
Xia Yun mengedarkan pandangannya dia bisa melihat ada empat orang yang menjaga tahanan
sedang mabuk-mabukan, dua di antaranya menyadari kedatangan Xia Yun dan berteriak terkejut sehingga rekannya yang lain pun ikut menyadarinya, tidak hanya penjaga saja yang terkejut, tetapi para tahanan pun terkejut karena kedatangan rombongan Xia Yun.
“Ah! siapa kalian!” Ucap penjaga satu yang masih terlihat sempoyongan. Ketiga rekannya yang lain pun segera berdiri dan mengacungkan senjata mereka pada rombongan Xia Yun.
Xia Yun yang melihat itu pun segera mengaktifkan mata eternal mangekyou sharingannya dan langsung menggunakan skill genjutsu untuk menghentikan pergerakan mereka lalu Yong Tao yang mengerti melakukan apa segera menggunakan skill langkahnya kemudian membunuh keempat penjaga itu dengan cepat lalu kembali menyarungkan kedua pedangnya yang bersimbah darah.
Setelah membereskan para penjaga itu, Xia Yun dan Yong Tao juga Zhuge Liang segera berjalan mendekati tahanan. Melihat rombongan Xia Yun berjalan mendekati mereka, mereka merasa ketakutan karena tidak tau rombongan Xia Yun ingin melakukan apa pada mereka.
Xia Yun yang melihat itu segera berkata sesuatu agar mereka semua bisa tenang.
“Tenanglah, kami kesini berniat membebaskan kalian semua.” Ucap Xia Yun yang membuat semuanya menjadi sangat senang karena tidak menyangka bisa keluar dari sini.
Melihat para tahanan tidak merasa takut dengan mereka, Xia Yun segera membuka rantai yang mengunci pintu tahanan itu dengan tangannya dengan mudah, mereka semua terkejut karena Xia Yun dengan mudahnya menghancurkan rantai itu dengan kedua tangannya.
Para tahanan pun segera bergegas keluar dari tahanan itu dengan perasaan yang sangat senang sekaligus terharu, Xia Yun yang melihat tingkah para tahanan itu pun hanya tersenyum karena dia memahami bagaimana rasanya walau tidak pernah merasakannya.
“Semuanya! kita akan segera keluar dari sini dan pergi ke kota.” Ucap Xia Yun dengan keras.
Para tahanan mengikuti rombongan Xia Yun dari belakang karena takut akan terjadi apa-apa ketika mereka jauh dari rombongan Xia Yun, mereka sudah melihat sendiri kemampuan rombongan Xia Yun sehingga mereka merasa aman jika rombongan Xia Yun bersama mereka.
Waktu Xia Yun keluar dari pintu bangunan, mereka bertemu dengan anggota Rubah Malam lainnya yang kebetulan sedang tidak berada di markas mereka sehingga dia selamat.
“A-ap.” Ucap topeng putih yang selamat dengan terbata.
“Tidak mungkin...” Gumam topeng putih lainnya.
“Hm? rupanya masih ada yang hidup Yong Tao, Zhuge Liang?” Ucap Xia Yun sambil menatap Zhuge Liang dan Yong Tao menunggu jawaban.
“Hei, mereka itu tidak ada disini jadinya mereka masih hidup.” Jelas Yong Tao tidak ingin di salahkan oleh Xia Yun.
“Ya, dia benar Xia Yun, kebetulan sepertinya mereka sedang berada di luar markas.” Sambung Zhuge Liang.
“Ya, kalian benar. Yong Tao, habisi mereka.” Ucap Xia Yun meminta Yong Tao menghabisi para topeng putih di depan mereka karena malas bergerak.
Yong Tao yang mendengar ucapan Xia Yun pun segera berjalan ke depan dengan santai sambil mengayunkan tangannya seperti sedang pemanasan.
Yong Tao segera menarik kedua pedangn yang berada di pinggangnya dan segera memasang kuda-kuda menyerang, ketika Yong Tao tinggal maju menerjang para topeng putih di depannya. Yong Tao tiba-tiba terhenti karena melihat salah sorang topeng putih yang dibagian paling belakang menyerang sesama mereka.
Topeng putih itu tiba-tiba menyerang rekan topeng putih yang ada di depannya, rekannya yang tidak tau akan di serang dengan telak menerima tusukan pedang dari arah belakangnya tepat mengarah ke jantungnya sehingga dia terbatuk darah kemudian langsung mati.
Belum berhenti di sana, topeng putih sebelumnya segera melesat ke arah rekannya yang lain dengan cepat sehingga rekannya tidak sempat bereaksi lalu hanya bisa menerima nasibnya yang sudah terbunuh dengan tusukan di jantungnya juga.
__ADS_1
Rekannya yang lain sadar kalau ada seorang topeng putih yang membunuh para saudara-saudaranya sehingga menjadi sangat marah dan segera maju ingin membunuh topeng putih yang membunuh para saudranya.
“Sialan kau!” Ucap rekannya melihat bahwa saudaranya di bunuh oleh sesamanya melemparkan sebuah belati dengan di lapisi Qinya sehingga kecepatan belati itu semakin cepat.
Topeng putih itu melihat ada belati yang melesat ke arahnya segera melompat mundur menghindari belati itu, ketika masih di udara, ada beberapa belati yang juga mengarah padanya sehingga memaksanya untuk menahan belati-belati itu dengan sebuah pedang yang ada di tangannya.
Topeng putih itu mendarat dan bisa terlihat ada luka-luka akibat tidak bisa menepis semua belati yang mengarah padanya ketika masih di udara. Yong Tao yang ingin maju tadi pun hanya diam lebih memilih menonton pertunjukan yang ada di depannya saat ini.
“Siapa kau sebenarnya! kau bukan bagian dari kami!” Tanya rekannya karena menduga kalau topeng putih di depannya bukan bagian dari Rubah Malam.
“Ya, tentu saja, aku kemari berniat untuk membasmi para serangga seperti kalian karena sudah membunuh orang-orang yang berharga bagiku.” Ucap topeng putih itu seraya membuka topeng rubah berwarna putihnya.
Begitu topeng itu di buka olehnya, terlihatlah wajah dari seorang gadis cantik dengan rambut yang diikat kuda. Gadis itu memiliki kulit yang putih dan wajah yang mulus sekaligus cantik yang membuat para pria tertarik dengan parasnya.
Setelah membuka topengnya, Gadis itu segera melesat ke arah topeng rubah berwarna putih yang tersisa menggunakan skill langkahnya sehingga dalam empat tarikan nafas, gadis itu sudah ada di depan mata topeng putih.
Gadis itu segera menggunakan skill miliknya berniat menghabisi topeng putih yang ada di depannya karena tingkat kultivasi milik topeng putih yang ada di depannya berada di ranah pendekar raja tingkat 4.
“Elemen angin, tebasan bilah angin!”
Ucap gadis itu seraya menebas ke arah leher topeng putih di depannya dengan cepat, topeng putih itu sempat menghindari tebasan yang nyaris membuat nyawanya melayang itu dengan cara melompat mundur kebelakang, merasa lega karena berhasil mengindari tebasan itu. topeng putih segera bersiap melesat ke arah gadis itu tetapi terjadi sesuatu yang mengejutkan dirinya.
Srat!
Tetapi berbeda dengan Xia Yun yang masih belum menonaktifkan mata eternal mangekyou sharingan miliknya sehingga Xia Yun bisa melihat kejadian itu dengan jelas menggunakan mata eternal mangekyou sharingan miliknya.
Xia Yun bisa melihat ada bilah angin yang tercipta ketika gadis itu menebas sebelumnya tetapi semuanya tidak bisa merasakan keberadaan bilah angin itu karena keberadaannya yang sangat halus sehingga tidak terdeteksi oleh semuanya.
Gadis itu sontak langsung terduduk berlutut dengan satu kaki yang menyentuh tanah dan tangan yang masih memegang pedangnya sebagai tumpuan agar badannya tidak tumbang. Yong Tao yang melihat itu segera membantunya berdiri tetapi di hentikan oleh gadis itu.
Yong Tao yang melihat gadis itu tidak ingin di bantu hanya mundur menyaksikan gadis itu yang mencoba berdiri tetapi kembali terjatuh dan dengan sigap Yong Tao menangkap tubuhnya. Xia Yun dan Zhuge Liang segera mendekati mereka berdua bersama para tahanan di belakangnya.
“Diamlah terlebih dahulu, Kau terkena racun dari belati sebelumnya.” Ucap Xia Yun pada gadis itu sembari berjalan mendekatinya.
Setelah Xia Yun berada di dekat Yong Tao dan Gadis itu, Xia Yun langsung menjentikkan jari tangan kanannya seraya mengucapkan sesuatu.
“Heal.”
Ucap Xia Yun kemudian muncul lingkaran berwarna hijau dengan pola yang aneh di bawah kaki mereka semua yang membuat mereka semua terkejut tetapi Xia Yun menjelaskan bahwa tetap diam saja dulu dan semuanya hanya diam mengikuti ucapan Xia Yun. Ketika beberapa saat mereka berada di dalam lingkaran itu mereka merasakan segala luka mereka perlahan sembuh dan perasaan mereka perlahan menjadi segar kembali.
Begitu juga dengan gadis yang terkena racun itu, dia merasa tidak sakit lagi di tubuhnya dan mencoba untuk berdiri dan ternyata bisa sehingga Yong Tao tidak perlu menahan badannya seperti tadi. Semuanya terkejut karena sesuatu yang baru saja dilakukan oleh Xia Yun tetapi memilih untuk tidak menanyakannya.
Xia Yun sebelumnya berniat untuk mencoba skill heal tetapi masih belum menemukan waktu yang pas sampai akhirnya sekarang dia bisa mencoba skill heal.
__ADS_1
“Apakah kau bisa berjalan?” Tanya Yong Tao pada gadis itu yang dibalas anggukan.
“Em, jika aku boleh tau siapa namamu agar aku bisa memanggil mu?” Tanya Xia Yun pada gadis itu.
“Xin Mei.” Jawab gadis itu singkat.
Xia Yun yang melihat itu segera berbalik menatap para tahanan yang ada di sana kemudian mengucapkan sesuatu pada mereka semua.
“Semuanya, begini. Aku ingin kalian berdiri bersama dengan anggota keluarga kalian jika ada. ” Ucap Xia Yun pada para tahanan itu.
Mendengar ucapan Xia Yun, mereka semua segera mengikuti ucapan Xia Yun dan segera berkumpul dengan keluarga mereka. Xia Yun yang sudah melihat bahwa mereka semua sudah selesai meminta mereka tetap diam seperti itu.
Mereka semua bingung dengan Xia Yun tetapi hanya diam mengikuti ucapan dari penyelamat mereka, Xia Yun segera berjalan ke arah satu keluarga yang terdiri dari satu kakek dan dua anak kecil kemudian memberikan mereka lima koin emas yang membuat kakek itu terkejut, Xia Yun langsung menyerahkan koin emas itu dengan paksa walau kakek itu menolaknya.
Xia Yun juga membagikannya pada yang lainnya juga dengan jumlah yang sama, Yong Tao dan Zhuge Liang begitu juga gadis itu kebingungan dengan tindakan Xia Yun tapi lebih memilih untuk melihat saja dulu. Begitu selesai membagikan koin itu pada semuanya, Xia Yun kembali mengucapkan sesuatu pada mereka semua yang membuat semuanya terkejut begitu juga dengan Zhuge Liang dan Yong Tao, Yong Tao melengah ke Zhuge Liang tetapi Zhuge Liang hanya menggelengkan kepalanya saja.
“Lima koin emas itu aku berikan pada kalian sebagai biaya perjalanan atau hidup kalian ketika berada di kota nanti, jadi terimalah koin itu.” Ucap Xia Yun memberitahu semuanya dan membuat mereka semua terkejut.
“Tuan! seharusnya tuan tidak memberikan kami koin emas ini.” Ucap seorang pria paruh baya pada Xia Yun.
“Ya tuan, tuan sudah menyelamatkan kami semua, itu saja sudah cukup bagi kami.” Tambah seorang gadis yang ada di tahanan sebelumnya.
“Sudahlah, terima saja itu. Anggaplah itu sebagai bantuan dariku karena aku sudah berjanji akan membantu siapapun yang dalam kesulitan.” Jelas Xia Yun sambil tersenyum yang membuat para gadis yang ada di tahanan sebelumnya merona karena ketampanan Xia Yun.
Xia Yun langsung berbalik dan mengajak para tahanan itu dan Zhuge Liang juga Yong Tao menuju ke Kota Angin agar bisa sampai sebelum matahari terbenam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini Novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karna ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like Novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe.....dadah...
Dan juga Buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di IG khusus dan Akun FB Khusus, Karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
IG : System_Ultimate_Skill
FB : System Ultimate Skill
__ADS_1
Note: Huruf nya harus sama persis ya....