System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 132 - Kunjungan


__ADS_3

“Baiklah, aku akan pergi ke sana,” balas Xia Yun dengan berteriak kecil pada Yang Kai yang berada di balik pintu.


Tidak lama waktu berselang, pintu kamar Xia Yun terbuka dan menampilkan sosok Xia Yun yang berpenampilan berbeda dengan sebuah kain putih yang menutup matanya.


Yang Kai yang melihat Xia Yun memakai sebuah penutup mata nampak sedikit terkejut namun berusaha tuk menutupinya, tetapi sayang sekali karena Xia Yun bisa melihatnya dengan jelas di balik penutup mata namun tidak mempermasalahkannya.


“Aku akan membantu And-” (Yang Kai)


“Tidak perlu, apakah kau pikir aku tidak bisa berjalan karena mataku seperti ini?” (Xia Yun)


Sebelum Yang Kai selesai berbicara, Xia Yun terlebih dahulu sudah menghentikannya dengan mengatakan bahwa dirinya masih bisa bergerak secara leluasa tanpa perlu di bantu.


Setelah Xia Yun mengatakan itu, segera Xia Yun turun ke lantai bawah diiringi dengan Yang Kai yang berjalan di belakangnya.


Alis Yang Kai terangkat saat mengetahui bahwa Xia Yun bisa dengan mudahnya melewati anak-anak tangga seolah-olah seperti orang yang bisa melihat.


“Xia Yun!?” (Ming He)


Saat Xia Yun baru saja turun dari tangga terakhir, ada sebuah suara yang akrab memanggilnya, membuat Xia Yun menoleh kearah sumber suara itu dan menemukan bahwa ada Ming He yang duduk di kursi tamu.


“Rupanya tamu itu adalah kalian...,” balas Xia Yun pelan sembari menoleh dan melihat bahwa ada Ming He, Mei Yue, Zhou Fei, Pria Setengah Wanita dan bahkan Feng Niu yang Xia Yun tidak sangka-sangka juga ikut datang.


!?


Ming He, Mei Yue, Zhou Fei, Pria Setengah Wanita dan Feng Niu terkejut kala mendengar perkataan Xia Yun yang seolah tahu kalau mereka ada di sana.


Sebelum kedatangan Xia Yun, mereka sempat berbicara sebentar dan mengetahui bahwa mata Xia Yun itu mengalami kebutaan, jadi oleh karena itu reaksi semua orang terkejut saat Xia Yun berkata seperti tadi.


“Bagaimana dengan matamu?” Mei Yue bangkit dari kursi tamu dan berjalan mendekati Xia Yun.


“Yah... jika seperti ini, gila sekali jika aku mengatakan baik-baik saja, kan?” (Xia Yun)


Wajah Mei Yue langsung tertunduk saat mendengar perkataan Xia Yun sebelumnya, bukan hanya dia, tetapi semua orang yang ada di ruang tamu juga seperti itu karena merasa bersalah.

__ADS_1


“Tuan, aku berada di luar, jika membutuhkan sesuatu, panggil saja aku,” jelas Yang Kai sembari menundukkan kepalanya pelan kemudian meninggalkan semuanya saat mendapat balasan dari Xia Yun.


“Tapi kalian tenang saja... walaupun keadaan mataku seperti ini, tidak akan menghalangi aktivitasku,” jelas Xia Yun sambil mengelus kepala Mei Yue dan memperhatikan ekspresi semua orang.


Sat!! (Langkah kaki)


!!!


Trang!! (Benturan)


“Sepenuhnya kata-kata mu itu benar!” ucap Yong Tao yang saat ini sedang beradu pedang dengan sesuatu tak terlihat di belakang Xia Yun.


“Apakah kau pikir aku akan jadi tumpul hanya karena kehilangan mata?” balas Xia Yun sambil berbalik dan menatap Yong Tao dengan gaya tangan yang terlihat seperti sedang menggenggam sesuatu.


“Apa yang sedang menahan kedua pedang ku saat ini?” tanya Yong Tao yang saat ini masih saling tarik menarik pedangnya dengan sesuatu yang tak terlihat.


“Hanya sedikit dari kemampuan ku....” (Xia Yun)


Skill Touch Of Authority telah Xia Yun gunakan saat ini, sehingga terlihat seperti ada sesuatu yang sedang menahan pedang Yong Tao, padahal sosoknya tidak ada sama sekali, ya anggaplah seperti kemampuan Telekinesis yang bisa mengendalikan sesuatu.


Mendengar Xia Yun mengatakan hal tersebut dengan mudah, membuat perasaan mengganjal mereka sedikit berkurang, tetapi meskipun begitu, tetap saja mereka semua merasa bahwa penyebab Xia Yun seperti ini karena dia telah melindungi mereka.


Xia Yun mengalihkan pembicaraan saat menyadari ekspresi mereka kembali berubah dengan bertanya, “Lupakan hal tersebut, apa tujuan kalian datang ke sini?”


Setelah itu semuanya terus mengobrol satu sama lain untuk beberapa saat sampai akhirnya saat persatu mulai kembali pulang karena sudah menyelesaikan tujuannya.


Kebanyakan dari semuanya mengatakan bahwa hanya ingin menjenguk Xia Yun karena mereka mendengar kabar bahwa dirinya terluka parah, oleh karena itu mereka memutuskan untuk menjenguk Xia Yun dan berakhir tidak sengaja bertemu satu sama lain.


“Oh iya Xia Yun, besok pagi, datanglah ke Stadion karena pada kejadian sebelumnya, Turnamen Pemuda sempat terhenti dan akan di lanjutkan kembali,” jelas Ming He sebelumnya dirinya naik ke kereta kuda.


Xia Yun yang berdiri di depan pintu masuk karena mengantar semuanya, hanya menganggukkan kepalanya paham sebagai balasan saat mendengar perkataan Ming He.


Saat ini, di depan pintu kediaman Xia Yun, ada dirinya, Mei Yue dan Feng Niu. Tidak tahu mengapa, tetapi kedua perempuan itu belum memutuskan untuk kembali dan malah tetap berdiam disini.

__ADS_1


“Xia Yun, apakah kau tidak ingin beri-” (Mei Yue)


Doom!!


Perkataan Mei Yue terhenti saat mendengar suara dentuman yang lumayan keras berasal lumayan jauh dari arah luar Ibu Kota, membuat ketiganya dan semua orang terkejut.


“Tetaplah di si-” (Xia Yun)


“Kami akan ikut!” potong Mei Yue dan Feng Niu bersamaan saat Xia Yun ingin menyuruh mereka untuk tetap disini sementara dirinya pergi.


Xia Yun yang mendengar bantahan keduanya hanya memegang kepalanya pelan kemudian mengatakan, “Jika ini adalah masalah yang serius, kalian hanya akan menggangguku saja.”


Tidak berniat untuk menunda waktu + ingin membiarkan kedua perempuan itu untuk membantah lagi, Xia Yun dengan cepat mengunakan Skill Teleportasi ke arah gerbang utama kemudian lanjut berlari menuju sumber suara dentuman sebelumnya dengan cepat tanpa di sadari oleh orang lain.


Walaupun Xia Yun sudah kehilangan Skill Langkah Cahayanya, tetapi pergerakan Xia Yun sekarang ini sudah termasuk cepat karena Tingkat Kultivasi nya saat ini sudah berada di Ranah Holy Dao, membuat pergerakannya lebih cepat di bandingkan sebelumnya.


“Padahal aku lebih suka menggunakan Skill Amenotejikara... tetapi Sharingan menghilang, maka aku juga tidak bisa menggunakannya lagi, huft!” gerutu Xia Yun sambil terus melesat kedepan.


!!


Waktu sedikit lagi sampai di tempat sumber suara dentuman sebelumnya, tiba-tiba saja Xia Yun langsung menghentikan langkahnya ketika melihat sosok Yang Kai dan Yong Tao yang saat ini sedang terbang di atas langit dengan jarak yang cukup berjauhan.


Menghilangkan keberadaannya, Xia Yun bersembunyi di balik dahan pohon sambil terus memantau kedua orang tersebut.


“Hei! apa tujuanmu menyebut-nyebut Xia Yun sebagai Tuan!?” (Yong Tao)


Alis Xia Yun terangkat saat mendengar pertanyaan dari Yong Tao, hanya dengan satu buah pertanyaan, akhirnya Xia Yun tahu bagaimana bisa terjadi hal seperti ini dan hanya bisa menghela nafas pelan.


...****************...


Guys, aku minta maaf kalo chapter ini pendek ya, sejujurnya aku tadi pagi, naik ke kebun bareng sepupu.


Awalnya pekerjaan kami baik-baik aja, tetapi karena ada suatu kejadian yang menimpa sepupuku, akhirnya aku sendirian deh yang harus ngurusin masalah kebun.

__ADS_1


Makanya saat ini aku kecapean, jadi ga pengen cepat-cepat tidur dan istirahat.


Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.


__ADS_2