System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 100 - Grup Ke-2 Part 2 Dan Grup Ke-3


__ADS_3

“Wah, ternyata kau juga pengguna elemen angin ya, kalau begitu mari kita bandingkan angin siapa yang kuat...,” jelas Pria Setengah Wanita yang saat ini memperhatikan 8 pisau angin yang mengarah kearahnya.


Saat jarak pisau angin milik perempuan itu hampir mengenai Pria Setengah Wanita, dirinya nampak mengatakan sesuatu kemudian mengibaskan kipasnya kearah pisau-pisau yang melayang itu.


“Elemen Angin : Gelombang Angin!”


Begitu Pria Setengah Wanita itu mengibaskan kipasnya, tiba-tiba muncul gelombang angin yang kencang dari arah kibasan kipasnya yang berhasil menahan pisau-pisau angin milik lawannya.


“Oh iya, aku tidak akan memberlakukan mu dengan lembut hanya karena kau perempuan, jadi bersiaplah,” jelas Pria Setengah Wanita dengan tatapan mata tajam kearah perempuan yang menjadi lawannya.


“Elemen Es : Ombak Es!”


“Elemen Angin : Domain Pemotong!”


Pria Setengah Wanita menggunakan skill elemen miliknya dengan serius untuk mengakhiri pertandingan ini dengan cepat menggunakan kedua elemen yang dirinya miliki.


Di arena, tiba-tiba muncul ombak besar yang berasal dari bawah kaki Si Pria Setengah Wanita yang mampu untuk menutupi arena itu tepat mengarah kearah perempuan yang menjadi lawan Si Pria Setengah Wanita.


Menelan air liur dengan terpaksa, perempuan itu menggertak giginya dan berniat untuk menghindari ombak es raksasa yang menuju kearahnya dengan cara melompat setinggi-tingginya.


!!


Tetapi baru saja dirinya menoleh keatas, perempuan itu menyadari bahwa tepat di atasnya, terlihat sesuatu seperti atap yang terbuat angin untuk mencegahnya terbang.


Bukan hanya itu, di atasnya juga ada pisau-pisau angin yang berterbangan secara acak dengan cepat tanpa bisa di prediksi akan terbang kearah mana.


Melihat hal itu, perempuan tersebut menghapus pikirannya untuk menghindar dan berniat untuk menghadapi gelombang es itu saja.


Menatap kearah gelombang es di depannya, perempuan itu mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan dan mengatakan, “Elemen Angin : Pusaran pelindung!”


“Elemen Angin : Tembok Angin!”


Perempuan itu menciptakan sebuah tembok angin yang besar lagi tinggi di depannya sembari juga membuat sebuah pusaran angin kencang yang mengelilingi tubuhnya untuk menahan ombak es milik Pria Setengah Wanita.


“Hem... kalau begitu.”


“Elemen Es : Kupu-Kupu Peledak!”


Melihat perempuan itu menciptakan perlindungan untuk menahan serangannya, Pria Setengah Wanita menciptakan sesuatu dari es nya.


Doom!


Doom!


Suara benturan ombak es milik Pria Setengah Wanita dan tembok Angin dari perempuan yang menjadi lawannya terdengar sangat keras yang membuat perempuan itu menutup matanya.

__ADS_1


Crack!


!!


Terdengar suara retakan dari arah tembok angin yang di mana membuat perempuan itu membuka matanya terkejut karena temboknya tidak mampu menahan ombak es milik Pria Setengah Wanita.


Prak!


Tembok angin perempuan itu langsung pecah dan hancur berkeping-keping karena tidak mampu melawan terjangan ombak es Pria Setengah Wanita.


Belum berhenti sampai di sana, ombak es itu terus maju mengarah ke pusaran angin kencang yang di dalamnya terdapat perempuan yang menjadi lawan Pria Setengah Wanita.


Doom!


Sekali lagi, benturan terjadi dan ombak es itu ingin terus maju tetapi tertahan dan terus mencoba meratakan pusaran angin di depannya ini.


Si perempuan itu juga tidak tinggal diam, dirinya juga terus menambah kekuatan dari pusaran angin itu agar bisa terus bertahan dari ombak es Pria Setengah Wanita.


Ketika perempuan itu sedang memfokuskan dirinya untuk memperkuat pusaran angin, dirinya tidak sadar bahwa ada satu ekor kupu-kupu bewarna biru dari sayap hingga tubuhnya hinggap di pundak perempuan itu.


!!


Saat dirinya menyadari bahwa ada seekor kupu-kupu yang hinggap di pundak kanannya, perempuan itu sudah terlambat.


Bruk!


Perempuan itu terlempar ke samping akibat dari ledakan itu, di saat dirinya membuka dengan paksa, matanya terbelalak ketika melihat ombak es milik Pria Setengah Wanita sudah ada di depannya dan tinggal melahap dirinya dalam hitungan nafas.


Merasa takut, perempuan itu menutup matanya dengan cepat dan bersiap untuk merasa sakit akan hempasan ombak es.


Plak!


....


??


Ketika dirinya menutup mata, sempat perempuan itu mendengar suara tepukan tangan, tetapi setelah itu dirinya tidak merasa sakit atau terkena apapun dalam beberapa waktu, padahal seharusnya saat ini dirinya sudah terkena serangan ombak es sebelumnya.


Merasa aneh, perempuan itu membuka mata dan terkejut saat ombak es raksasa yang memenuhi arena sekarang sudah menghilang di telan bumi.


“Bagaimana, sebaiknya kau menyerah saja,” suara Si Pria Setengah Wanita terdengar dari arah belakangnya.


Akibat ledakan telak di pundak kirinya, selain tangan, telinga kirinya pun ikut terluka sehingga tidak bisa mendengar suara dengan jelas karena saat ini dirinya hanya bisa mendengar dari telinga sebelah kiri.


Menoleh kebelakang, perempuan itu melihat Si Pria Setengah Wanita sedang berjongkok menatap dirinya dari jauh.

__ADS_1


“Huft...,” menarik nafasnya dalam-dalam.


Perempuan itu bangkit dan berjalan pelan keluar arena sembari memegang tangan kanannya yang terkena ledakan telak dari Pria Setengah Wanita.


Melihat perempuan itu berjalan keluar arena, Sang Pengawas pun mengumumkan bahwa perempuan itu menyerah dan pemenangnya adalah Pria Setengah Wanita.


Setelah pertarungan Ming He dan Pria Setengah Wanita, pertarungan berikutnya tidak ada yang menarik perhatian Xia Yun sehingga dirinya memutuskan untuk menonton pertarungan grup lainnya.


.


.


.


.


.


[Grup 3]


“Apakah menurutmu aku tidak akan bisa bertarung jarak dekat?” ucap Zhou Fei yang saat ini mengindari tusukan-tusukan tombak dari seorang pemuda yang menjadi lawannya.


Setelah mengatakan itu, Zhou Fei menarik selendang bewarna putih yang ada di tubuhnya dan mengaitkannya pada tombak lawannya sebagai pengalih perhatian.


Melihat lawannya terfokus pada selendang milik Zhou Fei, dirinya segera melompat mundur ke belakang untuk menjaga jarak sembari menarik kembali selendangnya yang Zhou Fei gunakan untuk mengalihkan perhatian lawannya.


“Ingat, besok aku akan berusaha untuk up lagi ya... doain aja biar ga ada halangan buat up,” ucap Zhou Fei dengan lambang peace di tangannya menghadap kearah kamera.


.


.


.


.


.


.


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.

__ADS_1


__ADS_2