
Setelah Mei Yue dan Ming Bao menyerahkan hadiah mereka pada Xia Yun, Pihak Panitia ternyata juga ikut memberikan hadiah tambahan sebagai ucapan terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawa para peserta.
Memang benar, sudah seharusnya mereka mengucapkan terima kasih pada Xia Yun. Jika para peserta kehilangan nyawanya dalam Kejadian Immortal terakhir, maka yang pasti di salahkan adalah Pihak Panitia.
Dan yang menjadi alasan kuat mengapa Pihak Panitia di salahkan tentunya berasal dari keamanan.
Pihak Panitia terlalu lalai sehingga menyebabkan Immortal mampu menerobos dan menculik peserta kemudian menciptakan keadaan seperti sebelumnya.
Hal itulah yang akan di katakan oleh orang-orang yang memiliki hubungan dengan para peserta untuk menitikberatkan kesalahan pada Pihak Panitia.
Jadi apabila dari Pihak Panitia tidak ada respon apapun terhadap aksi Xia Yun sebelumnya, maka 100% bisa di pastikan mereka semua orang-orang yang tidak tahu diri.
Tepat ketika hadiah terakhir ingin di sambut oleh Xia Yun, tiba-tiba Ye Lu yang berada di bawah panggung pun naik dan melesat kearah Xia Yun, yang membuat semua orang terkejut karena aksinya.
Tetapi Xia Yun yang menyadari Niat Membunuh dari Ye Lu hanya tetap diam seolah tidak sadar sama sekali.
Pria Paruh Baya yang melihat hal itu segera melesat kebelakang Xia Yun dan mengunci tubuh Ye Lu untuk menghentikannya, “Apa yang kau lakukan!?”
“Tidak adil! kenapa hanya dia yang mendapatkan hadiah lebih!?” (Ye Lu)
Ye Lu mengatakan itu sambil memberontak dari kuncian Pria Paruh Baya.
Seketika semua orang langsung membeku ketika suara Ye Lu terdengar.
Apakah orang ini bodoh? sudah jelas Ming Bao mengatakannya tadi, tetapi dia masih bertanya mengapa.
“Hei Rakyat Rendahan! bertarunglah dengan ku, jika kau kalah maka serahkan semua hadiah itu padaku!” Tantang Ye Lu sambil menatap Xia Yun marah.
Semua orang yang mendengar perkataan Ye Lu langsung menjadi geram dan berpikir bahwa Ye Lu sikapnya sudah kelewatan dan juga tidak ada memiliki rasa malu sama sekali.
Ming Hu yang sedari tadi diam kini bangkit dari kursinya dan ikut berbicara karena merasa sangat geram, “Bocah! apakah kau tidak tahu malu!?”
“Kau sudah tahu bahwa dia terluka parah dan masih tetap menantangnya, apa kau bercanda!?” (Ming Hu)
__ADS_1
Suara Ming Hu terdengar nyaring memenuhi Stadion dengan nada bicara seperti seseorang yang sedang berusaha menahan amarah.
“Terluka parah? dia terlihat baik-baik saja... tunggu! matanya....” (Penonton 1)
“Sebelumnya dia tidak memakai penutup mata, tetapi sekarang malah memakai itu....” (Penonton 2)
“Jangan-jangan terluka parah yang Kaisar maksud adalah....” (Penonton 3)
“Sepertinya tidak salah lagi!“ (Penonton 4)
“Tapi apakah kalian sadar bahwa gaya dia bergerak terlihat seperti bukan orang yang tidak bisa melihat?” (Penonton 5)
Diskusi di antara Para Penonton pun terjadi dan keadaan menjadi ribut untuk sesaat sebelum Wakil Jendral Ah Tong bersama Para Penjaga meredam keributan.
“B*jingan Tidak Tahu Malu itu!” ucap Yong Tao dengan geram sambil menonton ini semua.
“Yang Mulia, kenapa Anda berniat untuk menghentikan Para Anak Muda yang ingin bertukar ilmu” (Ye Zhang)
Bukannya menghentikan tindakan anaknya, Ye Zhong malah membantunya dengan cara mengatakan hal tersebut pada Kaisar/Ming Bao.
Dengan senyuman licik di wajahnya, Ye Zhang mengatakan hal tersebut untuk menyudutkan Ming Bao.
Para penonton juga ikut terhasut akan perkataannya dan berakhir dengan Ming Bao yang tidak bisa membantah ucapan Ye Zhang.
Zhou Yu dan Zhang Xue yang sadar akan maksud dari tindakan Ye Zhang juga ikut geram dan secara tidak sengaja mengatakan, “Jika begitu maka orang lain juga boleh untuk ikut Bertukar Ilmu ini!”
Ya, Zhang Xue dan Zhou Yu tidak sengaja telah mengatakan hal tersebut secara bersamaan.
Saling menoleh kearah satu sama lain, keduanya pun tersnyum dan menganggukkan kepalanya, seolah sedang memutuskan sesuatu.
“Jie’er, apakah kau juga ingin ikut Bertukar Ilmu ini?” tanya Zhang Xue kearah Pria Setengah Wanita sambil tersenyum.
Pria Setengah Wanita yang di tanya oleh Zhang Xue seperti itu langsung menutup kipasnya dan mengatakan, “Tentu saja aku akan ikut! hahaha....”
__ADS_1
“Fei’er? kalau kau?” (Zhou Yu)
Kali ini Zhou Yu yang bertanya pada Zhou Fei dan di balas anggukkan kepala oleh Putrinya tersebut.
“Apakah kalian semua melupakanku? aku juga tidak ingin tertinggal,” Ming He juga ikut berbicara dengan mengangkat tangannya keatas.
“Karena aku sudah lama ingin Bertukar Ilmu dengan Anak Dari Ketua Sekte Lahar Surgawi, maka di kesempatan ini, aku ingin melawannya!” jelas Ming He.
Xia Yun yang sadar maksud dari tindakan mereka semua langsung tertawa kecil.
Maksud dari tindakan Ming Hu dan yang lainnya saat ini sudah tentu karena ingin melindunginya.
Karena kunjungan mereka di hari kemarin, membuat Pria Setengah Wanita, Zhou Fei dan yang lainnya mengetahui tentang keadaan matanya.
Jadi oleh karena itu saat ini mereka semua berusaha untuk membuat Xia Yun tidak perlu bertarung melawan Orang Gila ini (Ye Lu).
“Jadi, bagaimana... Ketua Ye Zhang??” Ming Bao yang awalnya terpojok kini akhirnya kembali berbicara.
“Keputusannya ada pada Ye Lu, dialah yang akan menentukan,” jelas Ye Zhang sambil terbatuk.
“Tidak perlu.” (Xia Yun)
Di saat Ye Lu terdiam ketika di lempar keputusan oleh Ye Zhang, suara Xia Yun pun terdengar.
“Ap-” (Ye Lu)
“Lihat? jika aku serius membunuhmu maka kau sudah mati sekarang.”
Waktu ingin membalas ucapan Xia Yun, perkataan Ye Lu tiba-tiba terpotong ketika melihat dua buah jarum kecil hampir mengenai kedua bola matanya.
Glek! (Menelan air liur berat)
...****************...
__ADS_1
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.