
Awalnya, disaat para penonton yang tidak terluka di minta untuk kembali pulang, mereka semua terkejut saat keluar melalui pintu keluar.
Di luar, ada banyak orang-orang yang berkumpul, bahkan para prajurit dan pendekar lainnya pun terlihat dengan peralatan yang lengkap.
Melihat ada sekelompok orang yang keluar dari pintu keluar, segera salah satu dari prajurit yang mengenakan armor lengkap keperakan maju dan bertanya pada salah seorang penonton laki-laki.
“Apa yang terjadi di dalam sana?!” tanya prajurit itu sambil memegang bahu laki-laki tersebut.
Melihat seorang prajurit yang terlihat gagah dan asing di depannya, membuat laki-laki tersebut langsung pingsan karena merasa ketakutan.
!?
Bukannya memberikan jawaban, laki-laki yang di tanya oleh prajurit tersebut malah pingsan, membuatnya kerepotan, segera dia memerintah salah seorang prajurit lainnya tuk menangani laki-laki yang pingsan itu sementara dirinya mencoba tuk bertanya lagi.
“Apa yang terjadi di dalam sana?!” tanya prajurit itu sambil memegang bahu seorang perempuan berambut sebahu yang baru saja keluar dari pintu keluar.
Melihat aksi prajurit itu, terlihat perempuan tadi ingin pingsan, seolah dirinya sadar apa yang menyebabkan perempuan di depannya ingin pingsan, prajurit itu segera membuka helmnya, tetapi setelah membuka helmnya, sebelum dirinya sempat untuk lanjut bertanya, perempuan itu juga ikut pingsan.
!?
Pingsannya perempuan tadi membuat alis prajurit itu terangkat karena kebingungan, masih dalam rasa kebingungannya, tidak lama, ada salah satu prajurit yang mendekat kemudian mengatakan, “Wakil Kapten Ah Tong... bukankah sudah Kapten katakan jika selama bertugas, Anda di larang untuk melepaskan helm.”
Oh!
Setelah mendengar perkataan prajurit tersebut, mulut prajurit yang bernama Wakil Kapten Ah Tong itu langsung terbuka dan menganggukkan kepalanya mengerti.
“Sepertinya memang sulit hidup untuk menjadi orang tampan ya....” (Prajurit 1)
“Untung saja aku jelek, ha ha ha....” (Prajurit 2 yang tertawa hampa)
“Berhentilah menghina dirimu sendiri....” (Prajurit 3)
Dari barisan belakang, ada sekelompok prajurit yang saling berbisik sambil menatap kearah Wakil Kapten Ah Tong dengan tatapan iri dan tawa’an hampa, mengingat perbedaan status, penampilan dan lain-lain.
Kembali memasang helmnya, Wakil Kapten Ah Tong segera masuk ke dalam Stadion bersama dengan para prajurit dan pendekar lainnya.
.
.
“Bagaimana dengan kondisinya?” tanya Zhuge Liang pada Shao Sheng yang saat ini sedang duduk di samping tempat tidur Xia Yun.
Saat ini semua orang sedang berada di dalam kamar milik Xia Yun, setelah kedatangan mereka di kediaman, ternyata muncul Shao Sheng yang mengatakan untuk membantu mengobati Xia Yun karena dirinya di minta oleh Ming Bao dan Ming Hu untuk membantu Xia Yun karena keadaan di Stadion terbilang aman.
“Semuanya baik-baik saja, kondisi organ, nafas dll, seharusnya dia akan sadar dalam 1 hari, tetapi....” (Shao Sheng)
“Matanya... mengalami kebutaan...,” Shao Sheng menjelaskan sembari menghela nafas pelan dan menutup matanya pelan.
“Ini sepertinya pengaruh dari Jarum Pencari Jiwa yang dia gunakan, seharusnya dia sudah kembali mati dalam waktu 43 menit, kan?“ (Yang Kai)
“Tetapi sekarang dia tidak mati, dan masih bernafas, tapi bayaran ini semua adalah matanya.” Shao Sheng menjelaskan hipotesisnya pada semua orang.
Nafas semua orang terhenti ketika mendengar perkataan terakhir Shao Sheng tentang keadaan mata Xia Yun, segera, Mei Yue maju selangkah dan bertanya, “Apakah masih bisa di sembuhkan?”
“Itu... dengan kemampuanku saat ini, tidak bisa, tetapi Guruku mungkin bisa, sayangnya saat ini kondisi beliau tidak bisa kita hubungi,” ucap Shao Sheng berbicara dengan jujur.
“Hanya inilah yang bisa aku lakukan, maaf, kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu.” (Shao wajahnya)
Setelah mengatakan hal itu, tanpa menunggu balasan dari yang lain, Shao Sheng segera bangkit dan menyiapkan alat-alatnya kemudian berjalan pergi meninggalkan semuanya tanpa mengatakan apa-apa lagi.
“Sepertinya Guru Xia...,” ingin melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja perkataan Mei Yue terhenti dan membuat orang-orang yang ada di sana menghela nafas berat.
!!
__ADS_1
Di saat mereka semua sedang berbicara, tiba-tiba saja tangan Xia Yun terlihat bergerak dan membuat Yong Tao terkejut.
“H-hei! Xia Yun sudah sadar!” (Yong Tao)
Mendengar perkataan Yong Tao, membuat mereka semua terkejut dan segera menoleh kearah Xia Yun yang saat ini tengah terbaring di samping Shao Sheng.
!!!
“Hah? kenapa semuanya gelap!?” (Xia Yun)
Hal pertama yang Xia Yun katakan setelah mendapatkan kesadarannya adalah hal tersebut, membuat semua orang yang mendengar perkataannya membisu dan pucat.
Mereka semua sedang dalam kebingungan saat ini, Xia Yun yang seharusnya sadar dalam 1 hari, entah bagaimana caranya bisa sadar dalam waktu setengah jam, terlebih lagi pemuda itu menanyakan tentang matanya, yang membuat semua orang bingung untuk menjawab apa.
“Apa ini?” tanya Xia Yun sembari menyentuh bagian matanya terdapat lilitan perban.
“Oh... rupanya aku tidak bisa melihat karena di perban....” (Xia Yun)
Setelah mengatakan hal itu, Xia Yun segera membuka perban yang melilit matanya dengan cepat tanpa dirinya sadari bahwa ada banyak manusia dan seekor harimau yang ada di dalam kamarnya saat ini.
....
?!!
“Kenapa aku tidak bisa melihat!?” (Xia Yun)
Xia Yun berkata dengan suara yang panik sembari menyentuh-nyentuh matanya saat menyadari bahwa pandangannya gelap.
Mei Yue dan Miyuki memegang mulutnya, berusaha untuk tidak sedih melihat aksi Xia Yun saat ini, Yong Tao, Zhuge Liang, Kakek Mei Yue dan Xin Mei memalingkan wajahnya kesamping, tidak sanggup untuk mengatakan kebenarannya pada Xia Yun.
“Tuan...,” Yang Kai maju dan berjalan ke samping kiri tempat tidur Xia Yun.
“Oh! rupanya ada kau Yang Kai, apa yang terjadi pada mataku?” Xia Yun terkejut saat mendengar suara Yang Kai, tetapi setelah itu menenangkan dirinya dan langsung bertanya tentang matanya pada Yang Kai.
Yang Kai mengatakan hal tersebut dengan nada yang kecil, seolah dirinya takut membuat Xia Yun panik, takut, marah dan lain sebagainya.
!!
....
[30 detik]
[1 menit]
[3 menit]
“Bisakah aku minta sesuatu padamu?” Xia Yun bertanya pada Yang Kai dengan suara yang terdengar berbeda, membuat Yang Kai menjadi gugup dan spontan mengiyakannya.
“Ada siapa saja disini?” (Xia Yun)
Karena belum mengenali Zhuge Liang dan yang lainnya, Yang Kai terdiam jika di tanya seperti itu oleh Xia Yun sehingga dirinya memutuskan untuk mengatakan, “Banyak orang.”
Jawaban dari Yang Kai membuat semua yang ada di sana menoleh dan melebarkan matanya saat mendengar jawaban datar dari Yang Kai.
“Oh, begitu. Kalau begitu aku minta untuk kalian semua keluar terlebih dahulu dari ruangan ini termasuk Hu Wang, aku ingin beristirahat terlebih dahulu.” (Xia Yun)
Mendengar perkataan dan nada bicara Xia Yun yang terlihat lesu, membuat mereka semua tahu betul bahwa saat ini suasana hati Xia Yun pasti sedang tidak baik sehingga dengan patuh mematuhi ucapannya dan mulai berjalan meninggalkan Xia Yun sendirian di ruangan.
Harimau kecil itu langsung sangat sedih begitu Xia Yun memintanya untuk keluar juga, tetapi walaupun begitu, dirinya seolah mengerti alasan dari perbuatan Xia Yun sehingga bisa memaklumi nya dengan cara mengikuti perkataan Xia Yun dan tidak membuatnya marah.
Bruk! (Pintu tertutup)
Merasakan bahwa tidak ada orang lain lagi di dalam ruangannya, Xia Yun segera memperbaiki posisinya dengan cara duduk bersandar kemudian menutup matanya.
__ADS_1
‘Lily, apakah penyebab mataku buta, adalah faktor hukuman?’ Xia Yun bertanya pada sistem lewat pikirannya agar tidak bisa terdengar oleh orang lain.
[Ya, itu benar]
Mendengar jawaban dari sistem, membuat Xia Yun menghela nafas pasrah dan mengusap wajahnya pelan tidak berdaya karena hal ini.
‘Dasar sialan... katanya akan kembali menjadi mata biasa, tetapi sekarang aku malah menjadi buta!’ gerutu Xia Yun.
‘Apakah bisa di sembuhkan?’ (Xia Yun)
[Mustahil]
[Satu-satunya cara adalah membeli mata yang baru agar Tuan bisa kembali melihat]
Xia Yun memegang dagunya, sedang berpikir atas ucapan dari sistem tentang dirinya yang akan membeli mata baru agar bisa melihat.
‘Mata Sharingan ku sudah menghilang, otomatis kekuatanku yang seperti Genjutsu, Susano’o dll juga menghilang....’ (Xia Yun)
‘Sebaiknya aku membeli mata yang memiliki kemampuan khusus agar bisa menambah kekuatanku saja!’ batin Xia Yun.
Tentu saja Xia Yun akan membeli mata baru, memangnya Xia Yun ingin menjadi buta selamanya? tentu saja tidaklah! jadi sudah sewajarnya dia langsung memutuskan tuk membeli mata baru.
‘Karena kau sudah terhubung denganku, seharusnya sudah tahu kriterianya, kan?’ (Xia Yun)
[Memilih jenis Mata Ilahi yang Tuan inginkan]
[....]
[Ding!]
[Eye of Authority / Mata Author : 1.000.000 Shop Poin]
[Sebuah mata yang memiliki kemampuan khusus untuk membatalkan dan menghapus skill seseorang yang dilihatnya, seseorang yang skillnya di batalkan ataupun dihapus maka akan mengalami penurunan stamina/tenaga, baik itu Ki ataupun stamina fisik secara drastis]
[Kemampuan khusus lainnya ada kemungkinan Tuan untuk meniru kemudian menciptakan segala jenis senjata yang Tuan lihat secara penuh dan bisa bertahan dalam waktu 10 menit]
“Wah!! sungguh kemampuan yang keren! beli mata ini!” ucap Xia Yun dengan nada yang gembira saat mendengar penjelasan dari sistem tanpa memperdulikan harganya.
[Membeli Eye Of Authority]
[Memotong -1.000.000 Shop Poin]
[....]
[Pembelian berhasil!]
Setelah pemberitahuan itu, perlahan pada mata Xia Yun, mulai muncul cahaya bewarna kebiruan tanpa dirinya sadari karena Xia Yun masih belum bisa melihat.
Selama beberapa detik, cahaya tersebut mulai meredup diiringi dengan mulai terbukanya mata Xia Yun.
‘Yes! akhirnya aku bisa melihat lagi!!’ batin Xia Yun kegirangan ketika sudah bisa melihat seperti sebelumnya.
Kali ini, pada mata Xia Yun, terlihat berbeda di bandingkan matanya yang sebelumnya, iris matanya berwarna biru laut dengan pupil mata yang bewarna keemasan.
...****************...
Eh guys, gini, aku ada kepikiran ide lainnya nih. Menurut kalian, apakah mata Xia Yun perlu kita kasi penutup mata?
Penutup matanya ini, bewarna putih, untuk Xia Yun yang make, dia bisa melihat dari balik kain itu tanpa kesulitan, tetapi bagi orang lain, Xia Yun terlihat seperti orang yang memakai penutup mata karena buta.
Atau tetap seperti biasa, matanya akan terbuka tanpa ada penutup mata, bagaimana menurut kalian? Silahkan kasi pendapat kalian ya, ini penting untuk perkembangan novel ini kedepannya.
Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.
__ADS_1