System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 108 - Cha’o Bao dan Cha’o Fu


__ADS_3

Ketika Kakak-Beradik itu melihat tumpukan karung emas yang Xia Yun keluarkan, tanpa perlu penjelasan lainnya, mereka langsung percaya bahwa karung emas yang mereka miliki saat ini adalah milik Xia Yun.


Setelah memulihkan rasa keterkejutannya, pemuda itu langsung bertanya pada Xia Yun kenapa dirinya memberikan satu buah karung emas itu pada mereka, tetapi orang yang di tanya hanya menjawab dengan mengatakan, “Jika kalian memang tidak mau, aku tidak perduli. Tapi ingatlah, kalian harus mengurus anak-anak panti lainnya.”


Mendengar jawaban Xia Yun, semua orang yang ada di sana langsung tersentuh karena rasa keperdulian dan murah hati Xia Yun.


Di dunia manapun, nilai emas tetaplah tinggi, jadi ketika mereka tahu bahwa Xia Yun memberikan sekarung emas untuk anak-anak panti, di situlah mereka tahu bahwa Xia Yun bukanlah orang yang perhitungan.


“Jadi kau menjadi babak belur seperti ini karena kau melindungi emas ini agar tidak di rampas oleh sekelompok bajing*n tadi?” tanya Yong Tao sembari menunjuk kearah karung emas di depan pemuda itu.


Sang Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Yong Tao.


“Xia Yun, kau harus membantu mereka.” ucap Yong Tao menatap Xia Yun.


“Hah?”


“Mereka sampai menjadi seperti ini karena sekarung emas itu, dan itu semua gara-gara kau.”


Yong Tao meledek Xia Yun dengan memberikan penjelasan yang terdengar sangat tidak masuk akal, ya tapi jika di pikir-pikir lagi memang salah Xia Yun.


Xia Yun yang mendengar itu hanya mengerutkan alisnya dan mengalihkan pandangannya pada anak-anak panti yang sedang di tenangkan oleh Xin Mei, Miyuki dan Hu Wang.


‘Aku juga berencana untuk membuat markas... yah, itu tidak ada salahnya, akan aku buat mereka berkerja untukku. Sekalian meramaikan suasana markas nanti,’ pikir Xia Yun.


Xia Yun berencana untuk mendirikan sebuah markas dan mencari orang-orang yang berkerja untuknya, juga pasukan yang siap bertarung untuk melindungi markas dan dirinya.


Walau Xia Yun memiliki para pasukan bayangan, tapi tetap saja mereka bukanlah mahluk hidup, jadi Xia Yun tidak menghitungnya.


Oleh karena itu, terpikirkan oleh Xia Yun untuk membantu orang-orang panti asuhan dan membuat mereka berkerja untuknya nanti.


Dengan cepat, Xia Yun membalas ledekan Yong Tao dengan cara mengiyakannya dan membuat Yong Tao terkejut.


“Siapa nama kalian berdua?” tanya Xia Yun pada Kakak-Beradik yang saat ini sedang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


“Cha’o Bao!” jawab pemuda itu sembari memegang tangan kanannya yang terluka.


“Cha’o Fu!” jawab perempuan yang menjadi kakak dari pemuda itu dengan tegas.


Xia Yun yang sudah mengetahui nama keduanya langsung menganggukkan kepalanya dan segera menjelaskan pada mereka berdua untuk segera berkemas tanpa ada pertanyaan dan penolakan apapun.


Cha’o Bao dan Cha’o Fu yang mendengar perkataan Xia Yun tidak mampu untuk menolak atau mengatakan apapun sehingga keduanya hanya mengikuti ucapan Xia Yun dan mulai masuk ke dalam panti untuk berkemas.


Untuk para anak-anak kecilnya, saat ini mereka sedang bersama dengan Miyuki, Xin Mei dan Hu Wang. Jadi Kakak-Beradik itu tidak perlu khawatir ketika berkemas.


Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya Cha’o Bao dan Cha’o Fu keluar dari balik pintu panti asuhan yang sudah hancur akibat di tendang oleh sekelompok laki-laki sebelumnya dengan sebuah kain yang di dalamnya terdapat baju anak-anak panti.


“Mereka cepat sekali ya,” ucap Yong Tao sembari melihat kearah Cha’o Bao dan Cha’o Yu yang sedang berjalan kearah mereka.


“Itu karena mereka tidak memiliki banyak barang untuk di bawa,” jelas Zhuge Liang yang ikut berbicara.


.


.


Xia Yun menjelaskan pada Cha’o Bao dan Cha’o Fu bahwa dirinya ingin memperkerjakan keduanya, tidak lupa Xia Yun mengatakan bahwa anak-anak dari panti asuhan boleh mereka bawa dan akan di jamin kebutuhannya oleh Xia Yun.


Dengan begini, prinsip Xia Yun juga ikut terlaksana walau terkesan tidak ikhlas.


Mendengar penjelasan Xia Yun, keduanya tentu saja tidak ada niatan untuk menolak, bahkan mereka sangat bersyukur akan kebaikan Xia Yun yang sudah menolong mereka berulang kali sehingga Cha’o Bao dan Cha’o Fu langsung mengikuti kata-kata Xia Yun dengan patuh.


Zhuge Liang dan Yong Tao yang mendengar penjelasan Xia Yun hanya tersenyum kecil dan menyimak aksi Xia Yun saat ini sedang berinteraksi dengan Cha’o Bao dan Cha’o Fu.


Setelah memutuskan hal itu, Xia Yun segera membawa semuanya ke Toko Tanaman Obat Langit dan meminta yang lainnya untuk menunggu di luar sementara dirinya masuk ke dalam.


Karena terdapat para anak-anak panti yang mengenakan pakaian lusuh, hal itu sempat membuat semua orang risih ketika ingin melewati rombongan itu.


Para penjaga yang berniat mengusir mereka segera menghentikan aksinya ketika melihat pakaian Zhuge Liang, Yong Tao, Xin Mei dan Miyuki yang bisa dilihat kalau pakaian yang mereka gunakan bukanlah murahan sehingga mereka menahan tindakannya.

__ADS_1


Melihat hal itu, mereka terpikir bahwa kemungkinan anak-anak panti itu adalah budak dari Zhuge Liang dan yang lainnya sehingga para penjaga itu bisa memakluminya.


Tidak lama Xia Yun masuk, kali ini ketika dirinya keluar, Xia Yun bersama dengan pemuda yang menjadi Manager Toko Tanaman Obat Langit dulu (Ada di chapter 50).


Para penjaga yang melihat kedatangan pemuda yang bersama dengan Xia Yun langsung terhenti nafasnya begitu melihat sikap manager mereka yang terlampau sopan pada rombongan Xia Yun.


Seketika mereka sangat mensyukuri tindakan menahan diri untuk mengusir rombongan Zhuge Liang saat ini.


Bersama dengan pemuda itu, Xia Yun mengajak yang lainnya untuk berjalan mengikuti mereka berdua sambil berbicara-bicara singkat.


Sampai tidak jauh mereka berjalan, akhirnya mereka semua berhenti di depan sebuah rumah satu lantai yang terhitung luas dan dengan bangunnya yang terkesan mewah.


“Ini adalah salah satu rumah yang sesuai dengan kategori Anda,” jelas pemuda itu sembari menunjuk kearah rumah di depannya.


“Hem... berapa harga-”


“Berhenti!”


Baru saja Xia Yun ingin bertanya tentang harga rumah di depannya, tiba-tiba saja ada suara seorang laki-laki yang memotongnya dengan berteriak keras tepat dari arah belakang.


Sontak Xia Yun dan yang lainnya menoleh kearah belakang dan menemukan sosok yang memotong ucapan Xia Yun.


.


.


.


.


.


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.

__ADS_1


Kalau kalian punya saran seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.


__ADS_2