
“Apakah ada yang terluka?” tanya seorang perempuan yang memegang busur bewarna perak pada Si Loli dan kedua perempuan yang membawa senjata berupa pedang dan tombak.
“Tidak,” jawab perempuan yang membawa tombak.
“aku baik-baik saja,” balas perempuan yang membawa pedang.
“Coba kalian perhatikan token milik kalian, apakah ada yang sudah memiliki poin?” tanya Si Loli sembari menunjukkan token warna hijau yang bertuliskan namanya serta ada angka yang 0 yang tertulis di tengah token itu.
Mendengar ucapan Si Loli, semuanya segera mengambil token mereka masing-masing kemudian melihatnya, setelah itu mereka saling menunjukkan token mereka ke satu sama lain dan ada dua perempuan yang memiliki poin sama seperti Si Loli dan satu perempuan yang memiliki 800 poin, perempuan itu adalah perempuan yang membawa busur.
Melihat hal itu dua perempuan yang memiliki 0 poin langsung kebingungan tetapi kebingungan mereka menghilang begitu Si Loli menjelaskan pada mereka alasan kenapa perempuan yang membawa busur yang mendapat poin, “Tenang lah kalian berdua, sepertinya aku tahu kenapa Min Qian yang mendapat poin.”
“Apakah kalian ingat serangan siapa yang terkahir mengenai beast tadi?“ tanya Si Loli lalu semuanya serempak menjawab, “Panah Min Qian?”
“Yup, kalian benar, sampai di sini apakah ada yang belum mengerti?” tanya Si Loli sambil menepuk tangannya pelan.
“Hum...Rupanya seperti itu cara kerjanya ya,” ucap perempuan yang membawa pedang.
“Jadi orang yang membunuh beast lah yang akan mendapatkan poin....” Gumam perempuan yang membawa tombak.
“Sebaiknya kita segera membunuh beast yang lainnya karena waktu kita hanya 4 jam.”
“Ya kau benar,” balas Si Loli membenarkan lalu mengajak semuanya kembali bergerak.
......................
Di dalam hutan tempat berlangsungnya turnamen, lebih tepatnya berada di dekat danau, saat ini sedang terjadi pertarungan antara satu orang pemuda melawan seekor beast tingkat 3 yang terlihat seperti kepiting tetapi dengan ukuran sebesar mobil pick up dan juga beast itu bewarna hitam malam.
Pemuda itu memakai pakaian bewarna kuning dengan lambang daun bewarna hijau di bagian punggungnya, bisa di lihat bahwa pemuda itu sudah pasti akan kalah karena nafasnya yang sudah tidak beraturan dan juga tubuhnya yang penuh akan luka akibat melawan beast kepiting itu.
Saat ini baik Pemuda Berbaju Kuning itu dan beast kepiting di depannya tidak menyadari kalau ada satu orang yang sedang mengamati dirinya saat ini dari atas pepohonan sembari tersenyum licik.
Berbeda dengan Pemuda Berbaju Kuning, sang beast kepiting itu masih terlihat baik-baik saja tanpa terluka sedikit pun. dengan nafas yang tidak beraturan, Pemuda Berbaju Kuning segera menerjang ke arah beast kepiting itu sambil memegang katar di tangan kanan dan kirinya, saat dirinya sudah berada 2 meter dari beast kepiting itu, dengan cepat dirinya melompat ke ke arah beast kepiting itu sambil mengarahkan kedua tangannya yang masing-masing memegang ke atas kemudian Pemuda Berbaju Kuning itu memutar dirinya dari atas ke bawah seperti gasing saat di udara ke arah beast kepiting itu.
__ADS_1
Trangg!!
Brukk!!
Terdengar suara benturan antara katar milik Pemuda Berbaju Kuning dengan kulit dari beast kepiting di depannya, tidak memberi kesempatan untuk Pemuda Berbaju Kuning itu kembali menyerang, beast kepiting itu segera menjepit tubuh Pemuda Berbaju Kuning itu menggunakan capit nya tetapi Pemuda Berbaju Kuning itu sempat menahan menggunakan tubuhnya walau merasa kesakitan.
Saat Pemuda Berbaju Kuning itu mulai kehilangan kesadarannya, secara tiba-tiba muncul seorang pemuda yang mengenakan pakaian serba merah terang dan tua dengan warna merah terang di bagian badan dan kakinya, lalu warna merah tua di bagian lengannya, di bagian punggung dan dada pakaiannya, terlihat ada garis yang seperti arus air sebanyak satu garis melesat ke arah beast kepiting yang sedang menjepit Pemuda Berbaju Kuning sebelumnya.
Saat pemuda itu berada di atas beast kepiting itu, segera pemuda memberikan pukulan tangan kosong miliknya tepat pada tubuh beast kepiting itu, setelah pukulan pemuda itu mengenai tubuh beast kepiting itu, dengan cepat terjadi ledakan dari dalam tubuh beast kepiting itu sehingga kepiting itu hancur berkeping-keping.
Boom!!!
Brukk!!
Karena beast kepiting itu sudah mati dengan keadaan tubuh yang tidak utuh, otomatis jepitan yang menjepit tubuh Pemuda Berbaju Kuning itu terlepas sehingga Pemuda Berbaju Kuning itu langsung terjatuh ke tanah tanpa bisa mendarat karena seluruh tenaganya sudah habis karena melawan beast kepiting itu.
Dengan santainya pemuda yang membunuh beast kepiting itu berjalan mendekati Pemuda Berbaju Kuning itu lalu berhenti dengan posisi jongkok menatap Pemuda Berbaju Kuning yang sedang terbaring lemas di atas tanah yang juga sedang menatapnya, dengan suara yang lemah, Pemuda Berbaju Kuning itu mengucapkan sesuatu yang terdengar oleh pemuda yang sedang berjongkok di depannya, “A-anak dari Ketua Sekte Lahar Surgawi....Ye Lu! ”
“Sebagai rakyat jelata, kau sudah melakukan pekerjaan mu dengan baik hahahaha, Terima kasih untuk 600 poin gratisnya....”
Ucap Ye Lu sambil tertawa lalu menggunakan skill langkahnya berlari ke tempat lain meninggalkan Pemuda Berbaju Kuning itu yang sedang terbaring lemah karena kehabisan Qi sekaligus terluka karena pertarungan sebelumnya.
Pemuda Berbaju Kuning itu tersenyum kecut sambil menutup matanya menggunakan lengan kanannya sembari mengatakan sesuatu, “Aku....Sudah kalah....”
“Hei~ kenapa kau bilang begitu? bukankah waktunya masih ada 3 jam lebih, kenapa kau sudah menyerah duluan,” terdengar suara seorang pria di sampingnya yang membuat Pemuda Berbaju Kuning itu membuka matanya untuk melihat orang yang berkata seperti itu padanya.
Saat melihat sosok orang yang berkata seperti tadi padanya, dirinya sedikit terkejut karena sudah melihat seorang pemuda tampan yang mengenakan baju bewarna putih sedang menatapnya, sebenarnya alasan dirinya terkejut adalah karena rupa dari pemuda di depannya yang terlampau tampan, sesaat dirinya kembali tersadar dari rasa terkejutnya lalu menutup matanya kembali sembari membalas perkataan pemuda di depannya, “Walaupun waktunya masih banyak, tetapi aku sudah tidak bisa bergerak lagi karena sudah terluka sekaligus aku sudah kehabisan Qi untuk digunakan bertarung.”
“Jadi apabila kau bisa bergerak dan Qi mu pulih maka kau akan kembali bertanding?” tanya Pemuda Berbaju Putih di depannya.
“Ya itu tentu saja!”
Begitu mendengar jawaban dari Pemuda Berbaju Kuning yang sedang terbaring di di depannya, Pemuda Berbaju Putih itu menjentikkan jarinya sembari mengucap sesuatu.
__ADS_1
“Heal.”
!!!
Ucap Xia Yun kemudian muncul lingkaran berwarna hijau dengan pola yang aneh di bawah mereka, awalnya Pemuda Berbaju Kuning itu terkejut saat muncul sebuah formasi di sekitarnya tetapi karena dirinya tidak bisa bergerak, dia hanya bisa pasrah saja dengan keadaannya saat ini, tetapi keterkejutan miliknya segera menghilang saat seluruh luka yang ada di tubuhnya perlahan sembuh, dengan suara yang kecil, Pemuda Berbaju Kuning itu bertanya nama dari Pemuda Berbaju Putih di depannya walau dirinya masih kesakitan karena lukanya masih belum pulih sepenuhnya, “S-siapa nama mu...”
“Sudahlah, jangan berbicara dulu, makanlah pill ini ketika kau sudah pulih,” balas Pemuda Berbaju Putih di depannya menyuruh dirinya untuk tidak berbicara sambil memberikannya satu botol giok dari dalam kantongnya lalu berbalik dan mulai berjalan menjauh.
“Oh iya! namaku adalah Xia Yun! berjuanglah! aku akan menunggu mu di tahap kedua! aku akan pergi memberikan pelajaran pada Pemuda sombong itu karena aku sangat tidak suka dengan rencana liciknya.”
Setelah mengatakan itu, Pemuda Berbaju Putih yang bernama Xia Yun itu dengan cepat menghilang dari pandangannya.
Setelah 5 menit, formasi yang bewarna hijau yang menyembuhkan lukanya perlahan menghilang seperti tidak pernah ada sebelumnya, saat formasi bewarna hijau itu menghilang, Pemuda Berbaju Kuning itu segera membenarkan dirinya dengan posisi duduk bersila kemudian mengeluarkan isi dari botol giok kecil yang di tinggalkan oleh Xia Yun untuknya, begitu pill bewarna pelangi itu tercium olehnya, tiba-tiba tangan pemuda itu bergetar hebat dan tanpa sadar mengucapkan sesuatu dengan terkejut.
!!!
“P-pill tingkat 5!!”
......................
“Hm? ayo aku lihat....Apakah kau akan menggunakan cara yang sama lagi hm?” ucap Xia Yun yang saat ini berdiri di atas pohon menatap sosok Ye Li yang sedang mengamati orang-orang yang sedang bertarung melawan beast di bawahnya menggunakan Mata Sharingan.
“Ha! dapat poin gratis lainnya!” ucap Ye Li lalu langsung melesat ke arah pertarungan yang sedang terjadi di bawah dengan cepat.
Boom!!!!
...----------------...
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian.
__ADS_1