Immortal itu.“ (Xia Yun)
Xia Yun terus bergumam sambil memikirkan keadaannya saat ini, saat sedang fokus, tiba-tiba Xia Yun teringat akan hukuman lainnya selain matanya yang menjadi buta.
“Lily, coba tunjukan Skill-Skill yang sudah di hapus?” Xia Yun bertanya dengan rasa ingin tahu.
[Menghapus Skill Bilah Angin]
[Menghapus Skill Pembaca Pikiran]
[Menghapus Skill Tapak Es]
[Menghapus Skill Pemberhentian Waktu]
[Menghapus Skill Mode Raja Kura-Kura]
[Menghapus Skill Langkah Cahaya]
[Menghapus Skill Penguasaan Instan]
[Menghapus Skill Dekomposisi]
[Menghapus Skill Energi Bintang Tak Terbatas]
[Menghapus Skill Sentuhan Kematian]
‘A-apa!!’ (Xia Yun)
‘Betapa sialnya aku... bahkan Skill Energi Bintang Tak Terbatas saja ikut di hapus!’ Xia Yun berkata dengan nada tidak rela ketika melihat Skill-Skill yang di hapus oleh sistem.
★(Kalo ada beberapa skill kalian yang tidak masuk, maaf yah, kalian kurang beruntung karena skill yang di hapus sudah mencapai 10 terlebih dahulu, jadi tidak bisa ku masukan🙏)
★(Dalam penghapusan Skill-Skill ini, aku sebagai Author tidak ada campur tangan ya, ini memang secara random aku ambil menurut pendapat kalian, ya walau sedikit tidak sayang kalo Skill-Skill kuat milik Xia Yun harus di hapus T_T)
“Tampilkan semua Skill ku saat ini, Lily,” perintah Xia Yun dengan lesu sambil mengusap wajahnya pelan.
[Menampilkan semua Skill]
__ADS_1
[>>>>]
[keterampilan/ Skill]
[-Skill Pencaharian]
[-Skill Gluttony]
[-Skill Pedang Ganda]
[-Skill Regenerasi Super]
[-Skill Klon]
[-Skill Telepati]
[-Skill Pengendalian Senjata Penuh]
[-Skill Pembangkitan]
[-Skill Penyamaran Sempurna]
[-Skill Restorasi]
[-Skill Reaksi Emosi]
[-Skill Valhala Gate]
[-Skill Peniadaan Serangan]
[-Skill Penyembuhan]
[-Skill Teleportasi]
[-Skill Penyerapan Instan]
[-Skill Mode Phoenix]
[-Skill Perubahan Malaikat]
[-Skill Gerbang Hachimon]
[-Skill Naga Penghancur]
[-Skill Pukulan Api membara]
[-Skill Ia Shub Niggurath]
[-Skill Enhance Mode]
[-Skill Author’s Touch]
[-Skill Pembalik Takdir]
“Yah, biar begitupun Skill-Skill ku masih banyak,” gumam Xia Yun dengan enteng.
“Aku yakin Immortal pasti akan kembali mencari masalah denganku” (Xia Yun)
“Aku sedikit dirugikan disini, Skill-Skill ku sudah sebagian besar di ketahui olehnya, terlebih lagi dirinya berhasil lolos! Dan juga aku malah kehilangan beberapa skill penting ku!”
Xia Yun memikirkan masalahnya saat ini, memang benar, Skill-Skill milik Xia Yun sudah berhasil di ketahui oleh Immortal, bukan hanya itu, Skill-Skill Xia Yun juga ada yang di hapus.
Bisa dibilang ini ada kerugian dan keuntungannya tersendiri bagi Xia Yun, kekuatan meningkat, tetapi di sisi lain, kekuatannya juga mengalami penurunan.
Berhenti memikirkan hal tersebut, akhirnya Xia Yun teringat akan sesuatu dan mengatakan, “Kalau tidak salah, aku memiliki kesempatan untuk meningkatkan versi mu secara gratis, kan?”
[Ya, Tuan memiliki kesempatan 1 kali, biasanya jika Tuan meningkatkan dengan cara membayar menggunakan Shop Poin, maka akan memerlukan waktu, tetapi jika menggunakan kesempatan ini, maka tidak perlu waktu upgrade]
“Jika tidak salah, semakin tinggi versi sistem, maka biaya upgrade nya akan makin mahal, kan?” Xia Yun bertanya sambil menyentuh dagunya berpikir.
[Benar]
“Kalau begitu upgrade versi sistem menggunakan Shop Poin ku.” (Xia Yun)
[Mengupgrade versi sistem ke versi 3.0]
[Memotong -1.000.000 Shop Poin]
[Proses upgrade sistem memerlukan waktu selama 16 jam]
[Selama proses berlangsung, Tuan tidak bisa mengakses sistem, tetapi masih bisa menggunakan penyimpanan saja]
[Proses upgrade dimulai]
[>>>>]
Menyadari bahwa sistem sudah memulai proses upgrade, Xia Yun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan kearah jendela kemudian melihat ke langit.
“Ini sekitar jam 4 siang... lebih baik aku istirahat tidur saja sambil menunggu proses upgrade sistem selesai,” gumam Xia Yun kemudian kembali berjalan ke tempat tidur dan merebahkan dirinya.
__ADS_1
“Yang lain akan kupikirkan nanti, lebih baik aku beristirahat terlebih dahulu setelah melewati pertempuran mengerikan sebelumnya.” (Xia Yun)
Setelah mengatakan itu, Xia Yun mulai menutup matanya dan pada akhirnya tertidur pulas dalam hitungan menit karena dirinya memang merasa lelah.
.
.
“Bagaimana dengan keadaan Xia Yun, Tuan Shao Sheng?” (Ming Bao)
Saat ini semua anggota keluarga Kekaisaran sedang berkumpul di tempat kerja milik Ming Bao, di sana terdapat Ming Hu, Ming Bao, Ming He dan Ming Chan beserta Qiao Jing, tidak lupa juga Shao Sheng.
Alasan Shao Sheng bisa berada di sini adalah perintah dari Ming Bao, Ming Bao meminta Shao Sheng untuk datang ke Istana dan menyampaikan informasi tentang Xia Yun setelah Shao Sheng mengobatinya.
Shao Sheng yang di tanya oleh Ming Bao (Kaisar Sekarang) seperti itu menjadi tidak nyaman untuk mengatakan yang sebenarnya, dan gelagat dari Shao Sheng berhasil di sadari oleh Ming Hu (Kaisar Terdahulu).
“Apakah lukanya serius?” tanya Ming Hu yang buka suara.
“Ya... mata pemuda itu mengalami kebutaan....” (Shao Sheng)
Shao Sheng membenarkan ucapan Ming Hu kemudian menjelaskannya tanpa ada sedikit pun yang di tutupi.
Semua orang yang mendengar penjelasan dari Shao Sheng langsung terkejut dan merasa kasihan pada Xia Yun saat mengetahui bahwa matanya mengalami kebutaan.
Ming He yang mendengar keadaan Xia Yun langsung mengenalkan tangannya kuat-kuat karena merasa bersalah.
“Apakah masih bisa di sembuhkan?” tanya Ming Chan sedikit khawatir pada Shao Sheng yang membuat semua pandangan keluarganya mengarah kearah Ming Chan.
“Dengan kemampuan ku yang seperti ini, aku ragu untuk mengatakan iya.” (Shao Sheng)
Shao Sheng berkata dengan jujur ketika di tanya oleh Ming Chan tentang bisa atau tidaknya menyembuhkan mata Xia Yun.
“Ayah, aku akan pergi menjenguk Xia Yun besok pagi, aku harus menemuinya kemudian meminta maaf,” Ming He menjelaskan pada keluarganya.
“Karena melindungi aku... Xia Yun sampai mengalami hal....” (Ming He)
Ming He tidak melanjutkan kata-katanya dan membuang wajahnya kesamping.
Bruk!
Dari arah samping, ada Qiao Jing yang tiba-tiba mendekati Ming He kemudian memeluknya, berusaha untuk memenangkan putra satu-satunya ini.
Dump! (Pukulan)
Dari arah belakang, ada Ming Hu yang memukul dan mengusap-usap kepala Ming He sambil mengatakan, “Berhentilah menyalahkan dirimu seperti ini, lebih baik kau membantunya dari pada terus menyalahkan diri.”
Ming Hu memberikan nasehat kepada Ming He dan membuat mata pemuda tersebut langsung kembali cerah karena ucapan Kakeknya itu benar.
“Ming He, besok jenguk lah dia,” Qiao Jing memberikan saran.
Ming He menganggukkan kepalanya mengerti dan meminta ijin untuk pergi terlebih dahulu karena dirinya ingin melakukan sesuatu.
.
.
“Yah... sebaiknya aku akan menggunakan kain untuk menutupi mataku saja, aku pikir lebih baik jika mereka semua tetap menganggap ku buta,” gumam Xia Yun yang saat ini sudah bangun dan baru selesai mengenakan pakaian bewarna putih, dengan jubah bewarna kuning keemasan.
Saat ini, di depan cermin, Xia Yun melihat penampilan dirinya yang terbilang sudah berubah. Rambut Xia Yun saat ini, sebagian berubah karena efek dari Mahkota Kaisar yang dia miliki sebelumnya.
Saat pertarungan sebelumnya, Xia Yun memanfaatkan waktu untuk mengenakan Mahkota Kaisar ini untuk menyembuhkan dirinya, terlebih lagi, Xia Yun juga menggunakan Skill Restorasi pada dirinya sendiri agar jantungnya yang awalnya hancur, kini menjadi utuh.
Oleh karena itu Xia Yun tidak kembali mati walau efek dari Jarum Pencari Jiwa sudah habis, itu karena penyebab dari kematian dia sebelumnya adalah jantungnya yang hancur.
Tetapi setelah menggunakan Skill Restorasi + Efek pemulihan dari Mahkota Kaisar, jantung Xia Yun kembali sembuh dan membuatnya kembali dari kematian.
Terlepas dari berubahnya warna rambut Xia Yun, matanya juga tidak tertinggal. Karena Eye Of Authority, kali ini warna mata Xia Yun juga ikut berubah dengan iris mata berwarna biru muda + pupil nya bewarna kuning keemasan seperti rambutnya.
Pakaian Xia Yun juga ikut berubah, bajunya berwarna putih bersama dengan celananya. Jubahnya Xia Yun menggunakan warna emas dengan sedikit ornamen berwarna merah di setiap sisi jubah.
“Aku akan menggunakan kain khusus ini saja sebagai penutup mataku,” gumam Xia Yun sembari memakai sebuah kain bewarna putih bersih dan menutupi bagian matanya.
“Dengan ini aku akan tetap bisa melihat dari balik kain ini, walaupun untuk orang lain, aku terlihat seperti orang buta, ha ha ha....” Xia Yun tertawa pahit.
Dengan tambahan kain putih sebagai penutup matanya, tidak Xia Yun sangka bahwa tambahan sekecil ini bisa membuat penampilannya terlihat semakin tampan karena kain tersebut cocok untuknya.
**Tok!
Tok!
Tok**!
Saat sedang bercermin, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu diiringi dengan Yang Kai yang mengatakan, “Tuan, ada Tamu yang datang mencari mu.”
Oh?
...****************...
Hehehe... karena yang minta untuk Xia Yun memakai penutup mata itu lebih banyak di bandingkan dengan yang lain... oleh karena itu aku memilih untuk menutup mata Xia Yun memakai penutup mata ya hehehe.
__ADS_1
Tetapi jangan berkecil hati, mungkin kedepannya aku bakal minta pendapat kalian lagi lho... jadi kalian jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan pendapat.
Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.