
“Teknik Pedang Angin Jatuh : Bentuk Ke-4, Gugurnya Angin!”
Xia Rong menggunakan skillnya untuk menyerang laki-laki berbadan besar yang menggunakan palu besar sebagai senjatanya.
Bergerak secara acak, Xia Rong melesat kearah lawannya. Laki-laki yang menjadi lawan Xia Rong tidak bisa mengikuti pergerakannya walau mereka sama-sama berada di ranah Pembentukan Inti Akhir.
Ketika melihat Xia Rong sudah berada di depannya, laki-laki berbadan besar itu segera mengayunkan palu besarnya kearah Xia Rong, tetapi bukannya kena, Xia Rong mampu menghindari ayunan palu raksasa itu tanpa kesulitan dengan cara melompatinya.
Boom!
“Teknik Pedang Angin Jatuh : Bentuk Ke-3, Hembusan!”
Ketika Xia Rong ada di udara, dirinya menebas menggunakan pedangnya secara horizontal tepat kearah leher lawannya.
“Kenapa setiap serangan dari para peserta sesudah aku itu seperti bertarung sungguhan, maksudnya seperti ingin membunuh? apakah mereka tidak takut lawannya mati” gumam Xia Yun kebingungan.
Hai Mo yang mendengar gumaman Xia Yun langsung membalas. “Apakah ada peraturan bahwa membunuh itu di larang?”
Begitu mendengar balasan Hai Mo, Xia Yun akhirnya menganggukkan kepala paham, dirinya baru sadar bahwa laki-laki yang menjadi pengawas itu tidak mengatakan bahwa di larang membunuh.
Mendapatkan jawaban dari kebingungannya, Xia Yun langsung kembali menonton pertarungan yang ada di arena.
Melihat Xia Rong melancarkan serangan, tidak sempat untuk dirinya menarik palu yang menancap di lantai, mau tidak mau laki-laki berbadan besar itu melepaskan senjatanya dan menahan tebasan itu
menggunakan kedua tangannya.
Slash!!
Arg!!
“Wow... rupanya tubuh besar itu bukan pajangan saja,” celetuk Yong Tao yang saat ini menonton arena Grup 1.
“Apakah kau pi-”
“Selesai!”
Set!
Suara Xia Rong memotong ucapan laki-laki berbadan besar yang menjadi lawannya sembari menyarungkan pedangnya ke pinggang dengan santai.
Sesaat setelah Xia Rong menyarungkan pedangnya, tiba-tiba laki-laki berbadan besar itu langsung berteriak dan segera tumbang dengan leher bagian belakangnya yang berdarah tanpa dirinya sadari.
Bruk!
“Pertandingan berakhir!”
“Peserta yang menang segera pindah.”
Mengikuti arahan pengawas, Xia Rong berjalan ketempat Xia Yun dan Hai Mo untuk menunggu pertarungan selanjutnya.
__ADS_1
Berjalan kearah Xia Yun, Xia Rong tiba-tiba berhenti tepat di depan Xia Yun sembari mengucapkan sesuatu.
“Xia Yun, ketika aku bertarung melawan mu, kali ini aku tidak akan kalah lagi seperti sebelumnya! aku tidak perduli atas masalahmu dengan Kepala Keluarga, aku hanya ingin bertarung melawan mu saja!” Xia Rong mengepalkan tangan kanan dan mengerahkan nya tepat kearah Xia Yun dengan tatapan mata tidak ingin kalah.
“Hemp! baiklah, jika kita bertemu lagi, maka aku tidak akan kalah,” balas Xia Yun sembari tersenyum kecil kearah Xia Rong.
Hai Mo yang ada di samping kiri Xia Yun hanya menatap aneh kearah mereka berdua karena dirinya tidak mengerti dengan arah pembicaraannya.
Tetapi satu hal yang dia tahu, bahwa kedua pemuda yang ada di depannya adalah dua orang pesaing yang sangat bersemangat dalam turnamen ini.
Setelah bertukar beberapa kata, Xia Yun bertanya pada Xia Rong apakah dirinya ingin duduk dan di balas tidak oleh Xia Rong karena dirinya ingin berdiri saja.
‘Apakah dia memiliki 3 elemen sekaligus?’ batin Xia Rong penasaran akan Xia Yun.
Pertarungan Xia Rong adalah pertarungan terakhir dari orang-orang yang Xia Yun kenal dalam Grup 1, setelah pertarungan itu, tidak ada lagi pertarungan yang menurutnya menarik untuk di tonton.
Merasa bosan, Xia Yun memilih untuk menyaksikan pertandingan di arena lainnya dengan cara menaikan tinggi bangkunya saat ini menjadi setinggi 2 meter.
Akibat aksi Xia Yun dirinya sempat menjadi pusat perhatian untuk sementara waktu, tetapi dirinya tidak mengusiknya dan terfokus pada pertarungan yang ada di arena lainnya.
.
.
.
.
.
.
Di sisi lain arena, saat ini ada Ming He yang sedang bertarung melawan peserta perempuan dengan senjata cambuk di tangannya.
Petak!
Suara cambuk mengenai lantai yang dimana sasaran dari cambuk itu adalah Ming He yang saat ini menghindar dengan cara melompat mundur untuk menjaga jarak.
“Aku tidak ingin kasar pada seorang perempuan, jadi akan aku akhiri ini dengan cepat,” jelas Ming He sembari mengeluarkan dua buah bola berwarna hitam pekat dari kantung bajunya.
“Karena kita hanya di larang menggunakan pill, seharusnya menggunakan ini tidak akan apa-apa, kan?”
Ucap Ming He kemudian melemparkan satu bola kearah perempuan yang menjadi lawannya dan satu lagi ke bawahnya.
Melihat ada sesuatu yang tidak dirinya ketahui mengarah kearahnya, perempuan itu langsung menyerangnya menggunakan cambuk miliknya.
Boom!!
Boom!!
__ADS_1
Begitu kedua bola hitam itu menyentuh lantai dan cambuk perempuan itu, tiba-tiba bola itu meledak dan menghasilkan asap tebal bewarna hitam yang menutupi seluruh arena.
Ming He yang melihat kedua bola miliknya sudah meledak, segera dia melesat kearah perempuan itu dengan cara memanfaatkan asap yang ada untuk menutupi dirinya.
Karena asap tersebut, penglihatan penonton menjadi terhalang, tetapi asap tersebut bukanlah halangan bagi Xia Yun yang saat ini mengaktifkan Mata Mangekyou Sharingan miliknya untuk menonton.
Sampai ketika asapnya mulai pudar, hanya terlihat Ming He yang berdiri tenang di atas arena dengan perempuan yang menjadi lawannya sudah terbaring pingsan di arena.
“Pertandingan selesai!”
“Peserta berikutnya naik ke arena!”
Terdengar suara laki-laki yang menjadi pengawas di Grup 2 memberikan arahan pada peserta yang ada di sana.
!!
Alis Xia Yun terangkat ketika melihat peserta yang akan bertarung berikutnya di arena 2.
“Zhang Bing Jie, siap!” ucap Pria Setengah Wanita menyebutkan namanya sambil mengepakkan kipasnya.
“Mei Mei, siap bertarung!” jelas perempuan cantik berambut ungu yang menjadi lawan Pria Setengah Wanita.
“Pertarungan,”
“Dimulai!”
Sang Pengawas pun memulai pertarungannya saat kedua peserta sudah selesai memperkenalkan dirinya.
“Aku pasti akan memukul wajah narsis mu itu!” ucap perempuan itu sembari mengarahkan kedua telapak tangannya kearah Pria Setengah Wanita.
“Elemen Angin : Bilah Angin!”
Setelah mengatakan itu, di sekitar perempuan itu mulai bermunculan banyak pisau dari angin yang mengarah kearah Pria Setengah Wanita.
Ha!
.
.
.
.
.
.
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
__ADS_1
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya, maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.