
‘Em... akan ku buat yang simpel namun enak!’ pikir Xia Yun.
Perlahan maju menuju meja bahan masakan, Xia Yun bertanya, “Apakah kalian mempunyai nasi?”
??
Pelayan Wanita yang ada di depan Mei Yue dengan cepat berjalan mendekati Xia Yun kemudian menunjukkan tempat penyimpanan nasi sebagai jawabannya.
“Minyak dimana?” (Xia Yun)
“Hah??” Pelayan Wanita itu memiringkan kepalanya begitu Xia Yun tanyakan tentang Minyak.
Melihat dari ekspresinya, Xia Yun langsung mengerti bahwa dunia ini tidak ada yang namanya Minyak
‘Lily, beli sebuah panci dan minyak setengah liter,’ batin Xia Yun.
‘Juga garam.” (Xia Yun)
[Memotong 1.250 Shop Poin]
[Membeli Panci ukuran sedang, Minyak dan Garam]
[>>>]
[Berhasil membeli]
Xia Yun mencoba mengeluarkan Panci yang baru dia beli dari Toko Sistem dan menaruhnya di perapian tempat memasak.
Mei Yue dan Pelayan Wanita yang berdiri di belakang Xia Yun hanya diam menyimak aksinya, mereka tidak tahu apa yang Xia Yun buat pada pancinya.
Tidak lupa, dia juga mengeluarkan Minyak dari Penyimpanan Sistem dan memasukannya sedikit ke Panci.
Sambil menunggu Minyaknya panas, Xia Yun pun memotong beberapa bawang merah dan
menyiapkan nasi.
__ADS_1
Xia Yun juga memotong beberapa cabai menjadi potongan-potongan kecil sebagai penambah rasa.
Mulut mereka berdua terbuka lebar saat melihat Xia Yun memainkan pisau yang ada di tangannya itu dengan sangat lihai.
Gerakannya dalam memotong cabai ataupun bawang, terlihat sangat cepat namun ketepatannya sangat pas.
Hal ini terlihat seperti Xia Yun sudah sangat sering memasak jika melihat dari kelihaiannya.
Saat mengetahui bahwa Minyaknya sudah panas, dia mulai memasukkan potongan bawang merah dan cabai yang baru saja tadi dia potong ke dalam Panci.
Setelah itu, Xia Yun juga sesekali mengaduknya dan hingga beberapa saat berlalu, mulai tercium bau yang harum berasal dari Pancinya.
!!
Alis Mei Yue dan Pelayan Wanita terangkat saat melihat metode memasak Xia Yun yang terkesan asing.
Mereka berdua, bahkan sang Pelayan Wanita yang sering memasak pun tidak pernah mencoba untuk mencampurkan bawang ke dalam masakannya.
Ini adalah hal yang baru bagi keduanya ketika menyaksikan Xia Yun memasak.
Suara desingan terdengar memenuhi dapur saat Xia Yun mencampurkan Nasinya ke Panci.
Tidak berhenti sampai di sana, Xia Yun terus mengaduk Nasi itu untuk beberapa saat sembari menambahkan sedikit Garam.
‘Beli sebotol Kecap Manis.’ (Xia Yun)
[Memotong 250 Shop Poin]
[Berhasil membeli]
Dengan cepat Xia Yun mengeluarkan sebotol Kecap Manis dan mencampurkannya ke Nasi sembari terus mengaduk.
Xia Yun melakukan ini semua dengan cepat, sampai-sampai membuat Pelayan Wanita itu merasa sangat tidak percaya.
Hal mengejutkan lainnya adalah Para Koki yang sebelumnya di minta keluar oleh Pelayan Wanita, kini tengah mengintip di balik pintu karena tergoda oleh bau masakan Xia Yun yang harum.
__ADS_1
Awalnya dia menganggap remeh Xia Yun karena menggunakan penutup mata walaupun penampilannya terkesan tampan.
Tetapi begitu dia mengeluarkan Koin Emas semudah membalikkan telapak tangan dan aksinya dalam memasak walau dalam keadaan mata yang tertutup kain dengan lancar.
Seketika dia langsung menghilangkan pemikiran seperti itu terhadap Xia Yun.
Karena Kecap yang dia masukan, tampilan Nasinya pun mulai berubah dan bau harumnya semakin menjadi.
Merasakan bahwa masakannya sudah masak, Xia Yun mengambil piring dan membuatnya menjadi 4 porsi dengan membentuk bentuk Nasinya seperti mangkuk.
Menyaksikan keempat porsi Nasi Goreng yang Xia Yun buat, mulut Mei Yue dan Pelayan Wanita beserta Hu Wang tampak mengeluarkan air liur karena tidak tahan dengan wangi dan penampilan Nasi Gorengnya.
Tidak cukup dengan satu hidangan saja, Xia Yun juga memasak Sup Tahu, Ayam Cincang dan Salad sebagai makanan penutup,
Sehabis memasak makanannya, Xia Yun meminta Mei Yue dan Pelayan Wanita untuk menyajikannya ke meja mereka.
“Yang di sana untuk kalian,” ucap Xia Yun sembari menunjuk kearah meja yang di atasnya ada makanan yang baru dia masak tadi.
Wajah Para Koki dan Pelayan Wanita yang mendengar perkataan Xia Yun barusan langsung menjadi cerah, bahkan pelangi juga muncul di wajah mereka.
Setelah mengatakan itu, Xia Yun meninggalkan dapur dan kembali ke mejanya yang sudah ada Mei Yue dan Hu Wang.
“Aku tidak pernah tau kalau kau bisa memasak, hem?” Mei Yue berbicara saat Xia Yun baru saja duduk di depannya.
“Dari kecil aku itu tinggal sendirian dan hidup mandiri, hidupku bergantung pada diri sendiri, memasak pun begitu. Jadi ini adalah hal kecil,” jelas Xia Yun sambil meletakan bagian Hu Wang ke bawah meja.
Waktu mendengar penjelasan Xia Yun, tampak ekspresi Mei Yue berubah ketika Xia Yun mengatakan bahwa dari kecil dia hidup sendirian.
Harimau Putih Kecil yang melihat Xia Yun meletakan beberapa makanan juga untuknya langsung menjadi riang dan dengan cepat mulai menyantapnya.
“Em! sangat enak!” komentar Mei Yue ketika memakan makanan Xia Yun.
Dengan mengatakan hal tersebut, Mei Yue juga sedang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
...****************...
__ADS_1
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.