System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 43 - Istri Baru? Berharga Bagi Xia Yun? Dan Teman Petualangan Baru


__ADS_3

Xia Yun yang baru saja terbangun dari tidurnya merasa sangat ingin kembali tidur tetapi tidak bisa karena Xia Yun dan yang lain akan pergi dari Kota pagi ini beranjak dari kasurnya berniat untuk mandi lalu sarapan.


“Uh...Padahal aku masih ingin tidur huhuhu...” Rengek Xia Yun kemudian segera bangun.


Setelah Xia Yun membersihkan dirinya, Xia Yun mengenakan pakaiannya yang biasa berwarna putih dan bukan hitam karena Xia Yun lebih suka warna putih. Juga Xia Yun menggunakan skill telepatinya pada Miyuki mengabari bahwa dia akan menjemput Miyuki ketika sudah selesai bersiap.


“Hu Wang...Bangun, kita akan sarapan lalu melanjutkan perjalanan.” Ucap Xia Yun sembari membangunkan Hu Wang dengan cara mengelus kepalanya pelan.


Hu Wang yang mendengar kata sarapan pun segera bangun dan melompat ke pelukan Xia Yun, Xia Yun pun dengan sigap menangkap Hu Wang.


“Tadi susah di bangunkan, tapi waktu dengar makanan saja langsung bangun.” Ucap Xia Yun yang memeluk Hu Wang.


“Yong Tao, Kakek Liang. Bangun, kita akan pergi sarapan kemudian kembali melanjutkan perjalanan.” Ucap Xia Yun menggunakan telepati pada Zhuge Liang dan Yong Tao.


Begitu selesai memberitahu semuanya, Xia Yun membuka pintu dengan membuat elemen anginnya menyerupai tangan untuk membuka pintu karena tangannya sekarang masih memeluk Hu Wang. Xia Yun menuju ke arah kamar Miyuki lalu mengetuk pintu kamar Miyuki dengan tangan anginnya, tidak lama Xia Yun menunggu, Miyuki membuka pintu dan berjalan keluar.


“Kita akan memanggil yang lain.” Ucap Xia Yun dan di balas anggukan kepala oleh Miyuki, Keduanya berjalan ke ruangan sebelah kiri Miyuki dan Xia Yun mengetuk pintu kamar itu.


Segera pintu kamar itu terbuka dan menampilkan sosok pria yang terlihat tua tetapi masih terlihat kegagahannya, Xia Yun yang melihat Zhuge Liang juga sudah siap segera membangunkan Yong Tao dengan mengetuk pintu kamar Yong Tao. Mereka menunggu Yong Tao sekitar 10 menit akhirnya Yong Tao keluar dari kamarnya, Yong Tao yang terkejut melihat ada Miyuki di dekat Xia Yun sontak menyebutkan kata-kata yang berhasil mendapatkan pukulan di kepala sebagai hidangan pembuka di pagi hari ini.


“Ah! Kau dapat istri baru lagi?” Ucap Yong Tao dengan asal tanpa di sengaja dan itu di dengar oleh Xia Yun, Zhuge Liang dan juga Miyuki yang membuat Xia Yun menjadi jengkel dengan yong Tao sehingga Xia Yun membuat tangan angin dan menumbuk kepala Yong Tao.


Pltak!


“Akh! aku kan cuma keceplosan...” Ucap Yong Tao sembari mengelus kepalanya yang di tumbuk oleh Xia Yun.


Xia Yun tidak memperdulikan ucapan Yong Tao dan segera berjalan ke arah tangga turun ke bawah di ikuti oleh Miyuki dan Zhuge Liang juga Yong Tao yang masih setia mengusap kepalanya yang masih sakit. Keempat orang yang turun dari lantai atas seketika membuat para pelayan menjadi mematung karena melihat para orang-orang tampan dan cantik berkumpul di satu tempat, seperti biasa Xia Yun hanya mengabaikan itu dan langsung berjalan ke arah resepsionis penginapan lalu mengembalikan kunci kamar milik keempatnya kemudian keluar dari penginapan dan berjalan mengarah ke arah restoran yang sering Xia Yun, Zhuge Liang dan Yong Tao datangi.


Selama di jalan menuju restoran, Xia Yun sempat berhenti di sebuah toko penjual camilan manis karena Hu Wang yang berada di pelukannya terlihat seperti ingin makan makanan itu sehingga Xia Yun memutuskan untuk berhenti terlebih dahulu. Xia Yun bertanya pada Miyuki apakah dirinya ingin mencoba manisan itu juga dan Miyuki berkata ingin mencobanya juga jadi Xia Yun sekalian membelikan Miyuki beberapa camilan yang diinginkan oleh Miyuki.


Banyak pandangan yang terarah pada rombongan Xia Yun karena mereka terlihat seperti bangsawan kelas atas karena pakaian yang di gunakan Xia Yun, Zhuge Liang dan Yong Tao terlihat seperti pakaian yang mahal juga karena ketampanan ketiganya. Begitu juga dengan Miyuki yang memiliki wajah yang cantik sekaligus imut dan terlihat mengenakan pakaian yang aneh menurut mereka tetapi bisa terlihat bahwa pakaian yang di kenakan oleh Miyuki adalah pakaian mahal.


Rombongan Xia Yun sampai di restoran yang sering di datangi mereka sebelumnya, pelayan yang melihat kedatangan Xia Yun pun segera mengantarkan Xia Yun ke ruangan VIP karena pelayan itu tahu bahwa Xia Yun pasti akan memesan lantai VIP. Xia Yun di antarkan oleh pelayan dan segera duduk ketika berada di mejanya tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang memesan lantai VIP lainnya.


Di dalam lantai VIP itu hanya ada dua rombongan termasuk rombongan Xia Yun, rombongan lainnya terlihat seperti orang yang tidak bersahabat karena Xia Yun melihat tatapan seorang Pria dengan tubuh kekar dan ada luka tebasan di mata sebelah kanannya mengarah pada Miyuki yang sedang duduk di sampingnya dengan isi pikiran yang kotor terhadap Miyuki. Xia Yun mengetahui hal itu karena Xia Yun menggunakan skill pembaca pikiran miliknya pada orang yang sedang menatap Miyuki, Xia Yun tidak akan menggunakan skill pembaca pikiran miliknya pada teman-temannya karena menurut Xia Yun itu adalah hal yang tidak sopan dan baik jadi Xia Yun hanya menggunakan skill pembaca pikiran pada lawannya saja.


Pria Kekar itu berjalan ke arah meja Xia Yun lalu menggebrak meja Xia Yun dengan keras kemudian berbicara pada Miyuki yang pandangannya memandang Hu Wang yang tertidur di pangkuan Xia Yun dengan nyenyak tanpa terbangun walau sudah mendengar suara keras sebelumnya. Xia Yun hanya tersenyum kecut melihat tingkah Harimau Putihnya sekarang yang terkesan sangat santai sembari mengelus pelan Hu Wang.


“Hei kau, Lebih baik kau ikut Paman saja Nona Kecil daripada anak ingusan itu.” Ucap Pria Kekar itu sambil menunjuk Xia Yun yang masih diam menatap Hu Wang di pangkuannya.


“....” Miyuki hanya diam tidak menanggapi ucapan Pria Kekar itu dan lebih memilih menatap Hu Wang yang sangat imut ketika tertidur.


Merasa kesal karena di abaikan oleh Miyuki dan Xia Yun sekaligus Zhuge Liang juga Yong Tao, Pria Kekar itu segera melayangkan tamparan ke arah Miyuki tetapi gerakannya tiba-tiba berhenti karena pandangannya sempat menatap mata Xia Yun yang menurutnya mengerikan.


“Dasar Jal*ng tak tau di untung!” Ucap Pria Kekar itu menaikan tangan kanannya ke atas.


Xia Yun yang melihat bahwa Pria Kekar itu ingin menampar Miyuki segera mengaktifkan mata eternal mangekyou sharingannya dan menggunakan skill genjutsu pada Pria Kekar itu dengan cepat, Miyuki yang melihat bahwa dia akan di tampar pun sudah mengeluarkan CAD miliknya yang ada di kantung pakaiannya dan bersiap membalas tetapi kalah cepat dengan Xia Yun dan itu membuat Miyuki terkejut.


(CAD itu bentuknya seperti HP yang fungsinya sebagai senjata untuk Miyuki mengeluarkan sihirnya.)


Xia Yun tidak berhenti di sana, Xia Yun tiba-tiba muncul di depan Pria Kekar yang masih tidak dapat bergerak karena masih terkena genjutsunya segera melayangkan tendangan pada perut Pria Kekar itu dengan telak sehingga menyadarkan Pria Kekar itu dari genjutsu Xia Yun, merasakan sangat sakit di perutnya, Pria Kekar itu segera tertunduk dengan satu kaki menyentuh tanah sambil memegangi perutnya yang masih sakit karena tendangan Xia Yun.


Xia Yun mendekatkan mulutnya ke dekat telinga kiri Pria Bertopeng itu kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Pria Kekar itu bergidik ketakutan dan segera bangkit lalu mengajak para rombongannya pergi.


Xia Yun pun kembali duduk di sebelah Miyuki yang masih terkagum dengan kekuatan Xia Yun, Miyuki berpikir bahwa jika dirinya yang melawan Xia Yun pun pasti akan langsung kalah tetapi berbeda dengan kakaknya menurut Miyuki.


“Xia Yun, kenapa kau tidak membunuhnya?” Tanya Yong Tao sambil memperlihatkan wajahnya yang cemberut pada Xia Yun.


“Hm? tidak apa-apa.” Jawab Xia Yun sambil menggelengkan kepalanya pelan menanggapi pertanyaan Yong Tao yang terdengar seperti orang yang ingin membunuh.

__ADS_1


“Paling tidak potonglah tangan atau buat matanya buta karena sudah berani tidak sopan pada kita.” Ucap Yong Tao sambil menyilangkan kedua tangannya dan meletakan di dadanya.


“Aku tidak ingin nafsu makan ku hilang karena dia jadi tidak aku bunuh.” Jelas Xia Yun kemudian makanan pun sudah datang dan semuanya makan terlebih dahulu.


Sebenarnya di benak Yong Tao dan Zhuge Liang ada banyak pertanyaan tentang Miyuki karena Xia Yun melindungi Miyuki ketika Miyuki ingin di tampar oleh Pria Kekar sebelumnya dengan cepat seolah Miyuki adalah orang yang berharga baginya tetapi mereka tidak ingin bertanya dan hanya menunggu Xia Yun yang memberitahu.


Miyuki juga tidak habis pikir kenapa Xia Yun membantunya padahal dirinya bisa dengan mudah mengalahkan Pria Kekar sebelumnya.


‘Hah...Untungnya Miyuki tidak kenapa-napa tadi, jika dia kenapa-napa aku pasti akan sangat ketakutan ketika Tatsuya/Kakak Miyuki mengetahuinya kalau aku tidak bisa menjaga Adiknya dengan benar.’ Batin Xia Yun merasa lega karena bisa menyelamatkan Miyuki dengan cepat sambil memakan makanan yang ada di depannya.


Setelah Xia Yun dan yang lainnya selesai makan, mereka semua segera keluar dari restoran dan berjalan ke arah gerbang Kota karena ingin melanjutkan perjalanan ketika hari masih siang. Begitu rombongan Xia Yun datang ke depan gerbang Kota, Xia Yun melihat ada Feng Nuan/Tuan Kota bersama Feng Niu juga Kakek Mei Yue dan Mei Yue nya sendiri.


Xia Yun yang melihat mereka pun berjalan mendekati mereka dengan di ikuti Miyuki, Zhuge Liang dan Yong Tao di belakangnya. Semuanya terkejut karena melihat sosok gadis baru yang bisa di bilang sangat cantik nan imut ada di belakang Xia Yun sambil memeluk Hu Wang.


“Kenapa kalian ada di sini hm?” Tanya Xia Yun bingung pada mereka semua.


“Aku dengar kau ingin pergi ke Ibu Kota Bintang mengikuti Turnamen Pemuda kan?” Tanya Kakek Mei Yue.


“Ya, makanya aku akan bergegas ke sana.” Jawab Xia Yun.


“Nak Xia Yun, jika kau pergi ke Toko Tanaman Obat Langit di cabang yang lain maka berikan token ini ketika kau berbelanja maka akan mendapatkan diskon sebanyak 20%, Hanya ini yang bisa aku berikan kepadamu padahal kau sudah menyelamatkan hidup ku.” Jelas Kakek Mei Yue sambil menampilkan wajah sedih.


“Haih Kakek, sudah aku bilang kalau tidak perlu memikirkan tentang itu lagi.” Ucap Xia Yun sambil mengibaskan tangannya pelan.


“Xia Yun, Di dalam cincin penyimpanan ini ada beberapa bahan makanan yang bisa kalian gunakan jika terpaksa harus memasak di luar.” Ucap Feng Niu memberikan cincin penyimpanan pada Xia Yun dengan sedikit malu-malu.


“Xia Yun!” Ucap Mei Yue yang ada di belakang Xia Yun.


Xia Yun yang mendengar suara Mei Yue segera menolehkan pandangannya ke belakang tetapi baru sedikit saja Xia Yun melengah, dirinya merasa kalau pipinya seperti menyentuh sesuatu.


Cup.


Mei Yue mencium pipi kanan Xia Yun kemudian mundur beberapa langkah menyaksikan ekspresi Xia Yun dan malah ketawa karena Xia Yun tidak sadar kalau dirinya di cium oleh Mei Yue.


Setelah berpamitan dengan Feng Niu dan Mei Yue juga Kakek dan Ayah mereka, Xia Yun dan yang lain segera berjalan keluar dari gerbang kemudian berlari kecil menjauh dari gerbang Kota. Baru sebentar mereka berlari kecil, ada seseorang yang menghentikan rombongan Xia Yun. Sosok asing itu adalah orang yang di kenal oleh Xia Yun, Xia Yun terkejut karena orang itu ingin bergabung dengan Xia Yun.


“Akhirnya kau sudah datang ya.” Ucap Yong Tao memandang Xin Mei yang turun dari dahan pohon dan berjalan mendekat.


“Em.” Jawab Xin Mei mengangguk.


Xia Yun dan Zhuge Liang yang kebingungan pun menatap Yong Tao seolah memberi kode untuk menjelaskannya.


“Yah, sebenarnya begini.” Ucap Yong Tao.


......................


Flashback


Yong Tao yang tidak ingin berbasa-basi pun segera menanyakan hal intinya pada Xin Mei ketika keduanya sedang berada di restoran.


“Kenapa aku merasa auramu terasa tidak asing bagiku? Tanya Yong Tao langsung ke intinya.


“Tidak asing?” Ulang Xin Mei sambil memiringkan kepalanya.


“Ya, ketika aku melihatmu menggunakan elemen angin entah kenapa aku merasa aura dan elemen yang kau miliki seperti tidak asing bagiku tetapi aku tidak bisa mengingatnya.” Jelas Yong Tao.


“Em, aku juga sempat berpikir seperti itu karena aku juga merasakan hal yang sama padamu.” Jelas Xin Mei juga.


“Sudahlah, tidak usah di bahas karena kita juga tidak mengetahui apa penyebabnya.Sekarang aku bertanya tentang asal usul mu kenapa sampai bisa menyamar menjadi salah satu anggota Rubah Malam waktu itu.”

__ADS_1


Karena merasa kalau dirinya tidak menjawab pertanyaan yang di beri oleh Yong Tao maka bisa di pastikan bahwa Pemuda yang ada di depannya pasti akan kembali menganggunya jadi dia memutuskan untuk menjawab pertanyaan dari Yong Tao dengan benar.


“Aku berasal dari sebuah desa yang ada di dekat Kota ini, awalnya kehidupanku biasa saja di setiap harinya tetapi semuanya berubah ketika para anggota Rubah Malam menjarah desa ku, semua penduduk desa ada yang di bunuh tanpa terkecuali termasuk kedua orang tuaku juga. Waktu itu aku bisa selamat karena aku di buat pingsan oleh orang tua ku kemudian di sembunyikan di ruang bawah tanah.” ucap Xin Mei sambil menunjukkan ekspresi sedih.


“Sejak saat itu aku sangat membenci Organisasi Rubah Malam dan berniat untuk membalas dendam dengan cara yang paling menyakitkan bagi mereka semua..... ” Jelas Xin Mei.


“Jadi apa tujuan mu sekarang setelah Organisasi Rubah Malam sudah hilang?” Tanya Yong Tao.


“....”


Xin Mei hanya terdiam tidak tau ingin menjawab apa tentang pertanyaan Yong Tao.


“Jika kau tidak memiliki tujuan lagi maka aku ingin kau bergabung dengan kami karena....” Jelas Yong Tao sambil tersenyum pada Xin Mei.


......................


“Jadi begitulah ceritanya.” Ucap Yong Tao selesai menjelaskan.


“Lagian semakin banyak orang akan semakin kuat kita nantinya.” Ucap Yong Tao.


“Em, Menambah satu orang lagi tidak apa-apa sekalian bisa menjadi teman Miyuki” Ucap Xia Yun sambil menolehkan pandangannya pada Miyuki.


“Terima kasih.” Ucap Xin Mei tulus berterima kasih pada semuanya.


“Ho ho ho...Sekalian menambah teman jadi tenang saja.” Ucap Zhuge Liang akhirnya ikut berbicara.


“Sebaiknya kita pergi sekarang.” Ucap Xia Yun kedua mengibaskan tangannya dan kemudian secara tiba-tiba muncul tiga kuda berwarna hitam satu, putih satu dan coklat satu.


“Apakah Miyuki dan Nona Xin Mei bisa mengendarai kuda?” Tanya Xia Yun.


“Tidak!” Ucap keduanya.


“Mm...Aku punya rencana tetapi takut kalian para wanita akan marah pada rencana ku nanti.” jelas Xia Yun.


“Katakanlah.” Ucap keduanya bersama.


“Nona Xin Mei akan naik kuda berdua bersama Yong Tao dan Miyuki bersama ku. Bagaimana?” Ucap Xia Yun.


“Tidak apa-apa Yun Yun.” Jawab Miyuki.


“Ti-tidak apa-apa.” Jawab Xin Mei kemudian naik ke atas kuda hitam di bantu oleh Yong Tao untuk duduk di depannya.


Xia Yun juga begitu, Xia Yun membantu Miyuki naik dan segera memacu kudanya di ikuti oleh yang lain.


...----------------...


Cukup sampai disini dulu ya....


Ini Novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .


Karna ini pertama kalinya aku menulis Novel.


Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...


Juga bantu like Novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe.....dadah...


Dan juga Buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di IG khusus dan Akun FB Khusus, Karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...


IG : System_Ultimate_Skill

__ADS_1


FB : System Ultimate Skill


Note: Huruf nya harus sama persis ya....


__ADS_2