
Setelah berjalan selama tiga jam di temani oleh celotehan-colotehan milik Yong Tao yang terkadang menjadi tawaan oleh para tahanan dan juga rombongan Xia Yun akhirnya rombongan Xia Yun sampai di depan gerbang kota. Xia Yun segera memberitahu tentang para tahanan yang mengikuti mereka kalau mereka akan berpisah dari sini.
Zhuge hanya menganggukkan kepalanya tetapi Yong Tao berkata pada Xia Yun dan Zhuge untuk pergi terlebih dahulu karena ingin melakukan sesuatu.
Begitu selesai mengatakan itu, keduanya segera menggunakan skill langkah mereka masing-masing menuju ke arah Toko Tanaman Obat Langit dengan cepat tanpa bisa di lihat oleh orang-orang. Mei Yue dan Feng Niu yang mondar-mandir di dalam ruangannya dengan perasaan gelisah karena Xia Yun, kakek Mei Yue dan Feng Nuan berusaha menenangkan mereka berdua dengan berkata akan segera mengirimkan bantuan ke sana.
“Yue'er, kakek akan pergi mengutus seseorang untuk membantu Nak Xia Yun. Jadi tenanglah dulu.” Ucap kakek Mei Yue menenangkan kegelisahan cucunya itu.
“Ya Niu'er, ayah juga akan mengirimkan orang untuk membantu Xia Yun” Ucap Feng Nuan pada putrinya.
“Jika begitu maka cep” Ucapan Mei Yue terpotong karena Xia Yun tiba-tiba muncul di depannya memotong ucapan dirinya.
“Tidak perlu.” Potong Xia Yun yang muncul di depan semuanya dengan santai kemudian di ikuti oleh Zhuge Liang. Sontak semuanya pun langsung terkejut karena melihat Xia Yun dengan tiba-tiba muncul di depan mereka semua bersama Zhuge Liang yang tidak terlihat luka sama sekali.
“Kalian sudah menyelesaikannya?” Tanya Feng Nuan meragukan Xia Yun karena mereka hanya pergi selama tiga jam setengah kemudian kembali dengan cepat. Xia Yun yang bisa melihat keraguan itu pun akhirnya memilih untuk berbohong kalau sebenarnya mereka membantai Organisasi Rubah Malam hanya dalam waktu setengah jam saja maka bisa di pastikan Feng Nuan semuanya akan terbatuk darah mendengarnya.
“Ya, Tuan Kota dan Kakek Mei Yue bisa mengirimkan beberapa orang untuk mengeceknya, lokasinya berada di bagian dalam hutan di sekitar Kota Angin.” Jelas Xia Yun sembari memberitahu di mana markasnya.
“Bila kalian menemukan bangunan yang lumayan besar di wilayah dalam hutan maka itu adalah markas Organisasi Rubah Malam.” Tambah Xia Yun memperjelas lokasi pastinya.
“Em.” Balas Feng Nuan sambil menganggukkan kepalanya paham.
“Kalau begitu Nak Xia Yun, aku akan pergi mengirimkan beberapa orang dulu.” Ucap Kakek Mei Yue kemudian keluar dari ruangan kerja Mei Yue bersama dengan Feng Nuan.
“Xia Yun, aku akan kembali ke penginapan terlebih dahulu.” Ucap Zhuge Liang tanpa menunggu balasan dari Tuannya segera keluar dari ruangan itu yang hanya menyisakan Xia Yun bersama dengan dua orang gadis cantik karena merasa harus memberikan Tuannya itu dukungan.
“Kenapa kalian terlihat khawatir begitu?” Tanya Xia Yun karena bisa melihat wajah Mei Yue dan Feng Niu dengan santai.
“Tentu saja karena kami khawatir karena kau bodoh...” Jawab Mei Yue sambil berjalan ke arah Xia Yun kemudian memegang kedua pipi Xia Yun.
“Hmp! siapa yang mengkhawatirkan mu.” Ucap Feng Niu sambil berbalik membelakangi Xia Yun menghadap ke arah jendela. Xia Yun tidak bisa melihat bahwa sebenarnya Feng Niu tersenyum tetapi menutupinya dengan cara berbalik membelakangi Xia Yun.
“Sudah-sudah, apa yang kalian inginkan? akan aku penuhi selama aku masih mampu.” Ucap Xia Yun mengalihkan perhatian dengan mengingatkan janjinya ketika ingin pergi menyerang Organisasi Rubah Malam.
“Ah! benar juga aku melupakannya.” Ucap Mei Yue kemudian berjalan mundur perlahan seraya menaruh telunjuknya di bibir memikirkan apa yang di inginkannya.
“Apapun kan?” Tanya Mei Yue memastikan dengan senyuman penuh arti yang tersirat banyak makna di dalamnya.
“Ya.” Jawab Xia Yun singkat dengan kebingungan.
“Aku ingin kau menemani ku berkeliling Kota besok!” Ucap Mei Yue pada Xia Yun.
“Hm? hanya itu saja?” Tanya Xia Yun kebingungan karena Mei Yue hanya menginginkan itu.
“Ya, tidak ada yang lain yang lebih baik dari ini.” Jawab Mei Yue sambil memberikan senyuman yang paling indah bagi orang lain tapi itu tidak berlaku pada Xia Yun.
“Baik, kalau Nona Feng?” Ucap Xia Yun kemudian menolehkan kepalanya pada Feng Niu.
__ADS_1
Feng Niu yang tidak ingin kalah dari Mei Yue pun meminta hal yang sama seperti Mei Yue.
“Atau juga ingin seperti Mei Yue, aku ingin kau menemani ku besok lusa untuk berkeliling Kota juga!” Ucap Feng Niu dengan wajah yang sedikit memerah.
“Hm? kenapa kalian hanya meminta hal yang sederhana seperti itu.” Ucap Xia Yun bingung.
“Tidak ada apa-apa...” Jawab Mei Yue sambil tersenyum pada Xia Yun.
“Em, baiklah. Aku akan kembali dulu, besok aku akan menjemput Mei Yue.” Ucap Xia Yun pamit kemudian berjalan keluar dari ruangan itu dengan ekspresi bingungnya.
Xia Yun dalam perjalanan kembali ke penginapan masih dengan wajah yang kebingungan karena Xia Yun mengira bahwa Mei Yue dan Feng Niu akan meminta sesuatu seperti perhiasan atau yang lain tetapi malah hanya meminta dia menemani mereka berkeliling Kota. Walau Xia Yun menunjukkan ekspresi orang yang kebingungan tetapi wajahnya tetap terlihat tampan sehingga para wanita yang melihatnya tanpa sadar terpesona dengan wajah Xia Yun, Xia Yun sendiri masih sibuk dengan pikirannya tanpa sadar kalau dia sekarang menjadi bahan lirikan dari para wanita yang melihatnya.
Ketika Xia Yun sedang berjalan di depan sebuah restoran, Xia Yun tidak sengaja melihat sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan selama ini.
......................
Yong Tao yang melihat Xia Yun dan Zhuge Liang sudah pergi segera menyapa Xin Mei tetapi di abaikan oleh Xin Mei.
“Hai!” Sapa Yong Tao pada Xin Mei tetapi di tidak di anggap oleh Xin Mei dengan berjalan masuk ke dalam Kota.
Yong Tao yang melihat itu mengikuti Xin Mei dari sampingnya dengan terus berbicara kepada Xin Mei tetapi tetap di abaikan olehnya, Yong Tao tidak memperdulikan itu dan tetap terus bercerita sampai Xin Mei bosan dan akhirnya mendengarkan dia.
Selama berada di dalam Kota, Yong Tao terus bercerita sampai akhirnya Xin Mei jengkel mendengarkan ocehan-ocehan milik Yong Tao kemudian bertanya mengapa Yong Tao terus mengikutinya.
“Kenapa kau mengikutiku.” Tanya Xin Mei dengan suara yang terdengar seperti orang yang jengkel.
“Aku tidak punya waktu!” Balas Xin Mei kemudian berjalan lebih cepat tetapi di ikuti oleh Yong Tao lagi dan kembali mengoceh di sampingnya.
Xin Mei akhirnya kembali tidak tahan dan menutup matanya kemudian mengusap wajahnya kemudian menghela nafas lalu bertanya kembali pada Yong Tao.
“Apa yang ingin kau tanyakan.” Tanya Xin Mei sambil menatap Yong Tao.
“Bisakah kita duduk terlebih dahulu?” Ucap Yong Tao.
Keduanya pun pergi ke arah restoran dan kemudian duduk di sana, Xin Mei pun segera bertanya pada Yong Tao agar dia cepat pergi dari Yong Tao yang menurutnya menjengkelkan.
“Jadi?” Ucap Xin Mei.
“Mengapa aku merasa aura mu terasa tidak asing bagiku?” Tanya Yong Tao langsung ke intinya.
......................
Xia Yun yang melihat Yong Tao dan juga Xin Mei di restoran akhirnya tersenyum melupakan kebingungan dia sebelumnya, para wanita yang mengikuti Xia Yun dari tadi melihat senyuman milik Xia Yun sehingga ada yang mengeluarkan darah dari hidungnya dan ada pula yang langsung pingsan di tempat karena melihat senyuman yang tidak bisa di katakan oleh kata-kata.
Xia Yun memutuskan untuk segera kembali ke penginapan karena merasa tidak sopan untuk terus melirik Yong Tao dan Xin Mei yang berduaan di restoran, Ketika Xia Yun sampai di penginapan. Para pelayan yang melihat Xia Yun pun menundukkan kepala mereka, Xia Yun hanya tersenyum lalu bergegas naik ke atas menuju kamarnya.
Begitu Xia Yun membuka pintu kamarnya, Xia Yun di sambut dengan Hu Wang yang melompat ke pelukan Xia Yun dengan manja.
__ADS_1
“Hm? kau merindukanku?” Tanya Xia Yun sambil mengelus kepala Raja Harimau Putihnya itu.
“Rowr....” Angguk Hu Wang.
“Maaf ya beberapa hari ini aku tidak pulang.” Ucap Xia Yun sembari mengelus Hu Wang, Hu Wang pun menganggukkan kepalanya ketika Xia Yun meminta maaf tanda menerimanya.
Xia Yun segera melepas pakaiannya dan membersihkan diri, setelah membersihkan diri Xia Yun langsung berbaring di atas kasurnya dan melihat Hu Wang sudah tertidur. Xia Yun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah harimau putihnya ini.
“Akhirnya Organisasi Rubah Malam itu sudah tidak ada lagi.” Gumam Xia Yun sambil menutup matanya.
Ketika Xia Yun menutup matanya, dia tiba-tiba mendengarkan pemberitahuan dari system kemudian memeriksanya dan terkejut karena pemberitahuan system.
[DING]
[Berhasil menyelesaikan misi sampingan]
[Mendapatkan skill perubahan malaikat]
[Selamat! Tuan berhasil naik level]
“Hah? skill perubahan malaikat?” Gumam Xia Yun.
[Skill perubahan malaikat adalah skill yang membuat tuan mampu berubah menjadi malaikat sesuai dengan elemen yang tuan miliki. Jika tuan berubah menjadi mode malaikat maka kekuatan elemen yang tuan gunakan akan meningkat juga tingkat kultivasi tuan meningkatkan sebanyak dua tingkat]
[Jika tuan mengunakan mode malaikat tipe air maka kekuatan elemen air tuan akan meningkat dari sebelumnya. Begitu pula dengan elemen Api, tanah, angin, Cahaya dan kegelapan tetapi elemen-elemen khusus dan beberapa elemen inti tidak termasuk]
Tiba-tiba Xia Yun jadi mengetahui bagaimana cara menggunakan mode malaikat waktu Xia Yun mendengarkan penjelasan dari System.
“Luar biasa, padahal aku tidak tau ada misi sampingan seperti ini dan juga skill ini juga kuat.” Gumam Xia Yun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini Novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karna ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like Novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe.....dadah...
Dan juga Buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di IG khusus dan Akun FB Khusus, Karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
IG : System_Ultimate_Skill
FB : System Ultimate Skill
__ADS_1
Note: Huruf nya harus sama persis ya....