
Note : Untuk skil Mode Malaikat, tingkat kultivasi milik Xia Yun tidak akan meningkat tetapi yang meningkat hanyalah kekuatan elemennya yang semakin kuat, berbeda dengan skill Mode Phoenix yang bisa membuat Xia Yun naik 9 tingkatan.
“Uhuk! sial! kekuatannya sangat mengerikan! sebenarnya berada di ranah apa dia!” Gerutu Xia Yun kesal karena baru terkena tiga serangan saja sudah mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, dan juga kecepatan dari sosok itu sangat cepat untuk di hadapi oleh Xia Yun.
[Sosok di depan Tuan berada di ranah Early God tingkat 9]
Ucapan sistem terdengar seperti air dingin yang disiram telak pada Xia Yun sehingga membuat Xia Yun berpikir keras bagaimana bisa sosok yang sudah mencapai ranah dewa ada di alam fana ini? hal itu lah yang sedang Xia Yun pikirkan sekaligus bagaimana bisa dirinya menyinggung sosok di depannya ini? seingat Xia Yun, dirinya tidak pernah menyinggung orang lain(Rong Yang dan para badut lainnya nggak di anggap ya, karena mereka yang mengganggu Xia Yun duluan) .
Xia Yun yang saat ini berada di ranah Saint tingkat 1 akan melawan seseorang yang berada di ranah Early God Tingkat 9? hanya orang bodoh yang akan berpikir kalau Xia Yun akan menang karena perbedaan ranah yang sangat jauh bagaikan langit dan bumi! jadi? apakah Xia Yun akan menyerah? tentu saja tidak! dia lebih memilih untuk terus melawan sampai akhir karena dirinya tidak ingin mati sebagai pecundang yang hanya bisa menunggu malaikat kematian mencabut nyawanya! jika memang dirinya akan mati, maka biarlah dirinya sendiri yang akan memilih bagaimana cara dia akan mati.
Xia Yun segera bangun dan melompat keatas karena dirinya terhempas ke tanah dari ketinggian yang membuat tanah di sekitarnya menjadi hancur. Xia Yun saat ini sudah bisa bergerak seperti biasa karena luka yang dia miliki sebelumnya sudah sembuh berkat skill regenerasi super miliknya yang dengan cepat bisa menyembuhkan luka luar dan dalam.
Sosok yang menyerang Xia Yun sebelumnya terkejut begitu melihat Xia Yun yang terlihat baik-baik saja karena dirinya sudah menggunakan 20% dari kekuatan penuhnya, biasanya orang-orang yang berada di ranah Saint kebawah pasti akan mati apabila terkena serangannya walau satu kali, tetapi ini? seorang pemuda yang terlihat belum berumur 17 tahun masih baik-baik saja walau sudah telak terkena serangannya tanpa ada sikap bertahan sama sekali! hal ini tentu saja membuat sosok itu penasaran akan kekuatan Xia Yun padahal dengan jelas dirinya merasakan aura Xia Yun yang berada di ranah Pembentukan Qi Akhir tetapi memang ingin mengetahuinya sehingga dirinya kembali melesat ke arah Xia Yun.
Xia Yun yang melihat sosok itu kembali melesat ke arahnya segera mengaktifkan Mode Phoenix miliknya. Tiba-tiba ada kobaran api yang muncul dari tubuh Xia Yun menutupi semua anggota tubuh Xia Yun, Dengan cepat api itu kembali padam masuk kedalam tubuh Xia Yun.
Waktu api itu menghilang, Penampilan Xia Yun sudah berubah, Yang awalnya warna pakaian nya adalah hitam sekarang berubah menjadi berwarna merah cerah, Wajahnya yang semula sudah tampan sekarang semakin menjadi-jadi.
Juga terlihat tanda seperti tato Phoenix yang muncul di tengah-tengah dahi Xia Yun menambah ketampanan Xia Yun. Begitu sosok itu muncul di samping Xia Yun dan terlihat ingin kembali melancarkan serangannya, tiba-tiba terjadilah ledakan yang kuat dari tubuh Xia Yun yang memaksa dirinya untuk mundur menjaga jarak dari Xia Yun karena tidak ingin terkena ledakan api itu. Setelah ledakan itu berhenti, dengan cepat aura Xia Yun berubah menjadi aura seseorang yang berada di ranah Holy Saint tingkat 1.
Sosok misterius itu terkejut karena peningkatan kekuatan Xia Yun yang sangat tidak masuk akal yang awalnya berada di ranah pembentukan Qi akhir menjadi Holy Saint sangat tidak mungkin bahkan dengan skill terlarang tingkat tertinggi sekalipun! jadi dirinya hanya berpikiran kalau Xia Yun selama ini telah menyembunyikan tingkat kultivasi miliknya selama ini. Dan juga ada satu lah lagi yang membuat dirinya terkejut, saat dirinya melihat tanda tato bergambar Phoenix di dahi Xia Yun secara tidak sadar, tangannya bergetar sedikit dan mengumumkan sesuatu.
“Ra-Raja Phoenix!”
“Saatnya melawan balik! walau aku tidak yakin ini akan menjadi pertarungan. ” Gumam Xia Yun kemudian melesat ke arah sosok misterius berbaju serba hitam itu dengan cepat karena saat ini tingkat kultivasinya berada di ranah Holy Saint yang membuat dirinya semakin cepat walau tidak bisa menggunakan skill langkah cahayanya karena dua skill itu tidak bisa di tumpuk akibat Xia Yun menggunakan Mode Phoenix.
__ADS_1
Di saat Xia Yun melesat ke arah sosok itu, Xia Yun juga membuat enam bola api seukuran bola tenis bewarna merah nyala yang dengan cepat melesat ke arah sosok itu, melihat serangan bola Xia Yun yang terarah padanya, sosok itu hanya diam di tempat menatap bola-bola kecil yang sedang melaju ke arahnya. Ketika enam bola api itu sudah dekat dengan sosok berbaju hitam tadi, tiba-tiba keenam bola itu menghilang seperti tidak pernah ada sebelumnya dengan cepat, sosok itu tentu saja terkejut saat melihat keenam bola itu menghilang begitu sudah dekat dengannya, tetapi keterkejutan itu bertambah saat bola itu kembali muncul saat sudah berjarak dua meter dari tubuhnya sehingga refleks dirinya melompat ke atas.
Tetapi baru saja dirinya ingin melompat, kakinya tidak bisa melompat karena sudah terlilit oleh tali yang terbuat dari api yang ada di dalam tanah sehingga dirinya tidak bisa melompat. Kenapa dia tidak bisa melompat? itu karena Xia Yun memberikan genjutsu pada sosok itu walaupun hanya sesaat tetapi itu sudah lebih dari cukup karena dalam ‘sesaat’ itu, Xia Yun menggunakan skill pemberhentian waktu lalu membuat banyak bola api kecil sebelumnya dari segala arah yang hanya bisa membuat sosok itu mau tidak mau bertahan menahan bola-bola api kecil Xia Yun.
Karena batas dari skill pemberhentian waktu sudah habis, waktu kembali berjalan sehingga secara tiba-tiba muncul banyak bola api kecil yang mengelilingi sosok itu sehingga membuat mata sosok itu terbelalak karena dirinya dengan jelas melihat Xia Yun hanya membuat enam bola tetapi sekarang? jumlah mencapai ratusan! tetapi keterkejutan itu hanya terjadi sebentar saja karena sosok itu sangat yakin dengan kekuatannya yang berada di ranah Early God tingkat 9 sehingga dirinya hanya melapisi seluruh tubuhnya dengan Elemen kegelapan yang dimilikinya sebagai pelindung.
Boom!
Boom!
Boom!
Suara ledakan yang terjadi akibat bola-bola api kecil yang Xia Yun buat mengenai tubuh sosok itu yang masih tenang seperti batu di tengah-tengah hujan bola api Xia Yun. Xia Yun yang memang menunggu saat ini segera menonaktifkan Mode Phoenix lalu menggunakan Mode Malaikat elemen cahaya.
Dengan cepat pakaian Xia Yun berganti menjadi berwarna putih semuanya tanpa ada warna lain, bentuk pakaiannya sama seperti bentuk malaikat lainnya tetapi hanya warna pakaiannya yang berbeda.
Xia Yun yang sudah menggunakan Mode Malaikatnya segera melesat ke belakang sosok sebelumnya menggunakan skill langkah cahayanya sehingga hanya dalam satu tarikan nafas, Xia Yun sudah ada di belakang sosok itu dengan cepat karena kelebihan dari elemen cahaya adalah kecepatannya yang paling cepat di antara semua elemen yang ada tetapi kekuatannya hanya nomor dua dalam kerusakan yang diciptakan, dan nomor satu? elemen nomor satu dalam hal kerusakan adalah kegelapan! tetapi dalam hal kecepatan, maka kegelapan berada di nomor dua jadi bisa di katakan kalau elemen kegelapan adalah elemen yang fokus untuk menyerang karena dampaknya yang kuat dan elemen cahaya lebih fokus pada kelincahan.
Masing-masing dari semua elemen memiliki kelemahannya tersendiri terkecuali elemen ruang dan waktu, elemen itu tidak memiliki elemen yang mampu melemahkan nya! seperti elemen api yang kalah terhadap air, maka elemen kegelapan dan cahaya juga sama. Jadi Xia Yun memanfaatkan konsep itu untuk menyerang sosok yang ada di depannya karena sosok itu memiliki elemen kegelapan dan dirinya memiliki elemen cahaya sehingga Xia Yun ingin melawannya dengan elemen cahaya.
Kenapa Xia Yun tidak menggunakan elemen cahaya di awal dan lebih memilih menggunakan Mode Phoenix? itu tentu saja Xia Yun ingin menyembunyikan kartu andalannya karena Xia Yun hanya menggunakan elemen api saat memberikan serangan pertama di kota sehingga sosok di depannya berpikir kalau Xia Yun hanya memiliki elemen api saja, jadi Xia Yun ingin memanfaatkan ketidaktahuan lawannya sebagai senjata untuk melawan! Xia Yun ingin memberikan serangan elemen cahaya terkuatnya dan pastinya tidak akan meleset.
Jadi oleh karena itu Xia Yun sengaja bergerak seperti orang yang apabila menyerang tidak akan mampu melukai lawannya sehingga lawannya akan menurunkan kewaspadaan miliknya karena berpikir Xia Yun tidak akan mampu melukai dirinya. Dan rencana Xia Yun pun berhasil untuk membuat kewaspadaan musuhnya menurun sehingga dirinya tidak ingin melepaskan kesempatan emas ini lalu dengan cepat melesat ke belakang sosok itu kemudian melancarkan serangan terkuat elemen cahaya miliknya berharap kalau sosok di depannya akan ‘terluka’ walau tidak parah.
Xia Yun yang sudah berada di belakang sosok itu segera mengarahkan kedua tangannya ke arah punggung sosok itu kemudian mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
“Elemen cahaya : Laser pemusnah!”
Ucap Xia Yun kemudian keluarlah cahaya yang sangat besar dari kedua telapak tangan Xia Yun yang mengenai tubuh sosok itu dengan telak(anggap aja kayak Kamehameha goku oke? ).
Doom!!!
...----------------...
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karena ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe sekalian kasi bintang 5 ya.
Dan juga buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di ig khusus dan akun FB khusus, karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
Ig : System_Ultimate_Skill.
Fb : System Ultimate Skill.
Note: Huruf nya harus sama persis ya....
__ADS_1